EDUCARE.CO.ID – Banyak orang langsung mencuci buah setelah membelinya sebelum memasukkannya ke kulkas. Kebiasaan ini memang terlihat lebih praktis. Namun, beberapa jenis buah justru lebih cepat busuk jika terkena air sebelum penyimpanan.
Air yang tersisa di permukaan buah dapat meningkatkan kelembapan. Kondisi lembap memberi jamur lebih banyak kesempatan untuk tumbuh dan mempercepat proses pembusukan.
Karena itu, tidak semua buah perlu dicuci segera setelah sampai di rumah. Untuk beberapa jenis buah, sebaiknya tunggu hingga waktu konsumsi sebelum membilasnya dengan air.
Berikut lima jenis buah yang sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan serta cara menjaga kesegarannya.
1. Buah Beri Mudah Menyerap Kelembapan
Stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry termasuk buah yang sangat rentan terhadap kelembapan.
Buah-buahan ini memiliki tekstur lembut dan permukaan yang mudah menahan air. Jika air masih menempel saat buah masuk ke kulkas, jamur dapat tumbuh lebih cepat.
Karena itu, sebaiknya jangan mencuci buah beri sebelum menyimpannya.
Letakkan stroberi, raspberry, dan blackberry dalam satu lapisan di dalam wadah. Gunakan tisu dapur sebagai alas untuk menyerap kelembapan berlebih.
Setelah itu, tutup wadah secara longgar atau gunakan wadah dengan ventilasi.
Cara ini membantu menjaga sirkulasi udara dan mengurangi risiko buah menjadi lembek.
Blueberry juga membutuhkan perlakuan yang hampir sama. Meski kulitnya lebih kuat, buah ini tetap lebih tahan lama jika disimpan dalam keadaan kering.
Cuci buah beri tepat sebelum dikonsumsi.
2. Ceri Sebaiknya Masuk Kulkas Tanpa Dicuci
Ceri juga mudah mengalami kerusakan akibat kelembapan.
Air dapat masuk ke bagian sekitar tangkai dan mempercepat proses pembusukan. Dalam beberapa kondisi, kelembapan juga dapat membuat tekstur buah lebih cepat rusak.
Simpan ceri di dalam lemari es tanpa mencucinya terlebih dahulu.
Biarkan tangkai tetap menempel pada buah saat penyimpanan. Tangkai dapat membantu menjaga kualitas ceri lebih lama.
Hal yang sama juga berlaku untuk beberapa buah lunak lainnya.
Persik dan nektarin, misalnya, lebih baik tetap dalam keadaan kering sebelum masuk ke tempat penyimpanan.
Jadi, cucilah buah-buahan tersebut sesaat sebelum dimakan.
3. Apel Tidak Perlu Langsung Dicuci
Apel memiliki lapisan alami pada permukaannya yang membantu melindungi buah.
Lapisan tersebut berperan dalam menjaga kelembapan dan mempertahankan tekstur apel agar tetap renyah.
Jika Anda mencuci apel sebelum menyimpannya, air dapat menempel di permukaan buah. Kelembapan tersebut berpotensi mempercepat penurunan kualitas apel.
Karena itu, simpan apel dalam keadaan kering.
Anda dapat meletakkan apel di suhu ruangan jika berencana mengonsumsinya dalam beberapa hari.
Namun, lemari es menjadi pilihan yang lebih baik untuk penyimpanan dalam waktu lebih lama.
Selain itu, sebaiknya jangan menyimpan apel terlalu dekat dengan buah lain.
Apel menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan buah di sekitarnya.
4. Anggur Memiliki Lapisan Pelindung Alami
Pernah melihat lapisan putih tipis pada permukaan anggur?
Lapisan tersebut sering disebut sebagai bloom. Banyak orang mengira lapisan itu merupakan kotoran.
Padahal, bloom merupakan lapisan alami yang membantu melindungi buah.
Lapisan ini dapat membantu anggur menjaga kualitasnya selama penyimpanan.
Jika Anda mencuci anggur sebelum memasukkannya ke kulkas, air dapat menghilangkan sebagian lapisan pelindung tersebut.
Selain itu, kelembapan yang tertinggal juga dapat mempercepat pembusukan.
Sebaiknya simpan anggur di dalam lemari es dalam keadaan kering.
Bilas anggur menggunakan air mengalir ketika Anda sudah siap untuk mengonsumsinya.
Dengan cara ini, anggur dapat bertahan lebih segar.
5. Persik dan Nektarin Perlu Tetap Kering
Persik dan nektarin memiliki tekstur yang lembut. Karena itu, kedua buah ini lebih mudah mengalami kerusakan dibandingkan buah berkulit keras.
Spesialis keamanan pangan konsumen sekaligus profesor ilmu pangan di Washington State University, Stephanie Smith, menekankan pentingnya menjaga buah lunak tetap kering.
“Buah dan sayuran lunak yang mudah rusak atau rentan terhadap pertumbuhan jamur harus dijaga tetap kering dan dicuci tepat sebelum digunakan,” ujar Stephanie Smith.
Setelah matang, Anda dapat menyimpan persik dan nektarin di dalam lemari es.
Gunakan wadah atau kantong penyimpanan yang sesuai untuk menjaga kualitas buah.
Namun, jangan mencuci kedua buah tersebut sebelum memasukkannya ke kulkas.
Tunggu hingga waktu konsumsi.
Kemudian, bilas persik dan nektarin menggunakan air mengalir bersih sebelum dimakan atau diolah.
Kapan Waktu Terbaik untuk Mencuci Buah?
Aturan sederhananya, cuci buah sesaat sebelum Anda mengonsumsinya.
Cara ini membantu mengurangi kelembapan selama proses penyimpanan.
Meski begitu, Anda tetap perlu membersihkan semua buah sebelum memakannya, terutama buah yang kulitnya ikut dikonsumsi.
Gunakan air dingin yang mengalir saat mencuci buah.
Kemudian, gosok permukaan buah secara perlahan menggunakan tangan yang bersih.
Untuk buah berkulit lebih keras, Anda dapat menggunakan sikat khusus yang bersih.
Proses ini membantu menghilangkan kotoran yang menempel di permukaan.
Cara tersebut berlaku untuk buah organik maupun buah konvensional.
Hindari Sabun dan Deterjen saat Mencuci Buah
Banyak orang ingin memastikan buah benar-benar bersih dengan menggunakan berbagai bahan tambahan.
Namun, sabun dan deterjen bukan pilihan yang tepat untuk mencuci buah.
Buah memiliki permukaan yang dapat menyerap zat tertentu. Jika menggunakan sabun atau bahan kimia, residunya berpotensi tertinggal pada buah.
Karena itu, cukup gunakan air mengalir yang bersih.
Anda juga tidak perlu menggunakan deterjen atau bahan kimia lainnya.
Setelah mencuci buah, segera keringkan permukaannya.
Gunakan tisu dapur atau handuk bersih untuk mengurangi sisa air.
Langkah ini sangat penting jika Anda belum langsung menghabiskan buah.
Namun, khusus buah beri, lakukan proses pengeringan dengan hati-hati.
Jangan menggunakan alat yang dapat membuat buah terbentur atau tertekan karena teksturnya sangat mudah rusak.
Cara Menyimpan Buah agar Tetap Segar
Setiap jenis buah memiliki karakteristik yang berbeda.
Karena itu, cara penyimpanannya juga tidak selalu sama.
Buah dengan tekstur lembut membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan. Sementara itu, beberapa buah menghasilkan gas etilen yang dapat memengaruhi buah lain di sekitarnya.
Anda dapat memulai dengan memastikan buah berada dalam kondisi kering sebelum menyimpannya.
Selain itu, gunakan wadah yang sesuai dengan jenis buah.
Untuk buah beri, gunakan wadah yang memiliki ruang sirkulasi udara.
Sementara itu, untuk buah yang mudah memar, hindari menumpuk terlalu banyak buah dalam satu wadah.
Jangan lupa untuk memeriksa kondisi buah secara berkala.
Jika ada satu buah yang mulai membusuk atau berjamur, segera pisahkan dari buah lainnya.
Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerusakan menyebar.
Simpan dengan Benar, Buah Bisa Lebih Awet
Mencuci buah memang penting untuk menjaga kebersihan sebelum dikonsumsi.
Namun, waktu mencuci juga berpengaruh terhadap kesegaran beberapa jenis buah.
Stroberi, blueberry, raspberry, blackberry, ceri, apel, anggur, persik, dan nektarin sebaiknya tetap dalam kondisi kering selama penyimpanan.
Tunggu hingga Anda siap mengonsumsinya sebelum mencuci buah tersebut.
Dengan memahami karakteristik setiap buah, Anda dapat mengurangi risiko pembusukan dan pertumbuhan jamur.
Cara penyimpanan yang tepat juga membantu buah bertahan lebih lama.
Jadi, jangan terburu-buru mencuci semua buah setelah berbelanja.
Kadang, membiarkan buah tetap kering justru menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesegarannya.
Penulis: Putri Faathiman Niara


