Dulu Memprihatinkan, Kini SLBN Pahlawan Indramayu Berubah Total Berkat Revitalisasi Sekolah

EduNews EduSchool

EDUCARE.CO.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus menghadirkan perubahan nyata di berbagai daerah, termasuk di SLBN Pahlawan Indramayu, Jawa Barat. Melalui program ini, sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah kini bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik. Tidak hanya mempercantik bangunan, revitalisasi ini juga berhasil membangkitkan semangat baru di kalangan murid untuk kembali aktif belajar di sekolah.

Perbaikan yang dilakukan mencakup rehabilitasi 12 ruang kelas dan satu unit toilet, lengkap dengan pengadaan meja, kursi, serta lemari penyimpanan di setiap ruang belajar. Bangunan sekolah juga disesuaikan dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus, mulai dari atap yang dibuat lebih tinggi agar ruangan sejuk, struktur yang diperkuat, hingga akses yang lebih mudah bagi pengguna kursi roda. Kini suasana belajar di sekolah tersebut jauh lebih kondusif dibandingkan sebelumnya yang dipenuhi debu, dinding rapuh, dan risiko bangunan roboh.

Tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, revitalisasi sekolah ini juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proses pembangunan melibatkan puluhan tenaga kerja lokal yang ikut berkontribusi selama pengerjaan berlangsung sekitar 10 minggu. Langkah ini menunjukkan bahwa program revitalisasi tidak hanya fokus pada pembenahan fasilitas pendidikan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar sekolah.

Perubahan paling terasa terlihat dari meningkatnya kehadiran dan kepedulian murid terhadap sekolah mereka. Jika sebelumnya guru harus rutin mengunjungi rumah siswa karena rendahnya partisipasi, kini hampir seluruh murid hadir dengan antusias setiap hari. Revitalisasi di SLBN Pahlawan Indramayu menjadi bukti bahwa ketika sekolah menjadi tempat yang nyaman dan layak, semangat belajar pun tumbuh lebih kuat, sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, siswa, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Kasus Gangguan Ginjal Akut Terus Menurun Sejak 18 Oktober

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *