EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Ketut Ghina Sofiya Hamidah, mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR angkatan 2024, berhasil meraih juara pertama kategori Sustainability Track dalam ASEAN Future Challenge 2026 di Malaysia.
Ghina mengikuti kompetisi tersebut sebagai bagian dari ASEAN Student Experiential Mobility Programme (ASEMO) 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Utara Malaysia (UUM). Ia berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara untuk merancang solusi atas tantangan yang dihadapi kawasan ASEAN.
Selain meraih juara pertama pada kategori Sustainability Track, tim Ghina juga menempati posisi ketiga dalam presentasi final ASEAN Future Challenge 2026. Capaian ini menunjukkan bagaimana kemampuan analisis sosial dapat mendukung pembahasan isu regional, termasuk keberlanjutan dan ketahanan energi.
Mahasiswa Sosiologi UNAIR Perluas Pengalaman Belajar Internasional
ASEMO 2026 mengangkat tema Empowering ASEAN Youth Leaders: AI, Innovation and Sustainability. Program ini menggabungkan pembelajaran akademik, pengembangan kepemimpinan, pertukaran budaya, dan kolaborasi lintas negara.
Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring pada 2–8 Agustus 2026 dan secara luring pada 12–18 Agustus 2026 di kampus UUM, Sintok, Kedah, Malaysia. Ghina menjadi salah satu dari empat mahasiswa delegasi FISIP UNAIR yang mengikuti program tersebut.
Bagi Ghina, ASEMO 2026 membuka kesempatan untuk belajar di luar lingkungan akademik yang selama ini ia kenal. Ia ingin memperluas wawasan sekaligus menguji kemampuannya saat berhadapan dengan mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya dan keilmuan berbeda.
“Motivasi utamaku adalah keinginan belajar di luar lingkungan akademik yang selama ini aku kenal,” ungkap Ghina.
Sebagai mahasiswa Sosiologi, ia terbiasa mempelajari dinamika masyarakat dan menganalisis persoalan sosial secara kritis. Pengalaman di UUM kemudian memperluas penerapan kemampuan tersebut melalui diskusi, komunikasi, negosiasi, dan penyampaian gagasan dalam lingkungan multikultural.
Ghina juga merasakan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Pertukaran pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai negara turut membantunya memahami persoalan melalui sudut pandang yang lebih beragam.
Gagasan Diversifikasi Energi Antarnegara ASEAN Antar Tim Ghina Raih Juara
Prestasi Ghina berawal dari partisipasinya dalam ASEAN Future Challenge 2026. Kompetisi ini mendorong mahasiswa dari berbagai negara untuk bekerja sama menyusun gagasan inovatif bagi persoalan regional.
Pada kategori Sustainability Track, tim Ghina mengusung gagasan kebijakan bertajuk ASEAN Energy Diversification Compact (AEDC). Gagasan tersebut berfokus pada upaya memperkuat ketahanan dan keberlanjutan energi di kawasan ASEAN.
Timnya merancang dua pendekatan kebijakan. Pertama, kerangka jangka pendek Reserve, Diversification, and Protection (RDP). Kedua, kerangka jangka panjang Transition, Trade, and Transform (3T).
Kedua kerangka tersebut menekankan diversifikasi sumber energi, perlindungan ketahanan energi, serta penguatan kerja sama antarnegara. Melalui gagasan ini, tim Ghina meraih juara pertama kategori Sustainability Track dan menempati posisi ketiga dalam presentasi final.
Tantangan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Ghina. Ia harus mendalami isu energi, meskipun bidang itu bukan fokus utama studinya.
“Aku bukan berasal dari latar belakang Hubungan Internasional dan belum terbiasa membahas isu energi,” ungkapnya.
Dalam simulasi perumusan kebijakan, Ghina mendapat peran sebagai perwakilan Malaysia. Ia harus memahami kepentingan negara tersebut, menyusun argumentasi, dan bernegosiasi dengan peserta lain untuk mencapai kesepakatan.
Proses ini menuntut Ghina untuk melihat persoalan dari berbagai sisi. Ia memahami bahwa keberlanjutan energi tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik.
Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perspektif Sosiologi dapat mendukung pembahasan isu lintas disiplin. Kemampuan membaca dinamika masyarakat dan memahami perbedaan kepentingan menjadi bekal dalam merumuskan solusi untuk persoalan yang lebih luas.
Ghina Soroti Pentingnya Akses Pendidikan Internasional
Bagi Ghina, pencapaian di ASEAN Future Challenge 2026 bukan sekadar prestasi dalam kompetisi. Program ASEMO 2026 juga memberinya pengalaman tentang pentingnya pendidikan yang membuka ruang bagi kolaborasi, pemikiran kritis, dan pertukaran perspektif.
Ia menilai pendidikan berkualitas tidak hanya bergantung pada fasilitas atau materi pembelajaran. Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, berinteraksi dengan lingkungan yang beragam, dan belajar dari pengalaman orang lain juga memegang peranan penting.
Meski demikian, Ghina berharap lebih banyak mahasiswa dapat merasakan pengalaman serupa. Menurutnya, program mobilitas internasional perlu menjangkau lebih banyak peserta agar manfaatnya tidak terbatas pada mahasiswa yang terpilih.
Dukungan akademik dan finansial menjadi salah satu aspek yang dapat memperluas akses tersebut. Dengan kesempatan yang lebih terbuka, mahasiswa dapat mengembangkan kapasitas diri, membangun jejaring internasional, dan membawa pengetahuan baru ke lingkungan kampus masing-masing.
Harapan itu juga menempatkan pengalaman Ghina dalam konteks pembangunan pendidikan yang lebih luas. Partisipasi mahasiswa dalam program lintas negara dapat mendukung pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kerja sama akademik di kawasan ASEAN.
Prestasi Mahasiswa UNAIR Sejalan dengan SDGs Pendidikan Berkualitas
Pengalaman Ghina dalam ASEMO 2026 sejalan dengan tujuan keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Tujuan ini menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif serta kesempatan belajar untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Melalui kolaborasi lintas negara, Ghina memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan analitis, komunikasi, dan negosiasi. Pengalaman tersebut juga memperluas pemahamannya terhadap tantangan regional yang membutuhkan kerja sama berbagai disiplin ilmu.
Berdasarkan sumber laman resmi FISIP Universitas Airlangga, Ketut Ghina Sofiya Hamidah mengikuti ASEMO 2026 sebagai salah satu dari empat delegasi FISIP UNAIR. Dalam rangkaian program yang diselenggarakan Universiti Utara Malaysia tersebut, ia bersama tim lintas negara meraih juara pertama kategori Sustainability Track dan posisi ketiga dalam presentasi final ASEAN Future Challenge 2026.
Prestasi ini sekaligus menjadi contoh pengalaman belajar internasional yang dapat memperluas wawasan mahasiswa dan mendorong penerapan ilmu lintas disiplin untuk menjawab tantangan regional.

