EDUCARE.CO.ID – Sebanyak 12 pebasket putri U-19 Indonesia akan berangkat ke Berlin, Jerman, untuk mengikuti adidas x Alba Next Up Tournament pada September 2026. Turnamen eksibisi ini berlangsung bersamaan dengan FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 dan memberi kesempatan penting bagi talenta muda Indonesia merasakan atmosfer basket internasional.
Berdasarkan informasi dari program Imma Do Great Basketball, tim muda Indonesia mendapat kesempatan tampil melalui kerja sama pengembangan basket dengan klub Jerman Alba Berlin.
Meski tidak masuk tim nasional senior yang berlaga di Piala Dunia Basket Putri, para pemain muda ini tetap akan bertanding di lingkungan kompetisi internasional yang bergengsi.
Seleksi Ketat di Jakarta
Sebelum menentukan 12 pemain yang berangkat ke Berlin, Imma Do Great Basketball menggelar seleksi nasional pada 8–9 Agustus 2026 di Agora Sports Hall, Jakarta. Sekitar 50 pebasket putri dari berbagai daerah mengikuti proses tersebut.
Tim pelatih tidak hanya menilai kemampuan mencetak angka. Mereka juga mengamati teknik dasar, pemahaman permainan, kerja sama tim, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi pertandingan berintensitas tinggi.
Melalui seleksi itu, pelatih memilih 12 pemain terbaik untuk mewakili Indonesia di Berlin.
Kesempatan Terbuka Berkat Alba Berlin
Kesempatan tampil di Jerman lahir dari hubungan kerja sama antara Imma Do Great Basketball dan Alba Berlin. Kolaborasi tersebut membuka akses bagi pemain muda Indonesia untuk belajar langsung dari ekosistem basket Eropa.
Bagi para atlet, pengalaman ini tidak sekadar tentang pertandingan. Mereka akan bertemu pemain dari berbagai negara dan mempelajari budaya basket internasional. Selain itu, mereka dapat melihat langsung sistem pembinaan usia muda di Eropa.
Berlin Jadi Pusat Basket Putri Dunia
Berlin akan menjadi tuan rumah FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 pada 4–13 September 2026. Sebanyak 16 tim nasional akan bersaing dalam turnamen basket putri terbesar dunia tersebut.
Di tengah atmosfer kompetisi internasional itu, tim U-19 Indonesia akan menjalani pertandingan eksibisi dan merasakan suasana basket kelas dunia secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan pemain muda Indonesia tentang standar kompetisi internasional.
Fokus Belajar, Bukan Sekadar Menang
Tim Indonesia memandang perjalanan ini sebagai proses pembelajaran jangka panjang. Para pemain akan menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda dan intensitas pertandingan yang lebih tinggi dibanding kompetisi domestik.
Situasi tersebut dapat membantu pemain mengasah kemampuan mengambil keputusan, membaca permainan, berkomunikasi dengan rekan setim, dan menjaga konsistensi selama pertandingan. Karena itu, nilai utama perjalanan ini terletak pada pengalaman internasional yang mereka peroleh.
Didampingi Tokoh Basket Berpengalaman
Persiapan tim melibatkan sejumlah tokoh basket nasional, termasuk pelatih senior Johannis Winar dan pebasket Abraham Grahita, peraih tiga kali penghargaan MVP Indonesia.
Kehadiran mereka memberi kesempatan bagi pemain muda untuk belajar tentang teknik permainan, disiplin latihan, mental bertanding, dan sikap profesional seorang atlet.
Bawa Harapan Basket Putri Indonesia
Keberangkatan 12 pebasket putri U-19 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi basket putri Indonesia. Pengalaman internasional di usia muda diharapkan dapat menjadi modal penting untuk karier mereka pada masa depan.
Selain itu, kisah mereka dapat menginspirasi pemain muda lain di Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa kerja keras dan pembinaan yang konsisten dapat membuka jalan menuju panggung internasional.
Karena itu, perjalanan ke Berlin tidak hanya penting bagi para pemain, tetapi juga bagi perkembangan basket putri Indonesia. Dari Jakarta menuju Berlin, 12 pebasket putri muda ini membawa semangat Merah Putih dan harapan baru bagi masa depan basket putri nasional.



