Kolaborasi SMA Tarakanita Magelang dan Sanggar Kinnara Kinnari, Sendratari Anoman Dhuta Curi Perhatian

Must read

EDUCARE.CO.ID – SMA Tarakanita Magelang menutup rangkaian kegiatan kokurikuler tahun pelajaran 2025/2026 melalui pertunjukan sendratari bertajuk Anoman Dhuta. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia.

Berdasarkan artikel Sendratari SMA Tarakanita Magelang, pementasan tersebut melibatkan peserta didik kelas X dan terlaksana melalui kolaborasi bersama Sanggar Kinnara Kinnari sebagai mitra pendamping selama proses latihan hingga malam pertunjukan.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menggabungkan penguatan karakter, kerja sama, serta pengalaman berkesenian secara langsung.

Kolaborasi Seni Berlangsung Lebih dari Dua Bulan

SMA Tarakanita Magelang memulai persiapan pertunjukan pada 11 Maret 2026 dan menjalankan latihan secara rutin hingga malam puncak pada 22 Mei 2026.

Selama proses tersebut, peserta didik menjalani berbagai tahapan latihan. Mereka mempelajari alur cerita Ramayana, memahami karakter tokoh, melatih gerak tari, membangun ekspresi, serta menyatukan ritme permainan antarpemeran.

Melalui pendampingan dari Sanggar Kinnara Kinnari, siswa memperoleh pengalaman langsung dari pelatih yang berpengalaman di bidang seni tari tradisional.

Selain mengasah teknik gerak dan kemampuan tampil, para peserta juga memahami nilai serta filosofi yang hadir dalam cerita pewayangan.

Karena itu, proses latihan tidak hanya membentuk keterampilan seni, tetapi juga menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri.

Membawa Kisah Ramayana Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Sendratari Anoman Dhuta mengangkat salah satu bagian penting dalam kisah Ramayana.

Cerita tersebut mengisahkan perjalanan Anoman sebagai utusan Rama menuju Alengka untuk menyampaikan pesan kepada Rahwana sekaligus mencari keberadaan Dewi Sinta.

Melalui cerita tersebut, siswa mengenal nilai keberanian, kesetiaan, keteguhan hati, dan semangat berkorban.

Nilai-nilai tersebut tetap relevan bagi generasi muda dan semakin mudah dipahami melalui pendekatan seni dan budaya.

Selain itu, pembelajaran berbasis pertunjukan memberi ruang bagi peserta didik untuk memahami budaya secara lebih dekat dan menyenangkan.

Puncak Acara Semakin Meriah dengan Bazar Kewirausahaan

Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 dan mendapat apresiasi dari orang tua, guru, serta tamu undangan yang hadir.

Penampilan para siswa menghadirkan perpaduan kostum, tata panggung, dan penghayatan karakter yang menunjukkan hasil latihan selama berbulan-bulan.

Tidak hanya itu, peserta didik kelas XI juga ikut memeriahkan acara melalui bazar makanan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman praktik kewirausahaan secara langsung. Mereka belajar mengelola penjualan, membangun kerja sama tim, hingga mengembangkan kreativitas dalam menawarkan produk.

Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada seni pertunjukan, tetapi juga memperluas pengalaman belajar peserta didik.

SMA Tarakanita Magelang berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik agar berkembang secara akademik, kreatif, dan berkarakter.

Melalui sendratari Anoman Dhuta, sekolah juga menunjukkan bahwa pembelajaran seni mampu menjadi sarana efektif untuk membangun kepercayaan diri, melestarikan budaya, serta menyiapkan generasi muda yang adaptif dan kreatif.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article