Memperkuat DNA Bangsa: Tiga Kunci Toleransi Menurut Mendikdasmen di Festival Toleransi dan Budaya 2025

EduNews Edutainment

EDUCARE.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru-baru ini menggelar acara penting yang menegaskan kembali kekuatan inti Indonesia: keberagaman. Bersama Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Kemendikdasmen menyelenggarakan Festival Toleransi dan Budaya 2025.

Acara ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat, mempertemukan ragam ekspresi keagamaan dan kebudayaan dalam semangat persaudaraan yang setara.

Tiga Kunci Toleransi: Terbuka, Lapang Dada, dan Kerja Sama

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kerukunan adalah DNA bangsa Indonesia dan merupakan modal sosial utama untuk kemajuan nasional.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti merumuskan tiga kunci esensial untuk menumbuhkan toleransi sejati:

  1. Terbuka (Head to Head): Kemampuan untuk berdialog secara terbuka dan rasional.

  2. Lapang Dada (Heart to Heart): Ketulusan untuk tidak hanya menghormati, tetapi juga menerima perbedaan dari hati ke hati.

  3. Kerja Sama (Hand to Hand): Kemauan untuk bekerja sama demi kebaikan bersama di tengah segala keberagaman

 

“Toleransi tumbuh dari ketulusan kita untuk tidak hanya menghormati mereka yang berbeda, tetapi juga menerima dan bekerja sama di tengah keberagaman,” tegas Abdul Mu’ti.

Menurut beliau, keberagaman agama, budaya, dan kepercayaan adalah modal spiritual dan sosial yang memperkuat ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

ICRP: Rumah Bersama Bagi Keberagaman

Direktur Eksekutif ICRP, Ilma Sovri Yanti, yang organisasinya telah berkiprah selama 25 tahun, menyampaikan komitmen untuk terus menjadi rumah bersama bagi komunitas agama dan kepercayaan di Indonesia. “ICRP berkomitmen memastikan bahwa setiap pemeluk agama dan keyakinan, termasuk mereka yang belum diakui secara resmi, mendapat perlindungan konstitusi,” ujar Ilma. Keberadaan berbagai komunitas di bawah ICRP mencerminkan wajah Indonesia yang lebih harmonis dan inklusif.

Perayaan Keberagaman Melalui Seni dan Tradisi

Festival Toleransi dan Budaya 2025 dirancang sebagai ruang interaksi yang kaya, menghadirkan:

  • Sarasehan Lintas Iman dan Dialog Kebudayaan.

  • Pagelaran seni budaya, termasuk pertunjukan Seren Taun dan Tumbuk Padi Tradisional.

  • Pawai Budaya yang semarak.

  • Pameran Batik Etnik dari berbagai daerah dan stan komunitas lintas tradisi.

Perwakilan Komponen Agama Hindu, Nyoman, mengapresiasi festival ini sebagai implementasi nyata toleransi lintas agama, suku, budaya, dan generasi. Keterlibatan peserta dari generasi muda hingga senior menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi telah tertanam kuat sebagai budaya bangsa.

Menanamkan Karakter di Lingkungan Pendidikan

Melalui festival ini, Kemendikdasmen juga mendorong penanaman nilai ”7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya kebiasaan Beribadah (sebagai fondasi moral-spiritual) dan Bermasyarakat (yang menumbuhkan gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab sosial). Festival ini diharapkan dapat memperkuat budaya toleransi sejak dini dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar inklusif dan harmonis bagi seluruh anak bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *