EDUCARE.CO.ID – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Reyog Laskar Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menorehkan prestasi membanggakan dalam debut perdananya di Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) 2026. Pada ajang yang berlangsung di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo, Jawa Timur, 11–14 Juni 2026 itu, tim berhasil meraih penghargaan sebagai penyaji terbaik ke-6.
Pencapaian tersebut terasa istimewa karena UKM Reyog Laskar Sawunggaling masih tergolong baru di lingkungan kampus. Meski demikian, semangat dan kerja keras para mahasiswa mampu mengantarkan mereka bersaing di salah satu festival reog paling bergengsi di Indonesia.

Berawal dari Keinginan Melestarikan Budaya
Pembina UKM Reyog Laskar Sawunggaling Unesa, Setyo Yanuartuti, mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan kelompok reog di kampus sudah muncul sejak lama. Sebagai putra daerah Ponorogo, ia melihat banyak mahasiswa Unesa yang memiliki kemampuan dan minat besar di bidang seni reog.
Menurutnya, keberadaan UKM ini menjadi wadah untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup di kalangan generasi muda.
“Banyak mahasiswa asal Ponorogo yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang reog. Dari situlah muncul keinginan membentuk komunitas yang kemudian berkembang menjadi UKM Reyog Laskar Sawunggaling,” ujarnya.
Dukungan Kampus Perkuat Perkembangan UKM
Perjalanan UKM Reyog Laskar Sawunggaling tidak berlangsung instan. Pada tahap awal, kelompok ini hanya memiliki satu dadak merak yang berasal dari hasil pengadaan kegiatan penelitian tim dosen.
Seiring waktu, dukungan dari universitas, fakultas, laboratorium seni, alumni, serta mahasiswa terus mengalir. Bantuan tersebut membuat perlengkapan reog semakin lengkap dan memungkinkan UKM berkembang lebih cepat.
Namun, tantangan terbesar muncul saat tim memutuskan mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo 2026.
Persiapan Singkat, Semangat Tetap Menyala
Tim mulai mempersiapkan diri sejak April 2026. Waktu yang tersedia relatif singkat karena sejumlah anggota inti juga terlibat dalam kegiatan dan kompetisi nasional lainnya.
Kondisi tersebut membuat latihan harus dibagi ke dalam beberapa kelompok. Bahkan, kehadiran anggota yang tidak selalu lengkap sempat memunculkan keraguan untuk tampil di ajang nasional tersebut.
Meski begitu, semangat mahasiswa tidak surut. Mereka tetap menjalani latihan secara intensif dan berusaha memaksimalkan waktu yang tersedia.
“Anak-anak memiliki semangat yang sangat besar untuk berangkat dan tampil. Itu yang membuat kami terus maju,” kata Setyo.
Mahasiswa Jadi Motor Kreativitas Pertunjukan
Kesuksesan penampilan Reyog Laskar Sawunggaling tidak lepas dari kontribusi mahasiswa lintas angkatan. Mereka terlibat sebagai penata tari, penata musik, pemain, hingga tim produksi.
Salah satu sosok penting di balik pertunjukan tersebut ialah Calvin Desta Nanda Saputra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik angkatan 2024 yang dipercaya sebagai koreografer.
Meski masih berada pada tahun awal perkuliahan, Calvin berani mengambil tanggung jawab besar dalam proses penciptaan karya. Ia mengaku sempat ragu karena latihan sering berlangsung dengan jumlah anggota yang tidak lengkap.
Namun, dedikasi teman-temannya membuat ia memilih untuk terus berjuang hingga hari penampilan tiba.
“Melihat waktu dan tenaga yang sudah diberikan teman-teman selama latihan, kami merasa harus tetap maju dan memberikan yang terbaik,” ungkap Calvin.
Jadi Bekal untuk Prestasi yang Lebih Tinggi
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Penampilan UKM Reyog Laskar Sawunggaling mendapat apresiasi dari dewan juri dan penonton, sehingga berhasil menembus jajaran penyaji terbaik dalam Festival Nasional Reog Ponorogo 2026.
Prestasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas karya seni, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan kreativitas di bidang budaya.
Ke depan, UKM Reyog Laskar Sawunggaling berencana memperkuat program pembinaan dan regenerasi anggota agar mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi sekaligus memperkenalkan budaya reog kepada generasi muda.



