Angkat Isu Digital Jadi RUU, Mahasiswa UIN Alauddin Raih Juara 1 Esai Nasional

EduNews EduScholar

EDUCARE.CO.ID , Makassar – Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Yoga Saputta, menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional. Mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum itu meraih Juara 1 Esai Ilmiah Nasional dalam rangka HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar. Pengumuman pemenang digelar di Jakarta pada 13 Februari 2026, menandai kemenangan Yoga di tengah persaingan ketat ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Yoga keluar sebagai juara lewat esai berjudul From Thread to Bill, sebuah gagasan yang lahir dari kegelisahannya melihat dinamika media sosial. Ia menyoroti betapa banyak isu publik yang ramai diperbincangkan anak muda di ruang digital, namun kerap menguap tanpa jejak dalam proses legislasi formal. Melalui konsep tersebut, Yoga menawarkan mekanisme agar diskursus digital tidak berhenti sebagai tren viral semata, melainkan dapat ditransformasikan menjadi produk kebijakan yang terstruktur dan diproses secara resmi.

Dalam esainya, Yoga mengusulkan arsitektur kelembagaan yang mampu menangkap, mengkurasi, dan mengolah aspirasi digital menjadi rancangan kebijakan. “Banyak gagasan cemerlang anak muda di media sosial berhenti sebagai tren sesaat. From Thread to Bill lahir dari kegelisahan itu. Kita butuh jembatan yang konkret agar diskursus digital tidak hanya viral, tetapi juga bertransformasi menjadi kebijakan yang berdampak,” ujarnya di Makassar, Selasa (24/2/2026). Gagasan tersebut dinilai visioner, relevan dengan perkembangan demokrasi digital, serta memiliki kedalaman analisis hukum dan kebijakan oleh dewan juri nasional.

Kompetisi yang diikuti 201 pelajar dan mahasiswa se-Indonesia ini dimulai pada 31 Januari 2026. Pada 10 Februari, Yoga masuk 20 besar dan melaju ke tahap presentasi di hadapan dewan juri, hingga akhirnya diumumkan sebagai Juara 1. Ketua Jurusan Hukum Tatanegara UIN Alauddin Makassar, Andi Muhammad Akmal, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti kapasitas akademik mahasiswa di level nasional. Bagi Yoga, proses seleksi yang kompetitif menjadi pengalaman berharga yang menegaskan pentingnya riset, argumentasi hukum yang kokoh, serta keberanian mempertahankan gagasan. Prestasi ini pun diharapkan menginspirasi mahasiswa lain untuk terus melahirkan ide-ide solutif yang relevan dengan tantangan zaman.

BACA JUGA:  Siswa MAN 2 Wonosobo Sabet 8 Emas Kejuaraan Nasional Pelajar Pencak Silat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *