EDUCARE.CO.ID – Delegasi riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar menorehkan prestasi dalam International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Dalam ajang tersebut, para siswa meraih 11 medali melalui penelitian di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, teknologi, hingga kewirausahaan.
Kompetisi ini berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 13–17 Oktober 2026. Selain menjadi ajang adu gagasan, ISIF 2026 membuka kesempatan bagi peneliti muda untuk memperkenalkan hasil riset dan mengembangkan solusi berbasis sains serta teknologi.
Berdasarkan rekapitulasi dalam sumber rilis MAN 2 Kota Makassar, delegasi madrasah tersebut memperoleh delapan medali emas dan tiga medali perak. Capaian ini menunjukkan upaya para siswa dalam mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan berbagai persoalan di masyarakat.
Riset Siswa Angkat Isu Kesehatan hingga Lingkungan
Sebanyak 11 kelompok riset MAN 2 Kota Makassar mengikuti kompetisi ini. Mereka mengangkat beragam persoalan, mulai dari kualitas udara dan pemantauan kesehatan hingga pengelolaan sampah serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT).
Pada bidang kesehatan, misalnya, sejumlah tim mengembangkan penelitian tentang pemantauan kualitas udara bagi pasien gangguan pernapasan. Tim lainnya merancang perangkat peringatan kualitas udara bagi remaja dengan asma serta platform pemeriksaan kesehatan berbasis sensor jari.
Sementara itu, kelompok riset lain mengeksplorasi potensi susu biji bunga matahari sebagai alternatif susu nabati. Mereka juga meneliti pemanfaatan ekstrak kulit pisang kepok sebagai bahan aktif dalam formulasi spray gel berbasis biopolimer untuk mendukung penyembuhan luka.
Di bidang lingkungan, siswa mengembangkan sistem pemantauan tanaman menggunakan sensor pH dan kelembapan tanah. Selain itu, mereka merancang sistem pemantauan tempat sampah berbasis IoT serta metode prediksi tingkat kematangan kompos dengan dukungan multisensor dan machine learning.
Tak hanya berfokus pada sains dan lingkungan, siswa MAN 2 Kota Makassar juga mengangkat isu pendidikan dan kewirausahaan. Salah satu tim meneliti dampak penggunaan ChatGPT terhadap pengalaman belajar siswa MAN 2 Makassar. Adapun tim lainnya mengembangkan gagasan inovasi minuman fungsional berbahan lokal yang berkaitan dengan preferensi konsumen dan kewirausahaan generasi muda.
Keragaman penelitian tersebut memperlihatkan cara siswa menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan sehari-hari. Dengan pendekatan itu, mereka tidak hanya mengembangkan gagasan, tetapi juga belajar menyusun solusi dan mempresentasikan hasil riset secara ilmiah.
Kepala Madrasah Apresiasi 11 Medali di ISIF 2026
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Darmawati, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para siswa. Menurutnya, raihan 11 medali mencerminkan upaya madrasah dalam membangun budaya riset dan inovasi secara berkelanjutan.
“Raihan 11 medali dalam ajang ISIF 2026 ini merupakan bukti nyata bahwa semangat pembinaan riset dan inovasi di MAN 2 Kota Makassar berjalan dengan sangat baik,” tegas Darmawati di Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Selain mengapresiasi para siswa, Darmawati juga menyoroti peran guru pembimbing yang mendampingi proses penelitian. Ia menilai dedikasi dan kerja keras seluruh tim turut membawa nama madrasah, Kementerian Agama, serta Indonesia ke tingkat internasional.
“Kami amat bangga atas dedikasi serta kerja keras para murid dan guru pembimbing yang tak kenal lelah membawa nama harum madrasah, kementerian agama, serta bangsa Indonesia di kancah dunia. Capaian ini menegaskan komitmen madrasah untuk terus memfasilitasi dan mencetak generasi unggul yang berdaya saing global,” lanjutnya.
Melalui capaian tersebut, MAN 2 Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi siswa. Pembinaan riset menjadi salah satu upaya madrasah dalam mendorong peserta didik menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pembina Riset Tekankan Pentingnya Komunikasi Ilmiah
Penjamin Mutu sekaligus Pembina Riset MAN 2 Kota Makassar, Khoiri, turut mengapresiasi hasil kerja para siswa. Ia mendampingi proses penelitian sejak tahap pengembangan ide hingga presentasi akhir di hadapan para juri.
Menurut Khoiri, kompetisi ilmiah tidak hanya menuntut siswa berpikir kritis saat merumuskan gagasan. Mereka juga perlu menguasai materi penelitian dan menjelaskan hasilnya secara runtut agar juri dapat memahami tujuan serta manfaat inovasi yang mereka tawarkan.
“Mereka tidak hanya dituntut kritis dalam merumuskan gagasan berbasis sains dan teknologi, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi ilmiah di depan para juri internasional. Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi murid lainnya untuk terus berani berinovasi dan berkarya,” tuturnya.
Dengan demikian, proses pembinaan riset memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa. Mereka berlatih mengidentifikasi masalah, menyusun gagasan, mengembangkan penelitian, hingga mempertanggungjawabkan hasilnya di hadapan para ahli.
ISIF 2026 Buka Peluang Bertukar Gagasan Antarnegara
ISIF 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan medali. Lebih dari itu, kompetisi ini memberi ruang bagi para peserta untuk memperluas jaringan, bertukar gagasan, dan mengenal pendekatan penelitian dari berbagai negara.
Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan pemecahan masalah. Mereka juga berkesempatan memperluas wawasan mengenai pemanfaatan sains dan teknologi dalam menjawab tantangan global.
Bagi MAN 2 Kota Makassar, pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan budaya riset di lingkungan madrasah. Di sisi lain, keberhasilan para siswa dapat memotivasi peserta didik lain agar berani menguji gagasan, mengembangkan inovasi, dan mengikuti kompetisi ilmiah.
Pada akhirnya, raihan 11 medali di ISIF 2026 memperlihatkan kontribusi siswa madrasah dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber rilis MAN 2 Kota Makassar, prestasi tersebut lahir dari kerja keras para siswa bersama guru pembimbing dalam mengembangkan dan mempresentasikan penelitian di berbagai bidang.
Daftar Karya Riset MAN 2 Kota Makassar di ISIF 2026
Berikut daftar karya yang tercantum dalam sumber rilis MAN 2 Kota Makassar.
A. Peraih Medali Emas
1. Indoor Air Quality Monitoring for Respiratory Patient
Kategori: Life Sciences
Anggota tim:
- Nailah Zhafirah Ekawaty Sopyan (XI.A)
- Annisa Firzanah Athifah (XI.A)
- Rayya Namirah Makayla (XI.A)
- Khaliza Auriga Ihsan (XI.A)
- Haedar Nahr Dinulhaq Heriawan (XI.A)
2. The Impact of ChatGPT Usage on Student Learning Experience: A Case Study at MAN 2 Makassar
Kategori: Education
Anggota tim:
- Marzhya Naila Salsabila (XI.D)
- Malika Almaira (XI.D)
- Jihan Aqila Edwin (XI.D)
- Ghina Rayhana Fasel (XI.A)
3. An IoT-Based Plant Monitoring System Using Soil pH and Moisture Sensors with Decision Tree Classification
Kategori: Environment
Anggota tim:
- Inayah Aulia Fakhirah (XI.A)
- Sirin Khayyarah Makmur (XI.A)
- Aqila Rifky Ramli (XI.B)
- M. Riyadhul Jinan Dhani (XI.D)
4. FYNOVA: Development of an Integrated Finger-Based Sensing Platform for Multi-Parameter Health Screening and Real-Time Mobile Monitoring
Kategori: Life Sciences
Anggota tim:
- Faiqah Rachmadhani Meisar (XI.E)
- Fauziyah Nurrahman (XI.E)
- Adhwa Alfariza G (XI.E)
- Ainun Fitrih Alipsyam (XI.E)
- Naila Iftikhara H (XI.E)
- Nurzhafira Mubarak (X.C)
5. Advancing Sunflower Seed Milk as a Plant-Based Milk Alternative: Protein Enrichment and Sensory Optimization
Kategori: Life Sciences
Anggota tim:
- Muhammad Arief Irawan (XI.E)
- Athira Fitri Rafani (XI.G)
- Raniah Syifa Kamila Syarif (XI.A)
- Andi Eryna Fairuz Indrawan (XI.C)
- Aanisah Zhafiirah Syam (XI.G)
- Maulana Ibad Qasthalani (XI.E)
6. A Portable Personal Environmental Warning Device for Asthma-Related Air Quality Monitoring in Adolescents
Kategori: Life Sciences/Health
Anggota tim:
- Alif Rasyid Al Ghazali Ridwan (XII.D)
- Amalina Sajjadiyyah (XII.D)
- Arzy Oktaviani (XII.D)
- Fatimah Azizah Yusran (XII.D)
- Muhammad Abrar Alkausar (XII.D)
- Raysha Delaneira Irwansyah (XII.D)
7. Pengembangan Sistem Prediksi Waktu Kematangan Kompos Berbasis Multisensor dan Machine Learning untuk Optimasi Proses Dekomposisi Limbah Organik
Kategori: Life Sciences
Anggota tim:
- Muhammad Jibran Alkautsar
- Andi Ade Kusuma Hidayatullah
- Andi Muhammad Afdal Rizky
- Andi Revita Sakina
- Dzakiyah Talita Sakhi
- Nur Maisyuri Rayyana
B. Peraih Medali Perak
1. IoT-Based Waste Bin Monitoring System Using Message Queueing Telemetry Transport Method
Kategori: Technology
Anggota tim:
- Muhammad Riza Auliya Kamal (XI.A)
- Khalisah Qanitaraniah (XI.B)
- Aqila Khoirin Gafur (XI.B)
2. YOUTIVA: Transforming Consumer Preferences and Local Ingredients into Functional Beverage Innovation and Youth Entrepreneurship
Kategori: Social Science
Anggota tim:
- Azeeza Fatimah Tenriangke (XII.SKS)
- Kayyisah Naifah Fadj (XII.SKS)
- Wafiah Rahmi M (XII.SKS)
- Zahira Fajriani (XII.SKS)
3. Meditrack: An IoT-Based Smart Medication Reminder and Adherence Monitoring Device
Kategori: Technology
Anggota tim:
- Karina Anindita Perwira (XI.C)
- Arysta I Ersya (XI.C)
- Farras Faturrahman (XI.E)
- Muhammad Fajrul Ilmi Hilmanur (XI.E)
- Andi Muhammad Rizky Al Hadi (XI.E)
- Zhifana Azzahra Luidwina (XI.B)
4. Pemanfaatan Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai Bahan Aktif dalam Formulasi Spray Gel Berbasis Biopolimer untuk Mendukung Penyembuhan Luka
Kategori: Life Sciences
Anggota tim:
- Kayisha Azkazufayrah (XI.E)
- Naura Syadza Arifah (XI.E)
- Safirah Althafunnisa (XI.E)
- Shakila Adyudiva (XI.E)
- Tsurayya Daniyah Asmar (XI.E)

