UNAIR Luncurkan 4 Kosmetik Teknologi Nano, Sudah Ada Izin BPOM dan Halal

Must read

EDUCARE.CO.ID – Universitas Airlangga (UNAIR) terus membawa hasil riset kampus lebih dekat kepada masyarakat. Kali ini, Fakultas Farmasi UNAIR meluncurkan empat produk kosmetik berbasis nanoteknologi.

Peluncuran tersebut berlangsung dalam rangka Dies Natalis ke-63 Fakultas Farmasi UNAIR. Keempat produk itu mencakup serum antipenuaan, facial wash, tabir surya, dan sabun mandi.

Berdasarkan keterangan Universitas Airlangga (UNAIR), produk tersebut lahir dari penelitian dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi. Karena itu, peluncuran ini menjadi bagian dari langkah UNAIR memperkuat hilirisasi hasil riset.

UNAIR Dorong Riset Masuk ke Pasar

Rektor UNAIR Prof. Muhammad Madyan mengatakan Fakultas Farmasi terus mendorong hasil penelitian agar memberi manfaat yang lebih luas.

Menurut Madyan, proses tersebut membutuhkan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dengan kolaborasi itu, peneliti dapat mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan pasar.

“Produk ini merupakan hasil dari upaya-upaya Fakultas Farmasi menghilirisasi riset dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Muhammad Madyan.

Selain itu, UNAIR membuka peluang kerja sama dengan mitra industri. Kampus juga siap mengembangkan penelitian berdasarkan kebutuhan konsumen.

“Kami siap mengerjakan riset sesuai permintaan pasar. Kami juga menawarkan produk inovasi terbaru hasil temuan para peneliti kami,” katanya.

Riset Kosmetik Nanoteknologi Berjalan Sejak 2015

Ketua PUI-PT SCT UNAIR, Prof. apt. Tristiana Erawati Munandar, menjelaskan bahwa tim peneliti telah mengembangkan riset kosmetik tersebut sejak 2015.

Dalam pengembangannya, peneliti memanfaatkan teknologi nano berbasis lipid. Teknologi ini membantu bahan aktif tertentu bekerja lebih optimal pada kulit.

Salah satu bahan aktif yang menjadi perhatian tim ialah Coenzyme Q10 (Q10). Tim mengembangkan teknologi nano tersebut untuk membantu Q10 masuk lebih dalam ke kulit.

Dengan pendekatan tersebut, tim kemudian mengembangkan beberapa produk kosmetik untuk kebutuhan perawatan kulit.

Ada Serum, Sunscreen, hingga Facial Wash

Tristiana menjelaskan bahwa pengembangan riset kini menghasilkan empat produk kosmetik.

“Saat ini ada empat produk, yaitu sunscreen, serum antipenuaan, dan facial wash atau sabun muka,” kata Tristiana.

Selain tiga produk yang ia sebutkan, Fakultas Farmasi UNAIR juga meluncurkan sabun mandi. Dengan demikian, empat produk tersebut mencakup kebutuhan perawatan kulit yang lebih beragam.

Keempatnya memanfaatkan hasil pengembangan riset nanoteknologi dari Fakultas Farmasi UNAIR.

Produk Sudah Mengantongi Izin BPOM

Tidak berhenti pada tahap penelitian, tim juga membawa produk menuju tahap komersialisasi. Seluruh produk telah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, produk tersebut telah memiliki sertifikat halal. Karena itu, masyarakat dapat memperoleh produk melalui mitra industri yang bekerja sama dengan UNAIR.

Langkah ini memperlihatkan proses hilirisasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi. Tim juga menyiapkan produk agar dapat masuk ke pasar.

Masyarakat Bisa Membeli Langsung

Tristiana menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu menunggu pesanan khusus untuk mendapatkan produk tersebut.

“Barang ini tidak memakai sistem pesanan khusus, melainkan siap dijual langsung kepada publik bersama mitra industri,” ujarnya.

Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat memperoleh produk melalui jalur pemasaran yang telah disiapkan bersama mitra industri.

Sementara itu, mitra industri mendapat peluang untuk membawa hasil riset perguruan tinggi ke pasar. Kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan produk berikutnya.

Hilirisasi Riset Jadi Fokus Pengembangan

Peluncuran empat kosmetik ini menunjukkan langkah Fakultas Farmasi UNAIR dalam mengembangkan hasil penelitian menjadi produk nyata.

Sebelumnya, tim telah menjalankan riset selama bertahun-tahun. Kemudian, peneliti mengembangkan teknologi tersebut menjadi formulasi kosmetik yang dapat digunakan masyarakat.

Di sisi lain, kerja sama dengan industri membantu mempercepat proses komersialisasi. Kampus dapat fokus pada riset dan inovasi, sedangkan mitra industri mendukung proses produksi serta pemasaran.

Karena itu, kolaborasi kampus dan industri menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem hilirisasi riset.

Riset Mahasiswa dan Dosen Beri Manfaat Lebih Luas

UNAIR melalui Fakultas Farmasi tidak hanya mendorong mahasiswa dan dosen menghasilkan penelitian. Kampus juga berupaya membawa hasil penelitian tersebut menuju tahap pemanfaatan.

Melalui produk kosmetik berbasis nanoteknologi, hasil riset kini memiliki jalur yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, inovasi tersebut dapat membuka peluang pengembangan produk baru pada masa mendatang.

Pada akhirnya, empat produk kosmetik tersebut menjadi contoh bagaimana riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai guna dan peluang pasar.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article