EDUCARE.CO.ID – Pisang goreng membawa kuliner Indonesia ke posisi teratas daftar dessert terbaik Asia Tenggara versi TasteAtlas. Camilan sederhana yang akrab di warung dan pedagang kaki lima ini mengungguli sejumlah kudapan manis dari negara tetangga.
TasteAtlas menyusun daftar 100 dessert terbaik di Asia Tenggara berdasarkan ribuan penilaian pengguna yang telah melalui proses penyaringan. Daftar tersebut mencakup berbagai hidangan khas Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Malaysia.
Menariknya, Indonesia menempatkan dua kudapan sekaligus dalam tujuh besar, yakni pisang goreng dan klepon. Sementara itu, Thailand menyumbang dua hidangan, Filipina juga memiliki dua wakil, dan Malaysia melengkapi daftar tersebut.
Berikut tujuh dessert terenak di Asia Tenggara menurut daftar TasteAtlas.
1. Pisang Goreng, Indonesia
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439167/original/080873300_1684911560-shutterstock_2220175069.jpg)
Pisang goreng menempati peringkat pertama dalam daftar ini. Masyarakat Indonesia mengenal camilan tersebut sebagai jajanan sederhana yang mudah ditemukan di berbagai daerah.
Pedagang biasanya membalut potongan pisang dengan adonan tepung, lalu menggorengnya hingga berwarna keemasan. Namun, beberapa daerah juga memiliki versi pisang goreng tanpa lapisan tepung.
Nama kudapan ini pun beragam. Masyarakat Bali mengenalnya sebagai godoh biu, sedangkan sebagian masyarakat Jawa menyebutnya gedhang gorèng.
Selain menyantapnya langsung, pencinta kuliner bisa menikmati pisang goreng dengan taburan gula halus, bubuk kayu manis, saus cokelat, atau es krim. Variasi penyajian tersebut membuat camilan tradisional ini cocok untuk berbagai selera.
TasteAtlas merekomendasikan Warung Kopi Klotok di Yogyakarta sebagai salah satu tempat untuk mencicipi pisang goreng. Kudapan serupa juga hadir di negara tetangga, seperti maruya di Filipina dan kuih kodok di Malaysia.
2. Khanom Khrok, Thailand

Thailand menempati posisi kedua melalui khanom khrok, kue mungil berbahan tepung beras dan santan. Bentuknya menyerupai serabi Indonesia, tetapi pembuatnya menggunakan cetakan besi dengan lubang-lubang bulat kecil.
Teknik memasak tersebut menghasilkan bagian luar yang sedikit renyah dan bagian dalam yang lembut menyerupai custard. Perpaduan tekstur ini menjadi salah satu daya tarik khanom khrok.
Pedagang menawarkan beragam isian, mulai dari daun bawang, talas, jagung, hingga labu kuning. Karena itu, setiap variasi menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.
Di Thailand, wisatawan mudah menemukan khanom khrok di pedagang kaki lima. Kudapan ini juga pernah masuk daftar pancake terbaik di Asia Tenggara versi TasteAtlas.
3. Klepon, Indonesia

Selain pisang goreng, Indonesia menempatkan klepon di peringkat ketiga. Kue tradisional ini terkenal dengan bentuk bola-bola kecil berwarna hijau, taburan kelapa parut, dan isian gula aren cair.
Pembuat klepon menggunakan tepung beras ketan sebagai bahan utama. Sementara itu, daun pandan atau daun suji memberikan warna hijau alami sekaligus aroma khas.
Klepon memiliki kaitan erat dengan tradisi kuliner Jawa. Meski demikian, masyarakat di sejumlah wilayah lain juga mengenal kudapan serupa dengan nama berbeda, termasuk onde-onde atau buah melaka.
Penjual biasanya menyajikan klepon di atas daun pisang. Untuk mendapatkan sensasi khasnya, nikmati kue ini ketika gula aren di dalamnya masih cair.
Kehadiran klepon bersama pisang goreng dalam daftar TasteAtlas turut menyoroti keragaman jajanan tradisional Indonesia yang tetap dikenal hingga kini.
4. Khao Niao Mamuang, Thailand

Khao niao mamuang atau mango sticky rice menjadi wakil Thailand berikutnya. Dessert ini memadukan ketan kukus, santan manis, dan potongan mangga matang yang segar.
Meski menggunakan bahan sederhana, hidangan ini menawarkan kombinasi rasa yang khas. Ketan menghadirkan tekstur pulen, santan memberikan sentuhan gurih, sedangkan mangga menambah rasa manis dan segar.
Wisatawan dapat menemukan mango sticky rice di berbagai tempat di Thailand, mulai dari restoran hingga pedagang kaki lima. TasteAtlas merekomendasikan Mae Varee, Soi 38, dan Kor Panich di Bangkok sebagai tempat untuk mencicipinya.
Popularitas hidangan ini juga menjangkau pencinta kuliner internasional. Bahkan, khao niao mamuang pernah masuk daftar 100 dessert terbaik dunia versi TasteAtlas.
5. Leche Flan, Filipina

Filipina menempati posisi kelima melalui leche flan, puding karamel yang memadukan telur, susu, gula, dan aroma vanila. Pembuatnya biasanya menuangkan adonan ke dalam cetakan logam lonjong yang dikenal sebagai llanera.
Masyarakat Filipina kerap menyajikan leche flan saat perayaan, acara keluarga, dan berbagai momen berkumpul. Teksturnya yang lembut serta rasa karamelnya yang manis membuat dessert ini populer sebagai hidangan penutup.
Sejarah leche flan berkaitan dengan masa kolonial Spanyol. Pengaruh tersebut turut membentuk tradisi pembuatan puding karamel di Filipina.
Untuk menikmati cita rasanya, dinginkan leche flan terlebih dahulu, lalu sajikan bersama saus karamel. Selain itu, masyarakat Filipina juga menambahkan potongan puding ini ke dalam halo-halo, dessert es serut dengan beragam isian.
TasteAtlas merekomendasikan Manam Comfort Food dan Kabila sebagai tempat untuk mencicipi leche flan.
6. Turon, Filipina
Turon menjadi wakil Filipina berikutnya dalam daftar tujuh besar. Camilan manis ini menggunakan pisang saba dan nangka sebagai bahan utama.
Pembuat turon mengiris buah memanjang, menambahkan gula merah, lalu membungkusnya dengan kulit tipis sebelum menggorengnya hingga renyah dan berwarna keemasan.
Teknik pembuatannya memiliki kemiripan dengan lumpia atau spring roll. Namun, penggunaan buah dan gula memberikan karakter manis yang membedakan turon dari lumpia dengan isian gurih.
Sebelum menyajikannya, penjual kerap menambahkan saus karamel atau taburan wijen sangrai. Hasilnya, turon menawarkan perpaduan kulit renyah dan isian buah yang manis.
Di Filipina, pedagang kaki lima menjual turon sebagai camilan sore yang praktis dan mengenyangkan. TasteAtlas mencantumkan Locavore dan Smokin’ Hot BarBQ sebagai tempat untuk mencicipi versi yang mereka rekomendasikan.
7. Apam Balik, Malaysia

Malaysia melengkapi daftar tujuh besar melalui apam balik, pancake lipat bercita rasa manis. Kudapan ini juga populer di Indonesia, Brunei, dan Singapura, meski setiap wilayah memiliki sebutan serta variasi tersendiri.
Cara pembuatan memengaruhi tekstur apam balik. Sebagian penjual menawarkan versi tipis dan renyah, sedangkan penjual lainnya membuat adonan lebih tebal agar bagian dalamnya terasa lembut.
Apam balik tradisional menggunakan kacang tanah cincang, gula, dan mentega sebagai isian. Seiring perkembangan selera konsumen, penjual menghadirkan variasi modern dengan jagung, keping cokelat, kismis, hingga keju parut.
Asal-usul apam balik belum memiliki catatan yang pasti. Namun, TasteAtlas menyebut kudapan ini diyakini pertama kali diperkenalkan di Penang oleh imigran Tionghoa dari Provinsi Fujian.
Pisang Goreng dan Klepon Perkenalkan Kekayaan Kuliner Indonesia
Peringkat TasteAtlas menempatkan pisang goreng di posisi pertama dan klepon di posisi ketiga dalam daftar dessert terbaik Asia Tenggara. Hasil tersebut menyoroti dua jajanan tradisional Indonesia yang memiliki karakter dan cita rasa berbeda.
Pisang goreng mengandalkan perpaduan pisang dan tekstur renyah, sedangkan klepon menawarkan sensasi gula aren cair di dalam balutan adonan ketan. Keduanya juga mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, daftar tersebut memperlihatkan kekayaan kuliner negara-negara Asia Tenggara. Thailand mengandalkan kue berbahan beras dan dessert ketan mangga, Filipina menghadirkan puding karamel serta camilan pisang, sementara Malaysia menawarkan pancake manis dengan beragam isian.

