Murid SNT 3 OIKN Bikin Solusi Penghijauan Sendiri, Gabungkan Sains hingga Teknologi

Must read

EDUCARE.CO.ID – Keterbatasan lahan tidak menghalangi murid SNT 3 OIKN untuk belajar menciptakan solusi bagi lingkungan sekolah. Melalui pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), mereka mengembangkan Irigasi Pintar melalui Vertical Garden (IPVG) sebagai inovasi penghijauan sekaligus media belajar.

Proyek tersebut mengajak murid menggabungkan konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam satu kegiatan yang mereka lakukan secara langsung di lingkungan sekolah.

Berdasarkan sumber berita Kemendikdasmen, kegiatan IPVG mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengelolaan air, penanaman dan pemantauan tanaman, pemanfaatan teknologi, hingga pengolahan data pertumbuhan.

Manfaatkan Lahan Terbatas untuk Penghijauan

Kepala SNT 3 OIKN Fatimatus Zuhra menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kondisi sekolah yang tidak memiliki lahan tanah yang luas.

“Irigasi Pintar melalui Vertical Garden merupakan inovasi pemanfaatan lahan SNT 3 OIKN yang tidak mempunyai lahan tanah yang luas. Irigasi Pintar melalui Vertical Garden dilengkapi dengan sistem pengairan yang lebih teratur dan efisien,” ujar Fatimatus Zuhra.

Pada tahap awal, murid mengenali konsep dan melihat kebutuhan lingkungan sekolah. Mereka kemudian mulai merancang bentuk vertical garden yang sesuai dengan kondisi lahan.

Proses pembelajaran berlanjut pada tahap perakitan, penanaman, pengaturan pengairan, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Murid juga mengolah data yang diperoleh selama proses tersebut dan memanfaatkan hasil panen.

Dengan pola tersebut, kegiatan tidak berhenti pada aktivitas menanam. Murid juga belajar memahami hubungan antara persoalan di lingkungan sekitar dengan solusi yang dapat mereka kembangkan.

Murid Belajar Memecahkan Masalah lewat STEM

Menurut Zuhra, proyek IPVG memberi kesempatan kepada murid untuk mengalami sendiri proses pemecahan masalah.

“Dalam proses tersebut murid belajar mengidentifikasi masalah, merancang solusi, melakukan pengamatan, menganalisis data, bekerja sama, dan merefleksikan hasil kegiatan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut membantu murid melihat penerapan materi yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Konsep sains dan matematika, misalnya, tidak hanya mereka temui dalam materi pembelajaran, tetapi juga ketika mengamati tanaman, mengelola air, dan membaca data pertumbuhan.

Sekolah juga memandang STEM sebagai pendekatan yang mendukung pembelajaran mendalam. Murid tidak hanya menerima konsep, tetapi juga menguji dan menerapkannya melalui persoalan yang mereka temui secara langsung.

Kenalkan Engineering Design Process

Dalam pelaksanaan pembelajaran STEM, SNT 3 OIKN juga menerapkan Engineering Design Process (EDP).

Zuhra menjelaskan, EDP memberi alur bagi murid untuk memahami persoalan hingga mengevaluasi solusi yang mereka buat.

“Melalui EDP, murid mendapatkan pengalaman untuk mengenali persoalan, merancang solusi, melakukan proses perakitan dan pengujian, serta melihat kembali hasil yang diperoleh,” ujarnya.

Tahapan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih aktif. Murid memiliki ruang untuk mencoba, menemukan kendala, melakukan perbaikan, lalu melihat kembali efektivitas solusi yang mereka hasilkan.

Sejalan dengan Program STEM Nasional

Praktik IPVG di SNT 3 OIKN juga sejalan dengan program STEM Nasional yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program tersebut mengembangkan pembelajaran STEM melalui prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

Prinsip tersebut mendorong pembelajaran yang dekat dengan kehidupan murid dan dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui proyek Vertical Garden, murid SNT 3 OIKN tidak hanya belajar tentang tanaman dan pengairan. Mereka juga mendapat pengalaman dalam merancang solusi, menggunakan teknologi, mengolah data, bekerja dalam tim, serta mengevaluasi hasil.

Model pembelajaran seperti ini menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas dapat menjadi ruang bagi murid untuk berkreasi. Dari lahan yang terbatas, mereka justru mendapat kesempatan untuk belajar menciptakan solusi penghijauan yang lebih teratur dan efisien.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article