Mahasiswa UNEJ Ciptakan TALUNA, Inovasi Digital untuk Memahami Dampak Pertambangan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Data lingkungan pertambangan menyimpan banyak informasi penting. Namun, istilah teknis dan penyajian yang kompleks kerap menyulitkan masyarakat untuk memahami hubungan antara aktivitas pertambangan, perubahan ekosistem, dan kehidupan sehari-hari.

Melihat tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan TALUNA, inovasi literasi digital yang membantu masyarakat memahami isu lingkungan melalui informasi interaktif. Mereka mengembangkan platform ini dengan fokus pada dampak pertambangan emas PT BSI di Banyuwangi.

Veny Firdayanti memimpin tim pengembang TALUNA bersama Aulia Jihan Fadilah dan Adelia Septina dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sementara itu, Moh. Jindan Sarifullah dan Reihan Arka Permana memperkuat tim melalui keahlian di bidang Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer.

Berdasarkan kabar kampus Dikti Kemdiktisaintek, kolaborasi lintas disiplin ini memadukan perspektif pendidikan, bahasa, dan teknologi informasi. Melalui pendekatan tersebut, tim ingin mengubah data teknis menjadi materi edukasi yang lebih komunikatif dan mudah dipahami masyarakat.

TALUNA Bantu Masyarakat Memahami Isu Pertambangan

Tim UNEJ memilih aktivitas pertambangan emas PT BSI di Banyuwangi sebagai fokus kajian karena karakter geografis wilayah tersebut memiliki keterkaitan antara kawasan hutan dan ekosistem pesisir.

Kondisi ini membuka peluang untuk mempelajari hubungan lingkungan dari wilayah hulu hingga hilir. Selain itu, masyarakat dapat mengenali bagaimana aktivitas manusia berkaitan dengan perubahan ekosistem dan kondisi ruang hidup di sekitarnya.

TALUNA menerjemahkan informasi teknis menjadi pengalaman belajar digital yang lebih interaktif. Pengguna dapat mengenali lokasi geografis, menelusuri pembahasan, mempelajari fakta ilmiah, hingga menguji pemahaman melalui kuis.

Ketua tim TALUNA, Veny Firdayanti, menjelaskan bahwa platform ini menyediakan beberapa fitur utama untuk mendukung proses edukasi lingkungan.

“Melalui Peta Interaktif, pengguna dapat mengenali lokasi dan konteks geografis wilayah yang dibahas. Pembahasan kemudian diperdalam melalui fitur Eksplorasi Mendalam, sementara Fakta Ilmiah menyajikan informasi berbasis kajian, sedangkan Kuis Interaktif melalui QR Code memberikan ruang bagi pengguna untuk menguji pemahamannya,” tutur Veny.

Melalui fitur-fitur tersebut, tim mendorong pengguna untuk memahami persoalan lingkungan secara lebih menyeluruh. Pengguna tidak hanya mencari tahu apa yang terjadi, tetapi juga menelusuri faktor penyebab, lokasi persoalan, dan potensi dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Veny menilai akses terhadap data saja belum cukup untuk membangun literasi lingkungan. Masyarakat juga membutuhkan penjelasan yang jelas agar dapat menghubungkan informasi ilmiah dengan kondisi di sekitarnya.

Karena itu, TALUNA mengedepankan penyajian informasi yang komunikatif dan ramah pengguna. Pendekatan ini diharapkan membantu masyarakat mengenali persoalan lingkungan tanpa harus bergulat dengan istilah teknis yang rumit.

Raih Empat Penghargaan di Nusantara Creative Competition 2026

Inovasi TALUNA mengantarkan tim mahasiswa UNEJ ke ajang Nusantara Creative Competition (NCC) di Universitas Udayana, Bali. Pada subtema lingkungan, mereka berhasil melewati persaingan sejak babak awal yang melibatkan 314 tim dan menembus sembilan besar finalis.

Dalam kompetisi pada 19–20 September 2026 tersebut, tim TALUNA membawa pulang empat penghargaan. Capaian itu meliputi:

  • Juara Harapan 3 Kategori Umum
  • Gold Medal Subtema Lingkungan
  • Favorite Poster Subtema Lingkungan
  • The Most Favorite Poster Kategori Umum

Keempat penghargaan tersebut menandai capaian tim dalam mengangkat isu lingkungan melalui pendekatan literasi digital. Selain mengembangkan gagasan berbasis teknologi, mereka juga mengemas persoalan yang kompleks menjadi materi edukasi yang lebih mudah diakses.

Veny mengajak mahasiswa lain untuk berani mengembangkan gagasan dari persoalan yang mereka temui sehari-hari. Menurutnya, proses merancang karya dan mengikuti kompetisi dapat memberikan pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang.

“Mulailah dari keresahan yang ada di sekitar, kembangkan menjadi gagasan, lalu beranilah membawanya ke kompetisi. Tidak perlu menunggu karya kita sempurna, karena setiap proses akan memberikan pengalaman dan pembelajaran baru,” pungkas Veny.

Mahasiswa UNEJ Lainnya Juga Raih Penghargaan

Prestasi mahasiswa UNEJ di NCC 2026 tidak hanya datang dari tim TALUNA. Sejumlah mahasiswa lain turut membawa pulang penghargaan melalui karya pada subtema berbeda.

M. Imam Taufik, Putri Revalina Salsabila Khairani, Sherly Inelia Maharani, dan Muhammad Dhito Fakhrurrozi meraih Gold Medal Subtema Pariwisata dan Budaya serta Bronze Medal Subtema Sosial Ekonomi dan Teknologi.

Sementara itu, tim Fathimatuz Zahro, Raden Ayu Divala Diva Al Mohtar, Septyandika Galihrakha P., Anita Fitriani, dan Ismu Sofi Rahmawati memperoleh Bronze Medal Subtema Pertanian.

Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan kiprah mahasiswa UNEJ dalam mengembangkan gagasan di berbagai bidang. Melalui TALUNA, tim Veny Firdayanti dan rekan-rekannya secara khusus mengangkat pentingnya literasi lingkungan serta pemanfaatan teknologi digital untuk membantu masyarakat memahami persoalan di sekitarnya.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article