Direktur Muda Alumni UNAIR Kembangkan Inovasi Bandeng Tanpa Duri, Siap Bersaing di Pasar Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) terus menunjukkan kontribusi nyata bagi industri perikanan nasional. Salah satunya datang dari Luh Arlistiani Diana Putri, alumni Program Studi Teknologi Hasil Perikanan angkatan 2019 yang kini memimpin PT Putra Baruna Jaya Bali sebagai direktur.

Melalui perusahaan tersebut, Luh mengembangkan produk bandeng tanpa duri yang menawarkan kualitas premium sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas perikanan lokal.

Berdasarkan sumber Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, perjalanan karier Luh menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, pengalaman industri, dan keberanian berinovasi dapat berjalan beriringan untuk menjawab kebutuhan pasar.

Perkuat Kompetensi Melalui Pendidikan dan Pengalaman Industri

Luh memulai langkahnya dengan menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Setelah lulus, ia langsung melanjutkan studi ke Program Magister Bioteknologi Perikanan melalui jalur fast track.

Melalui program tersebut, ia memperdalam pemahaman tentang teknologi perikanan modern. Selain itu, ia juga memperkuat kemampuan riset yang mendukung pengembangan industri.

Sementara itu, Luh mengikuti program pelatihan profesional di PT Alam Jaya selama satu tahun. Selama pelatihan, ia mempelajari proses produksi, pengendalian mutu, pengembangan produk, hingga standar industri pengolahan hasil perikanan.

Pengalaman tersebut kemudian membentuk fondasi yang kuat sebelum ia memimpin perusahaan.

Hadirkan Solusi bagi Produk Bandeng Lokal

Saat ini, Luh memimpin PT Putra Baruna Jaya Bali, perusahaan yang berfokus pada layanan cabut duri (deboning) ikan bandeng.

Menurutnya, bandeng memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, banyak pelaku usaha masih memasarkan ikan tersebut dalam bentuk sederhana sehingga nilai jualnya belum maksimal.

Karena melihat peluang tersebut, Luh memilih mengembangkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk.

“Bandeng di daerah kami masih dipasarkan dalam bentuk sederhana. Karena itu, kami menghadirkan inovasi agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” jelasnya.

Perusahaan kemudian mengembangkan layanan cabut duri sehingga konsumen dapat menikmati bandeng dengan lebih praktis, aman, dan nyaman.

Selain itu, inovasi tersebut membuka peluang pasar baru sekaligus meningkatkan daya tarik produk olahan bandeng.

Fokus Bangun Produk Premium

Luh menjadikan kualitas sebagai prioritas utama dalam seluruh proses produksi.

Karena itu, perusahaan selalu memilih bahan baku terbaik, menerapkan standar produksi yang ketat, serta menjaga kualitas produk secara konsisten.

“Kami ingin menghasilkan bandeng premium dengan kualitas terbaik sehingga konsumen memperoleh produk yang benar-benar bernilai,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, bandeng tidak hanya menjadi komoditas perikanan biasa. Sebaliknya, produk tersebut berkembang menjadi olahan premium yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dorong Kemajuan Industri Perikanan Indonesia

Bagi Luh, inovasi tidak berhenti pada pengembangan produk. Ia juga ingin membangun industri perikanan yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia terus menggabungkan ilmu akademik dengan pengalaman industri dalam setiap proses pengembangan usaha.

Di sisi lain, kiprahnya membuktikan bahwa lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan perubahan nyata melalui inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan Luh Arlistiani Diana Putri sekaligus memperlihatkan bagaimana alumni FPK Universitas Airlangga mampu mengambil peran penting dalam meningkatkan daya saing industri perikanan Indonesia.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest article

spot_img