Tim Le Energies ITB Raih Runner-up dalam Geothermal Development Plan Competition IPFEST 2025
educare.co.id, Bandung – Empat mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2021 yang tergabung dalam tim Le Energies berhasil meraih posisi runner-up dalam ajang Geothermal Development Plan Competition pada rangkaian Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2025. Penyerahan penghargaan dilakukan di Hotel Aryaduta Bandung, Sabtu (22/2/2025).
Tim Le Energies terdiri dari Ghifari Handzalah Suardini, M. Faza Rosyada, Reihan Mohammad Erizal, dan Ignatius Bima Torence. Mereka bersaing dalam kompetisi berskala internasional yang berfokus pada pengembangan teknologi dan pemanfaatan energi, khususnya di sektor geotermal.
Kompetisi Geothermal Development Plan sendiri menantang peserta untuk menyusun rencana pengembangan lapangan geotermal, dimulai dari analisis data 3G survey yaitu geologi, geokimia, dan geofisika hingga tahap eksplorasi dan eksploitasi. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Optimizing Advanced Technology to Enhance Geothermal Energy Utilization”.
Dalam kompetisi tersebut, tim Le Energies mengajukan model konseptual tentatif berbasis data 3G survey. Model ini memberikan gambaran awal terhadap kondisi bawah permukaan lapangan geotermal dan menjadi dasar pengembangan tahap selanjutnya.

“Seluruh fase diperhitungkan pula keenomiannya untuk menjawab apakah lapangan geotermal tersebut feasible atau tidak untuk dikembangkan dengan memperhitungkan risiko dan aspek sosial dan lingkungan,” ujar Ghifari dalam siaran tertulis ITB (10/4).
Setelah menganalisis potensi sumber daya dan cadangan yang tersedia, tim melanjutkan perencanaan dengan menyusun strategi pengeboran (drilling), delineasi, serta pengembangan lapangan secara komprehensif. Selain pendekatan teknis, perhitungan keekonomian dan pertimbangan sosial-lingkungan juga menjadi bagian penting dalam rencana tersebut.
Kompetisi ini bukan tanpa tantangan. Tim Le Energies harus menghadapi keterbatasan waktu di tengah kesibukan masing-masing anggota, serta kompleksitas materi yang mencakup multidisiplin ilmu seperti geologi, geokimia, geofisika, reservoir engineering, pengeboran, pemrosesan energi, ekonomi, dan aspek Health, Safety, and Environment (HSE). Namun, dengan dukungan dari para mentor Muhammad Satriyo, Afdhal Baravanni, Esty Mustika, Dinda Permatasari RB, dan Garindra Abrari—tim berhasil melewati tantangan tersebut dan mencetak prestasi membanggakan.
Capaian ini menegaskan kompetensi mahasiswa ITB dalam menjawab tantangan energi masa depan serta memanfaatkan potensi geotermal melalui pendekatan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.
