Pesantren Disiapkan Jadi Pusat Ilmu dan Karakter, Wamenag Dorong Konsep New Baitul Hikmah
EDUCARE.CO.ID, Bandung – Pemerintah tengah menyiapkan arah baru pengembangan pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Hal ini disampaikan dalam forum finalisasi distingsi Direktorat Jenderal Pesantren yang digelar di Bandung, Jawa Barat.
Pesantren Jadi Pusat Ilmu dan Teknologi
Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa penguatan pesantren akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ke depan, santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, pesantren memiliki fondasi kuat dalam membangun peradaban berbasis nilai Al-Qur’an, Sunnah, dan tradisi keilmuan (turats) yang telah diwariskan para ulama.
“Arah pengembangan pesantren bukan meninggalkan tradisi, tetapi menguatkannya sekaligus mengintegrasikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Hidupkan Kembali Semangat Baitul Hikmah
Wamenag juga memperkenalkan konsep New Baitul Hikmah, sebagai arah baru pengembangan pesantren di Indonesia.
Baitul Hikmah dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan terbesar dalam sejarah Islam yang berkembang pesat pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, khususnya era Harun al-Rasyid.
“Pada masa klasik Islam, ulama mampu menguasai berbagai disiplin ilmu tanpa meninggalkan akar keislaman. Inilah yang ingin kita hidupkan kembali,” jelasnya.
Akhlak Jadi Fondasi Utama Pesantren
Selain penguatan ilmu, Wamenag menegaskan bahwa kekuatan utama pesantren terletak pada pembentukan karakter dan akhlak.
“Masyarakat tidak hanya butuh orang pintar, tapi juga yang berakhlak. Di pesantren, itu dibentuk setiap hari,” tegasnya.
Pesantren Didorong Lahirkan Pemimpin dan Solusi
Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, menambahkan bahwa pesantren harus memiliki peran lebih besar di masa depan.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat lahirnya gagasan dan pemimpin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Pesantren, Basnang Said, menekankan pentingnya arah pendidikan yang jelas agar lulusan pesantren benar-benar siap terjun ke masyarakat.
Potensi Besar Pesantren di Indonesia
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, menyebut bahwa potensi pesantren sangat besar, khususnya di Jawa Barat.
“Di Jawa Barat saja ada sekitar 13 ribu pesantren dengan lebih dari 200 ribu santri. Ini kekuatan besar yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Pesantren Jadi Solusi Masa Depan
Dengan arah pengembangan baru ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Transformasi menuju konsep New Baitul Hikmah menjadi langkah strategis untuk menjadikan pesantren sebagai pusat ilmu, karakter, dan peradaban yang relevan dengan kebutuhan zaman modern.
