BebeTemp Karya Dua Pelajar SMA ACS Jakarta, Solusi Pintar Pantau Suhu Bayi Secara Real-Time

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua pelajar SMA ACS Jakarta, Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia, menciptakan inovasi kesehatan bernama BebeTemp. Alat ini membantu orang tua memantau suhu bayi secara real-time. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Berdasarkan sumber rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, BebeTemp merupakan termometer pintar yang memantau suhu tubuh bayi secara terus-menerus. Perangkat ini akan mengirim alarm otomatis jika suhu bayi naik di atas 38°C atau turun di bawah 36°C.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi karya dua pelajar tersebut. Menurutnya, inovasi kesehatan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal.

“Solusi kesehatan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal. Ide sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat juga sangat penting,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Berangkat dari Kebutuhan Orang Tua

Kathleen dan Kimberly mengembangkan BebeTemp setelah melihat kesulitan orang tua memantau suhu bayi sepanjang waktu, terutama pada malam hari.

Kedua siswi kelas 12 ACS Jakarta itu menilai pemantauan suhu sangat penting pada bayi dan balita usia 6 bulan hingga 3 tahun. Demam tinggi pada usia tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat menandakan gangguan kesehatan tertentu.

Mereka menjelaskan bahwa deteksi dini membantu orang tua mengambil tindakan lebih cepat sebelum kondisi memburuk.

Bantu Cegah Risiko Kejang Demam

Demam tinggi pada bayi dan balita dapat memicu kejang demam jika tidak terdeteksi sejak awal. Sebagian besar kejang demam memang berlangsung singkat. Namun, kejang yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko gangguan neurologis.

Karena itu, pemantauan suhu secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan orang tua.

Pantau Risiko Hipotermia Bayi

Selain mendeteksi demam, BebeTemp juga membantu memantau risiko hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang berlebihan.

Bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko hipotermia lebih tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi pernapasan, denyut jantung, dan fungsi organ bila terlambat ditangani.

Dengan pemantauan real-time, orang tua dapat segera mengetahui perubahan suhu tubuh bayi dan mengambil langkah yang diperlukan.

Lebih Praktis dari Termometer Biasa

Termometer konvensional hanya memberikan hasil pengukuran pada satu waktu. Sebaliknya, BebeTemp memantau suhu bayi secara terus-menerus dan memberikan peringatan otomatis ketika suhu berada di luar batas normal.

Fitur tersebut membantu orang tua bertindak lebih cepat. Selain itu, alat ini dirancang mudah digunakan sehingga berpotensi dipakai di rumah maupun fasilitas kesehatan.

Bukti Kreativitas Pelajar Indonesia

Karya Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu menghadirkan solusi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui BebeTemp, pemantauan suhu bayi menjadi lebih praktis. Inovasi ini juga meningkatkan kewaspadaan orang tua terhadap risiko kesehatan bayi sejak dini.

 

Penulis: Andini Namira Saskirana

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img