NusaEdufy: Inovasi UI yang Sinergikan Hiburan Digital dan Budaya Indonesia

EduSchool EduTechno

EDUCARE.CO.ID, Di tengah maraknya konten impor untuk anak-anak, Universitas Indonesia (UI) menghadirkan terobosan baru lewat platform interaktif NusaEdufy, yang menyinergikan hiburan digital dan budaya Indonesia. Inovasi ini menjadi jawaban atas keresahan orang tua terhadap minimnya media digital yang aman, edukatif, dan bernilai lokal.

Edukasi Anak Melalui Teknologi

Menurut data BPS 2024, 32 persen anak usia dini di perkotaan telah mengakses internet, sementara sebagian besar masih mengonsumsi konten asing. Melihat fenomena itu, tim lintas disiplin dari UI mengembangkan NusaEdufy sebagai solusi digital yang edukatif sekaligus mengedepankan nilai budaya.

“Kami ingin screen time anak tidak lagi pasif, melainkan aktif, interaktif, dan mendidik,” ujar Senopati Adi Prakoso, Project Director NusaEdufy.

Cerita Interaktif Berbasis Nilai Lokal

Dalam platform NusaEdufy, dua karakter utama — Asha dan Arsa — mengajak anak-anak berinteraksi melalui cerita penuh pilihan moral. Misalnya, ketika karakter Bu Icih kesulitan, anak-anak dapat memilih membantu atau tidak. Setiap cerita berdurasi 3–6 menit, sesuai rekomendasi WHO agar anak-anak tidak berlebihan menggunakan gawai.

“Anak usia 0–6 tahun berada pada golden period. Ini masa terbaik mengenalkan nilai budaya dan karakter,” jelas Muhammad Syakur, anggota tim.

Aman, Edukatif, dan Bernuansa Budaya

Berbeda dari platform lain yang sekadar menarik perhatian, NusaEdufy menonjolkan nilai edukasi dan karakter. Visual berwarna pastel membuatnya nyaman di mata, sementara teks naratif mendukung kebiasaan membaca.

Menurut Senopati, “Dengan NusaEdufy, orang tua bisa memastikan screen time anak tidak sia-sia — ada manfaat kognitif, emosional, sekaligus kultural.”

Mendukung SDGs dan Dapat Pendanaan Rp50 Juta

Selain mengenalkan budaya, NusaEdufy turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan kemitraan. Aplikasi ini diharapkan mampu menjangkau jutaan anak usia dini di Indonesia.

BACA JUGA:  FKG UI Raih Rekor MURI Pemeriksaan Gigi Anak Disabilitas

Ketua Prodi Bisnis Kreatif Vokasi UI, Hadining Kusumastuti, S.Sos., M.Ak., mengapresiasi capaian tim yang berhasil meraih pendanaan inkubasi Rp50 juta.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ide kreatif mereka diakui dan mampu menjadi solusi nyata yang memadukan pendidikan, teknologi, dan budaya,” ujarnya.

Dengan semangat inovasi, NusaEdufy membuktikan bahwa hiburan digital bisa menjadi sarana pelestarian budaya Indonesia — mendidik sekaligus menginspirasi generasi penerus bangsa.

( SCP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *