EDUCARE.CO.ID – SMP PGRI 2 Ciledug, Kota Tangerang, terus mengembangkan asesmen berbasis teknologi. Sekolah tersebut menggunakan Computer Based Test (CBT) untuk pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) ganjil pada Kamis (24/9/2026).
Sekolah yang beralamat di Jalan KH. Moh. Ilyas No. 20, Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, itu sudah menerapkan sistem asesmen digital sejak 2017.
Sistem tersebut tidak hanya digunakan untuk ASTS. Sekolah juga memakainya untuk berbagai bentuk penilaian siswa.
Pelaksanaan ASTS kali ini turut mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Anastasia Tri Setiyawati, datang langsung untuk memantau pelaksanaan asesmen.
Dinas Pendidikan Apresiasi Sistem CBT
Anastasia mengapresiasi kesiapan SMP PGRI 2 Ciledug dalam menjalankan asesmen digital.
Menurutnya, sekolah tersebut sudah mampu mengelola sistem CBT secara mandiri. Sekolah juga konsisten menggunakan teknologi dalam proses penilaian siswa.
Anastasia menilai sistem CBT dapat membantu sekolah mendapatkan gambaran kemampuan siswa secara lebih objektif.
Sistem tersebut juga memberi tantangan berbeda kepada setiap peserta didik. Karena itu, siswa perlu mengandalkan kemampuan sendiri saat mengerjakan soal.
“Anak-anak mengerjakan asesmen itu dengan pemikiran sendiri, tanpa bisa melihat dari aplikasi lain, misalkan AI, Google, dan yang lain-lainnya. Jadi, memang yang mereka kerjakan itu murni dari hasil pemikiran anak-anak ini,” ujar Anastasia.
CBT Membatasi Akses ke Aplikasi Lain
SMP PGRI 2 Ciledug merancang sistem CBT untuk mengurangi peluang siswa mencari jawaban dari sumber lain.
Saat asesmen berlangsung, siswa tidak dapat berpindah dengan bebas ke aplikasi lain. Sistem juga membantu sekolah mengontrol proses pengerjaan.
Selain itu, sekolah memberikan soal yang berbeda kepada siswa. Cara tersebut dapat mengurangi peluang siswa saling menyalin jawaban.
Dengan pola itu, hasil asesmen dapat memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kemampuan masing-masing siswa.
SMP PGRI 2 Ciledug Terapkan CBT Sejak 2017
Kepala SMP PGRI 2 Ciledug, Marsono, mengatakan sekolah sudah memakai sistem asesmen digital sejak 2017.
Penerapannya mencakup berbagai bentuk penilaian. Sekolah menggunakan sistem tersebut untuk penilaian harian, asesmen tengah semester, asesmen akhir semester, hingga ujian sekolah.
“Kami menggunakan sistem digital ini sejak tahun 2017. Itu semua asesmen, bentuk asesmen, baik penilaian harian, akhir semester, bahkan juga ujian, itu sudah full dengan sistem ini,” ujar Marsono.
Menurut Marsono, penggunaan teknologi membuat sekolah memiliki pola penilaian yang lebih terstruktur.
Siswa juga terbiasa mengerjakan asesmen menggunakan perangkat digital. Kebiasaan tersebut sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Soal Berbeda Bantu Kurangi Kecurangan
Salah satu strategi sekolah terletak pada pengaturan soal. Setiap siswa dapat memperoleh susunan atau soal yang berbeda.
Langkah tersebut membuat siswa tidak mudah melihat jawaban milik teman di sebelahnya.
Selain itu, sistem membatasi akses siswa selama proses pengerjaan. Mereka tidak dapat dengan mudah membuka Google, aplikasi AI, atau sumber digital lain untuk mencari jawaban.
Sekolah pun dapat lebih fokus menilai kemampuan siswa. Hasil asesmen tidak hanya menunjukkan nilai akhir, tetapi juga menggambarkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal secara mandiri.
Dinas Pendidikan Siapkan Pengembangan ke Sekolah Lain
Penerapan CBT di SMP PGRI 2 Ciledug juga membuka peluang untuk dikembangkan di sekolah lain.
Anastasia mengatakan Dinas Pendidikan Kota Tangerang akan melihat pengalaman sekolah tersebut sebagai salah satu bahan pertimbangan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat sekolah perlu terus menyesuaikan metode pembelajaran dan penilaian.
“Sistem ini terbukti memberikan keuntungan besar bagi peserta didik. Memang kita terus dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman di bidang teknologi,” kata Anastasia.
Dinas Pendidikan Kota Tangerang juga akan berkoordinasi dengan sekolah lain untuk mengenalkan penerapan asesmen berbasis CBT.
“Kita akan koordinasikan hingga diinformasikan ke sekolah-sekolah lainnya untuk mengadopsi metode asesmen berbasis CBT,” lanjutnya.
Digitalisasi Asesmen Jadi Bagian dari Inovasi Sekolah
Penggunaan CBT menunjukkan upaya SMP PGRI 2 Ciledug mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
Sekolah tidak hanya menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar. Mereka juga memanfaatkannya dalam proses evaluasi hasil belajar.
Penerapan sejak 2017 membuat sekolah memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan asesmen digital. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk terus menyempurnakan sistem.
Bagi siswa, sistem CBT mendorong mereka mengerjakan soal secara mandiri. Bagi sekolah, sistem digital membantu proses asesmen berjalan lebih terarah.
Ke depan, pengalaman SMP PGRI 2 Ciledug dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lain yang ingin mengembangkan asesmen berbasis teknologi.
Digitalisasi asesmen juga menunjukkan bahwa teknologi dapat mendukung sekolah dalam membangun proses penilaian yang lebih adaptif. Dengan pengelolaan yang tepat, sistem tersebut dapat membantu sekolah menyiapkan siswa menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin digital.
Penulis: Meilia Dewi Pertiwi

