EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) menghadirkan inovasi Cold Storage Portable Tanggap Bencana Berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna membantu penyimpanan logistik pangan sekaligus mempercepat pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.
Berdasarkan rilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim mempresentasikan inovasi tersebut dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak. Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menggelar seminar itu di Universitas Prima Indonesia, Medan.
Cold Storage Beroperasi 24 Jam dengan Energi Surya
Tim merancang cold storage portable untuk menjawab dua kebutuhan utama masyarakat setelah bencana. Pertama, menyediakan fasilitas penyimpanan bahan pangan. Kedua, menghadirkan sumber energi yang tetap berfungsi ketika pasokan listrik terganggu.
Sistem tersebut memanfaatkan energi matahari sehingga mampu beroperasi selama 24 jam. Dengan demikian, pelaku UMKM tetap dapat menyimpan produk secara aman dan menjaga kualitas hasil produksi.
Dosen pembimbing tim Politeknik Negeri Medan, Supriyanto, menjelaskan bahwa timnya telah lama mengembangkan teknologi energi terbarukan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Ketika bencana melanda Aceh Tamiang, tim melihat peluang untuk memanfaatkan teknologi tersebut sebagai solusi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
“Cold storage ini mampu beroperasi selama 24 jam menggunakan tenaga surya. Kami menghitung seluruh kebutuhan dan spesifikasinya agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan UMKM,” ujar Supriyanto.
Cold Storage Mudah Dipindahkan dan Praktis Digunakan
Selain memanfaatkan energi terbarukan, tim merancang perangkat yang mudah dipindahkan sehingga masyarakat dapat menyesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan di lapangan.
Tim menyertakan buku panduan yang menjelaskan cara mengoperasikan perangkat, memindahkannya, melakukan perawatan rutin, hingga menerapkan prosedur keselamatan kerja.
Langkah tersebut memudahkan masyarakat mengelola perangkat secara mandiri setelah proses instalasi selesai.
Mahasiswa Turun Langsung Dampingi Masyarakat
Kontribusi mahasiswa tidak berhenti pada pemasangan panel surya dan cold storage.
Mahasiswa ikut melakukan koordinasi dengan mitra, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, membersihkan lokasi UMKM, mendampingi proses produksi, serta memantau penggunaan perangkat setelah beroperasi.
Mahasiswa anggota tim, Riska Aini Putri, mengatakan bahwa tim membantu membersihkan area usaha yang sebelumnya tertutup lumpur akibat bencana. Mereka juga mendampingi pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
“Kami membantu membersihkan lokasi UMKM, berinteraksi dengan masyarakat, dan memastikan panel surya serta cold storage berfungsi selama 24 jam,” jelas Riska.
Tim Mengembangkan Solusi Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat
Sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, tim lebih dahulu berdiskusi dengan mitra dan masyarakat setempat untuk memetakan kebutuhan utama setelah bencana.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pelaku UMKM membutuhkan fasilitas penyimpanan produk, sementara pasokan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil setelah bencana.
Karena itu, tim memadukan sistem cold storage dengan pembangkit listrik tenaga surya. Langkah ini membuat perangkat tetap beroperasi meski pasokan listrik utama terputus.
Program Mahasiswa Berdampak Perkuat Peran Perguruan Tinggi
Kehadiran mahasiswa di Aceh Tamiang juga mempererat hubungan dengan masyarakat. Awalnya, warga masih memerlukan waktu untuk mengenal tujuan program tersebut. Namun, komunikasi yang intensif dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas membuat hubungan itu semakin erat.
Pengalaman tersebut sekaligus menumbuhkan empati mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari dampak bencana melalui teori, tetapi juga melihat langsung kondisi masyarakat dan ikut berkontribusi dalam proses pemulihan.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai inovator sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.




