educare.co.id, Bandung – Tim Skincredible dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) berhasil meraih juara kedua dalam ajang Business Plan Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan ParagonCorp. Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Zakiyya Zahra Kamila, Almira Nindita Firstidyandra, dan Jeanne Belle Leo Fiona.
Kompetisi tersebut mengusung tema “Sustainable Innovations in the Beauty Industry: Merging Technology and Sustainability for a Brighter Future.” Dari berbagai subtema yang tersedia, Tim Skincredible memilih “Eco-Friendly Processing System for Beauty Products” dengan tujuan menghadirkan inovasi dalam sistem pengolahan produk kecantikan yang ramah lingkungan.
Keikutsertaan dalam kompetisi ini didasari oleh motivasi untuk terus berprestasi meskipun berada di tahun akhir perkuliahan. Selain itu, tema yang diangkat dinilai relevan dengan latar belakang mereka.
Tim Skincredible menghadirkan inovasi bertajuk #GOTG dengan slogan “Glow On The Go, Your One-Stop Beauty Solution.” Inovasi ini berupa mesin isi ulang produk perawatan kulit dasar seperti pembersih wajah, tabir surya, dan pelembap yang dapat dipersonalisasi sesuai jenis kulit pelanggan. Desainnya terinspirasi dari photobooth dan dilengkapi dengan teknologi skin self-check analyzer yang terhubung dengan aplikasi untuk menganalisis kondisi kulit pengguna.
Melalui kompetisi ini, tim mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama dalam bidang bisnis dan manajemen yang sebelumnya belum mereka kuasai. “Tentunya kami mendapat banyak hal baru. Pertama, ilmu bisnis dan manajemen yang sebelumnya asing, apalagi kami tidak punya basic apapun dalam ilmu ini, ternyata seru untuk dipelajari. Juga kemampuan untuk meng-influence juri agar memilih inovasi kami hingga bisa lolos ke tahap final,” ujar Zakiyya, dalam siaran tertulis itb (18/2).
Jeanne menambahkan bahwa pengalaman ini juga membuka jaringan pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas. Sementara itu, Almira menyoroti pentingnya bimbingan mentor dalam perjalanan kompetisi. “Mencari mentor itu seperti mencari pasangan, harus cocok. Tapi begitu menemukan yang pas, hasilnya benar-benar mengubah permainan,” ujarnya.
Meski ini merupakan pengalaman pertama mereka dalam kompetisi business plan, Tim Skincredible berhasil membuktikan bahwa keyakinan dan kerja keras berbuah hasil. “Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa strategi yang kuat dan ide inovatif adalah kunci utama dalam kompetisi seperti ini,” pungkas Almira.



