Rayakan Bulan Bahasa, Murid SMAN 1 Taman Kembangkan Batik dengan Teknologi AI

Must read

EDUCARE.CO.ID – Murid SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, memadukan matematika, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan budaya lokal melalui inovasi ART-MATIKS. Proyek ini mengubah konsep transformasi geometri menjadi desain motif batik yang mengangkat kekayaan budaya Sidoarjo.

Berdasarkan sumber siaran pers Kemendikdasmen, murid memamerkan karya tersebut dalam gelar karya kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk memperingati Bulan Bahasa. Kegiatan ini juga mengajak murid mengasah literasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut menekankan peran bahasa dalam menjaga identitas bangsa. Ia menyampaikan pesan tersebut saat berada di Jawa Timur pada Senin (12/10).

“Kalau berbicara mengenai bahasa, kita tidak hanya berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi, tapi bahasa sebagai identitas bangsa dan juga bahasa sebagai kedaulatan,” ujar Abdul Mu’ti.

Bulan Bahasa Dorong Murid Berpikir Kritis dan Kreatif

Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Bahasa menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada murid.

Melalui proyek kokurikuler, sekolah mengajak murid mengeksplorasi ide, mengidentifikasi masalah, dan menghasilkan karya. Proses ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, serta komunikasi.

“Melatih mereka untuk menelusuri masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, mandiri, berkolaborasi, mampu komunikasi, dan seterusnya,” tegas Dewi.

Dengan pendekatan tersebut, murid tidak hanya mempelajari teori di kelas. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan melalui karya nyata.

ART-MATIKS Ubah Rumus Geometri Menjadi Desain Batik

Salah satu karya yang menarik perhatian dalam gelar tersebut ialah ART-MATIKS, singkatan dari Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo. Guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita, membimbing murid kelas XI dalam mengembangkan proyek ini.

Murid memanfaatkan empat konsep transformasi geometri, yaitu dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi, untuk menyusun pola batik. Selanjutnya, mereka menggunakan teknologi AI untuk mengeksplorasi dan menyempurnakan desain sesuai gagasan yang ingin diwujudkan.

Elfaretha Shifa, salah satu murid kelas XI, menjelaskan proses tersebut saat mempresentasikan ART-MATIKS.

“Mulai dari dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Nah, kemudian dari rumus-rumus tersebut, kita membuat sebuah rancangan motif menggunakan prompt AI untuk mengaplikasikannya dan mengembangkannya menjadi lebih bagus lagi hingga menghasilkan sebuah karya,” jelas Shifa.

Proyek ini membantu murid melihat penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menggunakan konsep geometri untuk mengeksplorasi bentuk, pola, dan komposisi visual, kemudian mengembangkan gagasan tersebut menjadi desain batik.

Desain Batik Bisa Hadir dalam Beragam Produk

Murid tidak membatasi penggunaan motif ART-MATIKS pada kain. Mereka juga mengeksplorasi penerapannya pada berbagai produk, seperti botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, dan busana.

Pilihan tersebut membuka kesempatan bagi murid untuk melihat potensi desain batik dalam berbagai bentuk. Mereka juga belajar menghubungkan matematika dengan teknologi dan kreativitas untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.

Selain mengembangkan keterampilan, murid ingin memperkenalkan batik Sidoarjo kepada generasi muda. Shifa menilai masyarakat setempat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekayaan budaya daerah.

“Sebelumnya kita sebagai warga Sidoarjo juga memiliki kewajiban untuk melestarikan kearifan lokal itu sendiri,” ucap Shifa.

Melalui ART-MATIKS, murid menggabungkan eksplorasi teknologi dengan upaya mengenalkan warisan budaya. Pendekatan ini memberi mereka ruang untuk mempelajari budaya lokal sekaligus mengembangkan ide melalui teknologi yang dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

STEM dan AI Perluas Pengalaman Belajar Murid

Gelar karya Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman memperlihatkan bahwa literasi, teknologi, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Murid tidak hanya mengasah kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga belajar mengolah informasi, mengembangkan gagasan, serta menyampaikan hasil pemikiran mereka.

Melalui pembelajaran berbasis STEM, sekolah menghubungkan konsep akademik dengan praktik nyata. ART-MATIKS menjadi salah satu contoh ketika murid menerapkan matematika, memanfaatkan AI, dan mengangkat batik Sidoarjo dalam satu proyek.

Kegiatan ini juga memberi ruang bagi murid untuk berkolaborasi dan mengembangkan kreativitas. Pada saat yang sama, mereka belajar menghargai budaya daerah serta memahami peluang pemanfaatan teknologi dalam proses berkarya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article