EDUCARE.CO.ID – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kini, para siswa dapat belajar di ruang kelas yang lebih aman, nyaman, dan layak setelah pemerintah menyelesaikan perbaikan sejumlah fasilitas sekolah.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 528/sipers/A6/VI/2026, revitalisasi satuan pendidikan bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Nada Zahra, siswi SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Sebelumnya, Nada harus belajar di ruang kelas yang bocor ketika hujan turun. Kini, kondisi itu sudah berubah. Ruang kelas menjadi lebih kokoh, bersih, dan nyaman. Selain itu, sekolah juga memiliki fasilitas toilet baru sehingga siswa tidak lagi harus mengantre lama.
“Senang sekali sekolah kami sekarang punya gedung baru. Kelasnya jadi bagus dan tidak bocor lagi kalau hujan. Toiletnya juga ditambah, jadi kami tidak perlu mengantre lama,” ujar Nada.
Revitalisasi Tingkatkan Semangat Belajar
Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rahman, menjelaskan bahwa bangunan sekolah yang direhabilitasi merupakan gedung lama yang telah digunakan selama puluhan tahun. Bahkan, salah satu bangunan sempat mengalami kerusakan akibat pohon tumbang.
Menurut Arif, kondisi sekolah saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Ruang kelas yang dulunya bocor kini sudah kokoh, bersih, dan aman. Kondisi ini meningkatkan semangat belajar para siswa,” ungkapnya.
Selain memberikan kenyamanan, revitalisasi juga membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi seluruh warga sekolah.

Kemendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meresmikan hasil revitalisasi 32 satuan pendidikan Tahun Anggaran 2025 saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purbalingga pada 27 Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyerahkan secara simbolis bantuan revitalisasi untuk Tahun Anggaran 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas.
“Revitalisasi satuan pendidikan merupakan wujud kehadiran negara untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya.
Pemerintah Alokasikan Anggaran Puluhan Miliar Rupiah
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp28,95 miliar untuk merevitalisasi 32 satuan pendidikan di Kabupaten Purbalingga pada Tahun Anggaran 2025.
Program tersebut mencakup:
- 4 taman kanak-kanak (TK)
- 14 sekolah dasar (SD)
- 7 sekolah menengah pertama (SMP)
- 6 SMA/SMK
- 1 sekolah luar biasa (SLB)
Melalui program tersebut, semakin banyak peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak.
Revitalisasi Berlanjut pada Tahun 2026
Komitmen pemerintah tidak berhenti pada Tahun Anggaran 2025.
Pada Tahun Anggaran 2026, Kemendikdasmen kembali menetapkan 12 satuan pendidikan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp9,81 miliar.
Bantuan tersebut mencakup:
- 3 PAUD
- 7 SD
- 2 SMP
Pemerintah berharap program revitalisasi yang berkelanjutan mampu menciptakan sekolah yang aman, sehat, inklusif, dan nyaman. Selain itu, lingkungan belajar yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak prestasi dari peserta didik Indonesia.




