Tak Sekadar Kenalan Sekolah, SMA di Aceh Tanamkan Budaya Lokal Sejak Hari Pertama MPLS

Must read

EDUCARE.CO.ID – SMA Negeri 1 Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, menghadirkan pendekatan berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut mengintegrasikan materi kearifan lokal sebagai bagian dari pembekalan bagi 185 peserta didik baru.

Berdasarkan sumber Provinsi Aceh, sekolah tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar kepada siswa. Selain itu, sekolah juga membekali mereka dengan pemahaman tentang sejarah daerah, bahasa, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembentukan karakter.

Bekali Siswa Hadapi Tantangan Era Digital

Pihak sekolah menilai perkembangan teknologi dan derasnya arus budaya global membuat generasi muda membutuhkan pemahaman yang lebih kuat terhadap identitas daerahnya.

Karena itu, SMA Negeri 1 Simpang Kanan memasukkan materi budaya lokal ke dalam rangkaian MPLS. Langkah tersebut bertujuan agar siswa mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari masyarakat Aceh.

Sekolah berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang terbuka terhadap perubahan. Namun, mereka tetap memiliki kebanggaan terhadap budaya daerah dan nilai-nilai bangsa.

Pegiat Budaya Ingatkan Pentingnya Identitas Daerah

Sekolah menghadirkan pegiat budaya sekaligus alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (USK), Wanhar Lingga, sebagai narasumber.

Ia menilai pengenalan sejarah dan budaya lokal harus dimulai sejak dini. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.

“Generasi muda menghadapi tantangan global yang luar biasa melalui dunia digital. Jika mereka tidak memahami sejarah, bahasa, adat, dan nilai daerahnya sendiri, mereka bisa menjadi asing di tanah kelahirannya,” ujar Wanhar.

Ia menambahkan bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu. Sebaliknya, budaya dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter sekaligus menyaring berbagai pengaruh luar yang tidak sesuai dengan nilai bangsa.

Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter

Kepala SMA Negeri 1 Simpang Kanan, Hazimar, mengatakan sekolah memiliki tanggung jawab membentuk siswa yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat.

Karena itu, sekolah memanfaatkan MPLS sebagai momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah.

“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah. Mereka juga perlu memahami akar budaya yang mereka miliki sebagai bagian dari penguatan karakter,” kata Hazimar.

MPLS Libatkan Berbagai Instansi

Selain materi budaya lokal, sekolah menggandeng sejumlah instansi di Kabupaten Aceh Singkil untuk memperkaya materi MPLS.

Para siswa mengikuti pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, hingga pendidikan keagamaan. Materi tersebut disampaikan oleh Kejaksaan Negeri, Koramil, Polsek, Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), pengawas sekolah, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Kolaborasi tersebut membuat MPLS tidak hanya berfungsi sebagai masa orientasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus peningkatan wawasan bagi peserta didik baru.

Bangun Generasi Berkarakter dan Berbudaya

Melalui integrasi kearifan lokal dalam MPLS, SMA Negeri 1 Simpang Kanan ingin membangun generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan identitas daerahnya.

Sekolah berharap pembekalan tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Aceh sekaligus memperkuat karakter peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img