Nada yang Mencerdaskan: Gelaran Music and Brain Ungkap Rahasia Musik dalam Mengasah Kecerdasan Otak

EduNews Edutainment

educare.co.id, Denpasar – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan harmoni unik antara dunia seni dan ilmu pengetahuan melalui acara “Music and Brain” di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-kura Bali. Berkolaborasi dengan Tsinghua University dan Tsinghua South East Asia Center, forum ini menjadi ruang bertemunya para ilmuwan, akademisi, dan komunitas seni dari berbagai negara untuk membahas bagaimana musik bekerja bukan hanya di telinga, tetapi juga di dalam otak manusia.

Mengusung tema “Imaging Imagination: Musical Creativity and The Brain”, acara ini menghadirkan pakar neurosains dari University of California, San Francisco, Charles Limb. Ia memaparkan bahwa musik memiliki peran biologis yang sangat mendasar, terutama dalam kaitannya dengan kecerdasan, kreativitas, kesehatan mental, dan hubungan sosial. Menurutnya, keberadaan musik di hampir seluruh peradaban manusia membuktikan bahwa aktivitas bermusik adalah kebutuhan otak, bukan sekadar hiburan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mempersatukan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki kecintaan yang besar terhadap musik dan ilmu pengetahuan, dua hal yang sama-sama berperan dalam memperkuat persatuan bangsa. Melalui kegiatan seperti “Music and Brain”, pemerintah ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memahami perkembangan sains dengan cara yang dekat, hangat, dan inspiratif.

Sementara itu, Director of Tsinghua Lab of Brain and Intelligence, Xiaoqin Wang, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam riset otak. Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya Indonesia dan Tiongkok justru menjadi kekayaan ilmiah untuk memahami bagaimana otak beradaptasi dengan lingkungan. Ajang tahunan “Music and Brain” pun diharapkan menjadi jembatan antara musik, neurosains, dan teknologi, sekaligus memperkuat kesadaran publik bahwa nada dan irama tidak hanya menggerakkan perasaan, tetapi juga menyehatkan dan mencerdaskan otak.

BACA JUGA:  Angkat Budaya Bali, Tim Undiksha Raih Juara I LKTI Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *