EDUCARE.CO.ID-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan talenta nasional. Melalui program ini, Kemendikdasmen ingin menyiapkan generasi unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), Koding, Kecerdasan Artifisial (AI), serta penguatan karakter menuju Indonesia Emas 2045.
Kemendikdasmen menggelar pembukaan atau Kick Off Program BTI 2026 melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Selain meningkatkan kompetensi peserta didik, program ini juga memperkuat sistem manajemen talenta murid secara berkelanjutan.
Berdasarkan rilis Kemendikdasmen, Program BTI merupakan implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan jejaring kolaborasi.
Talenta Unggul Jadi Investasi Masa Depan Bangsa
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu negara.
Menurutnya, Indonesia memang memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, bangsa ini tetap membutuhkan generasi unggul yang mampu mengelola potensi tersebut secara optimal.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Namun sebesar apa pun potensi yang kita miliki, tidak akan dapat dikelola secara optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang unggul,” ujar Suharti.
Karena itu, Kemendikdasmen terus membangun ekosistem talenta yang mencakup proses identifikasi, pembinaan, hingga pengembangan secara berkelanjutan.
Selain itu, BTI 2026 menghadirkan desain pembinaan yang lebih terarah dengan fokus pada STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial. Kemendikdasmen juga menyesuaikan materi pembinaan berdasarkan tingkat kemampuan peserta sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
800 Murid dan 280 Pemandu Talenta Lolos Seleksi
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa antusiasme peserta terhadap BTI 2026 sangat tinggi.
Tahun ini, sekitar 3.000 peserta mengikuti proses seleksi. Setelah melalui tahapan penilaian, Kemendikdasmen menetapkan 800 murid dan 280 pemandu talenta sebagai peserta resmi BTI 2026.
Menurut Irene, bidang STEM menjadi program dengan jumlah peserta terbesar.
Sebanyak 720 peserta mengikuti pembinaan STEM yang terdiri dari 560 murid dan 160 pemandu talenta.
Sementara itu, bidang Koding melibatkan 180 peserta yang terdiri atas 120 murid dan 60 pemandu talenta.
Kemudian, bidang Kecerdasan Artifisial juga melibatkan 180 peserta dengan komposisi 120 murid dan 60 pemandu talenta.
Tidak hanya itu, peserta berasal dari 38 provinsi di Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Libatkan 27 Perguruan Tinggi dari Sumatra hingga Papua
Untuk memperluas akses pembinaan talenta, Kemendikdasmen menggandeng 27 perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, peserta akan mengikuti pembinaan secara luring selama tujuh hari di kampus mitra.
Selain mempelajari STEM, Koding, dan AI, peserta juga akan mengikuti penguatan karakter, asesmen literasi, asesmen numerasi, pre-test, post-test, kunjungan ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pameran karya, serta program pengimbasan setelah pelatihan selesai.
Menurut Irene, kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem talenta yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan 27 perguruan tinggi mitra menunjukkan komitmen bersama dalam membangun pengembangan talenta yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya.
Peserta dari Berbagai Daerah Sambut Positif Program BTI
Program BTI 2026 juga mendapat sambutan positif dari peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Salah satunya datang dari Teuku Muda Laksamana, siswa SMAN Modal Bangsa Aceh Besar. Ia akan mengikuti pembinaan bidang Koding dan Penguatan Karakter bersama Universitas Bina Nusantara.
Menurut Teuku, program ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Saya ingin mengembangkan kemampuan diri, khususnya di bidang koding. Melalui program ini saya berharap dapat meningkatkan keterampilan teknis sekaligus mengembangkan kemampuan lain yang mendukung pengembangan diri saya,” ujarnya.
Sementara itu, Kornelia Maryorita Alomau, guru SMAN 1 Wamena, Papua Pegunungan, mengikuti program sebagai pemandu talenta bidang STEM dan Penguatan Karakter.
Ia menilai BTI menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat pembinaan talenta di sekolah.
Selain itu, Kornelia berharap semakin banyak peserta didik dari daerah-daerah terpencil yang memperoleh kesempatan serupa pada masa mendatang.
Dukung Indonesia Emas 2045
Kemendikdasmen menargetkan BTI 2026 mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Oleh karena itu, Suharti mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan program ini sebagai ruang belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring masa depan.
Menurutnya, keberhasilan besar tidak lahir dari kerja individu semata, melainkan dari kemampuan bekerja sama dan saling mendukung.
Melalui BTI 2026, Kemendikdasmen berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa sekaligus memperkuat manajemen talenta nasional menuju Indonesia Emas 2045.



