Pengelolaan YasukMabar Harus Good governance, Transparan, Akuntabel, dan Efisien
Labuan Bajo (educare.co.id) – Ketua Yayasan Sukma Manggarai Barat (YasukMabar) yang baru, Romo Yohanes Fakundo Selman atau Romo Ivan, melakukan kunjungan perdananya ke SMK Stella Maris Labuan Bajo pada Rabu (5/2/2025). Kunjungan ini disambut dengan prosesi adat dan tarian oleh para guru serta siswa-siswi di halaman sekolah.
Dalam sambutannya, Romo Ignasius Azevedo Viares (Romo Savri) menyatakan bahwa seluruh keluarga besar SMK Stella Maris Labuan Bajo secara resmi menerima kehadiran Romo Ivan sebagai Ketua Yayasan yang baru. Ia juga menjelaskan bahwa SMK Stella Maris Labuan Bajo telah terorganisasi dengan kategori B dan perpanjangan izin operasionalnya telah diperoleh hingga tahun 2029.
SMK Stella Maris Labuan Bajo saat ini memiliki lima program studi, yakni Perhotelan, Teknik Otomotif, Usaha Layanan Pariwisata, Nautika Kapal Penangkap Ikan, serta Tata Boga yang baru dibuka tahun lalu. Jumlah siswa mencapai 1.643 orang dengan 78 tenaga pendidik dan 4 tenaga kependidikan. Sebanyak 24 guru telah tersertifikasi, sementara 20 guru lainnya sedang dalam proses sertifikasi tahun ini.
Terkait praktik kerja lapangan (PKL), siswa kelas 11 dari berbagai program studi tersebar di beberapa wilayah, termasuk Labuan Bajo, Bali, Lombok, Ruteng, Lembor, dan Larantuka.
Dalam pertemuan dengan dewan guru, Romo Ivan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola yayasan. Menurutnya, pengelolaan keuangan harus mengikuti prinsip good governance yang transparan, akuntabel, dan efisien. Oleh karena itu, semua anggaran sekolah yang di luar Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) BOS harus diajukan melalui proposal ke yayasan.
Romo Ivan juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset produktif yayasan, seperti gedung ATK, tempat cuci mobil, dan bengkel yang belum berfungsi maksimal. Jika sekolah tidak dapat mengelolanya, maka yayasan akan mengambil alih agar aset tersebut tidak terbengkalai.
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, perekrutan tenaga pendidik akan mempertimbangkan kebutuhan sekolah, kualifikasi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Katolik. Selain itu, yayasan akan menyusun standar kompetensi dan kode etik bagi guru dan pegawai berdasarkan visi-misi yayasan.
Setiap guru baru nantinya akan menandatangani kontrak kerja tahunan dengan masa percobaan yang disertai evaluasi berkala oleh kepala sekolah atau tim evaluasi. Disiplin akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan sekolah, di mana guru dan pegawai yang menunjukkan kedisiplinan tinggi akan mendapat penghargaan sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Romo Ivan menekankan bahwa SMK Stella Maris Labuan Bajo harus memiliki keunggulan yang membedakannya dari sekolah lain. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan SMK Mitra Industri MM1200 dan berharap kolaborasi ini semakin ditingkatkan sebagai ruang bagi para guru untuk mengembangkan kompetensi mereka.
“Disiplin harus menjadi kebiasaan di sekolah ini. Kita harus memastikan bahwa SMK Stella Maris Labuan Bajo tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena memiliki kualitas pendidikan yang unggul,” pungkasnya.
Dengan berbagai rencana pembenahan dan inovasi yang diusung, diharapkan SMK Stella Maris Labuan Bajo dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
