EDUCARE.CO.ID – Siswa sekolah dasar (SD) Indonesia mencatat prestasi gemilang di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 2026. Sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia sukses mengumpulkan 61 medali dalam kompetisi matematika dan sains tingkat internasional tersebut.
Capaian itu terdiri dari 6 medali emas, 27 medali perak, dan 28 medali perunggu. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan potensi siswa Indonesia dalam bidang matematika dan sains sejak jenjang sekolah dasar.
IMSO merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan siswa SD dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan ke-23, Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.
Kegiatan berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, Jawa Barat.
Berdasarkan sumber laman resmi Kemendikdasmen, IMSO tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta. Ajang ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun sportivitas, ketangguhan, dan persahabatan lintas negara.
Indonesia Raih 61 Medali dari Dua Bidang
Kontingen Indonesia tampil kuat pada dua bidang utama IMSO 2026, yakni sains dan matematika.
Pada bidang sains, siswa Indonesia meraih 2 medali emas, 14 medali perak, dan 14 medali perunggu. Sementara itu, bidang matematika menghasilkan 4 medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu.
Berikut rincian perolehan medali Indonesia:
Sains
- Emas: 2 medali
- Perak: 14 medali
- Perunggu: 14 medali
Matematika
- Emas: 4 medali
- Perak: 13 medali
- Perunggu: 14 medali
Total tersebut membawa Indonesia mengoleksi 61 medali sepanjang IMSO ke-23.
IMSO Bukan Sekadar Adu Kemampuan Akademik
Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, menilai IMSO memiliki makna lebih luas daripada kompetisi akademik.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, peserta juga belajar tentang sportivitas dan kerja sama. Mereka bertemu dengan siswa dari berbagai negara dan membangun persahabatan melalui kegiatan bersama.
“IMSO jauh lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah sebuah keluarga besar internasional yang dipersatukan oleh semangat penemuan dan rasa saling menghormati,” tutur Ridwan, dikutip dari laman resmi Kemendikdasmen, Kamis (8/10/2026).
Menurut Ridwan, peserta IMSO ke-23 juga membawa peran sebagai duta sains dan matematika. Pengalaman selama kompetisi diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berkontribusi pada masa depan.
Enam Hari Diisi Seminar hingga Wisata Edukasi
Rangkaian IMSO 2026 berlangsung selama enam hari. Panitia tidak hanya menghadirkan agenda kompetisi.
Peserta juga mengikuti seminar internasional dan malam kebudayaan. Mereka kemudian mendapat kesempatan mengikuti wisata edukasi ke Taman Mini Indonesia Indah.
Rangkaian tersebut memberi pengalaman yang lebih luas kepada peserta. Mereka dapat mengenal budaya Indonesia sekaligus berinteraksi dengan peserta dari negara lain.
Konsep ini membuat IMSO menjadi ruang pertemuan antara kompetisi, pembelajaran, dan pertukaran budaya.
Komite Sains Soroti Sejumlah Konsep yang Perlu Diperdalam
Selain menghasilkan perolehan medali, IMSO ke-23 juga menghasilkan laporan akademik untuk bidang matematika dan sains.
Komite Akademik Bidang Sains menilai peserta secara umum memiliki pemahaman konsep sains yang baik. Meski begitu, beberapa materi masih membutuhkan pendalaman.
Catatan tersebut mencakup penyajian grafik, gravitasi dan percepatan, arus serta hambatan listrik. Peserta juga perlu memperkuat pemahaman tentang penguapan, kondensasi, serta perbedaan unsur, senyawa, dan campuran.
Pemahaman yang lebih kuat akan membantu siswa menerapkan konsep sains pada situasi yang lebih luas. Karena itu, hasil evaluasi dapat menjadi bahan pengembangan pembelajaran berikutnya.
Komite Akademik Sains juga mengapresiasi kemampuan komunikasi dan kerja sama peserta saat menjalani tes eksperimen.
Namun, sebagian peserta masih lebih banyak mengandalkan hasil pengamatan. Mereka perlu lebih sering menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep ilmiah yang relevan.
Persaingan IMSO 2026 Berlangsung Sangat Ketat
IMSO ke-23 juga menghadirkan persaingan yang ketat. Perbedaan nilai antara peserta peraih medali perak dan perunggu sangat tipis.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kemampuan peserta yang mengikuti kompetisi. Setiap poin menjadi penting dalam menentukan posisi akhir.
Bagi Indonesia, raihan 61 medali menjadi capaian penting dalam penyelenggaraan IMSO 2026. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa siswa SD Indonesia memiliki talenta kuat di bidang matematika dan sains.
Ke depan, pengalaman dari kompetisi internasional seperti IMSO dapat menjadi bekal untuk memperkuat pembinaan talenta akademik sejak usia sekolah dasar.

