EDUCARE.CO.ID – Planetarium dan Observatorium Jakarta menjadi salah satu destinasi edukasi sains paling ikonik di Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia mulai membangun fasilitas ini pada 1964 sebagai bagian dari pengembangan pusat ilmu pengetahuan di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 10 November 1968, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, meresmikan Planetarium Jakarta. Selain itu, planetarium ini tercatat sebagai planetarium pertama di Asia Tenggara.
Sejak awal berdiri, Planetarium Jakarta hadir sebagai ruang belajar astronomi bagi masyarakat. Pengunjung dapat mengenal benda langit, memahami pergerakan planet, dan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah.
Planetarium Jakarta Mulai Menggelar Pertunjukan Astronomi pada 1969
Planetarium mulai membuka pertunjukan untuk umum pada 1 Maret 1969. Saat itu, pengelola menggunakan proyektor Carl Zeiss dari Jerman yang termasuk teknologi tercanggih pada masanya.
Karena itu, pengelola menetapkan tanggal 1 Maret sebagai hari jadi Planetarium Jakarta.
Teater Bintang Jadi Daya Tarik Utama
Daya tarik utama Planetarium Jakarta terletak pada Teater Bintang, ruang pertunjukan berbentuk kubah besar yang menghadirkan simulasi langit dan luar angkasa.
Kini, Planetarium Jakarta menggunakan sistem proyeksi digital modern berbasis data astronomi terkini. Sistem proyeksi digital menampilkan planet, bintang, dan galaksi dengan gambar yang lebih tajam dan realistis dibanding teknologi sebelumnya.
Selama pertunjukan, pemandu mengajak pengunjung menjelajahi tata surya, mengenal rasi bintang, memahami gerak planet, dan mempelajari proses terbentuknya alam semesta.
Pengelola juga meningkatkan kenyamanan ruang pertunjukan melalui kursi yang lebih ergonomis. Dengan demikian, pengunjung tetap merasa nyaman selama pertunjukan berdurasi sekitar 50–60 menit.
AI Virtual Host Hadir Menyambut Pengunjung
Planetarium Jakarta juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkaya pengalaman belajar pengunjung.
Melalui AI Virtual Host, pengunjung dapat berinteraksi langsung untuk memperoleh informasi seputar sejarah planetarium, fenomena astronomi, tata surya, dan berbagai pertanyaan dasar tentang luar angkasa.
Selain itu, Planetarium Jakarta menyediakan fitur AI interaktif yang menampilkan visual Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. FPengembang menghadirkan fitur tersebut untuk membuat proses belajar lebih menarik bagi generasi muda.
Tips Sebelum Berkunjung
Agar kunjungan lebih nyaman, pengunjung sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
- Datang minimal 60 menit sebelum pertunjukan untuk proses penukaran tiket.
- Pengelola hanya memberikan toleransi keterlambatan 10 menit setelah pertunjukan dimulai.
- Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam Teater Bintang.
- Hindari merekam video selama simulasi berlangsung.
Ruang Belajar Sains yang Semakin Modern
Dengan berbagai pembaruan teknologi, Planetarium Jakarta kini tidak hanya menjadi tempat menonton simulasi langit, tetapi juga menjadi ruang belajar sains yang interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kombinasi edukasi astronomi, teknologi digital, dan pengalaman imersif, Planetarium Jakarta terus mendorong literasi sains masyarakat sekaligus memperkuat perannya sebagai destinasi edukasi unggulan di ibu kota.
Bagi pelajar, keluarga, maupun pencinta astronomi, Planetarium Jakarta menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan tentang luasnya alam semesta.
Penulis: Meilia Dewi Pertiwi



