EDUCARE.CO.ID – Transformasi pendidikan mulai menghadirkan perubahan nyata di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Digitalisasi Pembelajaran yang dijalankan pemerintah.
Berdasarkan rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah tidak hanya membangun fasilitas sekolah. Pemerintah juga memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui pemenuhan gizi peserta didik dan pemanfaatan teknologi pembelajaran modern.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, penggunaan Interactive Flat Panel (IFP), serta progres revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori.
Pendidikan Berkualitas Hadir hingga Wilayah 3T
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perbaikan sarana belajar, kesehatan peserta didik, dan akses terhadap teknologi.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas belajar sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Sekolah Kini Terhubung dengan Teknologi Modern
SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 peserta didik kini menikmati fasilitas pembelajaran yang jauh lebih baik.
Sekolah tersebut memperoleh akses internet berbasis satelit Starlink, perangkat Interactive Flat Panel, dan dukungan pasokan listrik yang lebih stabil.
Kemendikdasmen juga memperkuat fasilitas sekolah melalui pembangunan laboratorium, perbaikan ruang administrasi, dan renovasi tiga ruang kelas.
Kehadiran teknologi tersebut membuka peluang bagi murid untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas dan mengikuti pembelajaran yang lebih interaktif.
Guru juga memiliki lebih banyak pilihan untuk menyampaikan materi secara menarik dan mudah dipahami.
Revitalisasi Sekolah Terus Berjalan
Transformasi pendidikan juga berlangsung di SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 peserta didik.
Sekolah ini menjadi lokasi peletakan batu pertama program revitalisasi tahun anggaran 2026.
Program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru, renovasi ruang belajar, dan penataan lingkungan sekolah agar lebih nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Perbaikan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran.
Program MBG Tingkatkan Semangat Belajar
Guru-guru di Nias Utara mulai merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang diberikan kepada peserta didik.
Miteria Gea, guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, melihat perubahan positif sejak program tersebut berjalan.
“Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Ia menilai program tersebut membantu meningkatkan kesiapan belajar peserta didik, terutama di wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Murid Sambut Perubahan dengan Antusias
Perubahan yang terjadi juga memberi harapan baru bagi para murid.
Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, berharap pembangunan sekolah dapat menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi generasi berikutnya.
“Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Jenny, kondisi fasilitas yang lebih baik akan membantu peserta didik belajar dengan lebih fokus dan nyaman.
Puluhan Sekolah Masuk Program Revitalisasi
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga meresmikan serta mencanangkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Nias Utara.
Kemendikdasmen mencatat sebanyak 33 satuan pendidikan telah menerima revitalisasi pada tahun 2025.
Selain itu, 21 satuan pendidikan lainnya akan memperoleh bantuan revitalisasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
Program revitalisasi, Makan Bergizi Gratis, dan digitalisasi pembelajaran menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke daerah 3T.
Melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kesehatan peserta didik, dan pemanfaatan teknologi, pemerintah berharap generasi muda di Nias Utara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di masa depan.



