EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) meraih dua medali dalam kompetisi internasional SMART CITY 2030: Sustainable Urban Development Management in BRICS Countries. Ajang yang berlangsung di Moskow, Rusia, pada 6 Oktober 2026 ini mempertemukan ratusan tim untuk mempresentasikan inovasi di bidang pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Tim UB mengandalkan LAND-FORECAST, sebuah platform WebGIS yang memprediksi lokasi dan besaran alih fungsi lahan berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk dan sektor pertanian. Inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih medali emas atau Juara 1 pada kategori Smart City Technologies and Services serta medali perak atau Juara 2 pada kategori Safe and Comfortable Urban Environment.
Penyelenggara mencatat 391 tim mengikuti kompetisi tersebut. Capaian mahasiswa UB menunjukkan bagaimana teknologi geospasial dapat membantu menjawab tantangan tata ruang dan keberlanjutan lingkungan di tingkat daerah.
LAND-FORECAST Bantu Petakan Potensi Alih Fungsi Lahan
Tim UB mengembangkan LAND-FORECAST untuk memetakan potensi perubahan penggunaan lahan secara prediktif. Platform ini menggabungkan data kependudukan, proyeksi pertanian, dan citra satelit untuk menghasilkan analisis spasial mengenai wilayah yang berpotensi mengalami alih fungsi lahan.
Informasi tersebut dapat membantu pemerintah daerah memahami pola perubahan lahan sebelum menentukan arah pembangunan. Dengan dukungan data dan proyeksi, pemerintah dapat mempertimbangkan kebutuhan permukiman serta infrastruktur tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan pertanian.
LAND-FORECAST juga dirancang sebagai sistem peringatan dini (early warning system). Melalui pendekatan ini, pengambil kebijakan dapat mengidentifikasi potensi tekanan terhadap lahan produktif dan menjadikannya bahan pertimbangan dalam perencanaan tata ruang.
Berawal dari Kekhawatiran atas Lahan Pertanian di Pasuruan
Ketua tim, Soffi Septia Ramadhaniati, menjelaskan bahwa gagasan LAND-FORECAST berangkat dari perhatian tim terhadap perubahan penggunaan lahan pertanian di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Menurut Soffi, pertumbuhan kawasan terbangun dapat menekan keberadaan lahan pertanian produktif. Kondisi tersebut mendorong tim mencari pendekatan berbasis teknologi yang dapat membantu pemerintah merencanakan pembangunan secara lebih terarah.
“Kami melihat banyak lahan pertanian produktif di Pasuruan yang berubah menjadi kawasan terbangun. Melalui LAND-FORECAST, kami ingin memberikan early warning system bagi pemerintah daerah agar bisa merencanakan pembangunan tanpa mengorbankan ketahanan pangan,” ujar Soffi.
Ia menjelaskan bahwa LAND-FORECAST tidak sekadar menampilkan informasi dalam bentuk peta. Platform tersebut juga mengolah berbagai sumber data untuk menyajikan analisis spasial yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan.
“WebGIS ini memadukan data kependudukan, proyeksi pertanian, dan citra satelit. Harapannya, ini bisa menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang akurat untuk mewujudkan smart city yang benar-benar berkelanjutan,” tambahnya.
Raih Emas dan Perak melalui Satu Inovasi
Tim UB meraih penghargaan pada dua kategori berbeda melalui karya LAND-FORECAST. Pada kategori Smart City Technologies and Services, tim memperoleh medali emas atau Juara 1.
Sementara itu, pada kategori Safe and Comfortable Urban Environment, mereka membawa pulang medali perak atau Juara 2. Dua penghargaan tersebut menempatkan inovasi yang sama dalam dua konteks penilaian, yakni pemanfaatan teknologi untuk kota cerdas serta dukungannya terhadap lingkungan perkotaan yang aman dan nyaman.
Tim yang diketuai Soffi Septia Ramadhaniati ini terdiri atas Nisrina Alhumairoh, Anjar Maulana Afriansah, dan Muharrom Haidar Rabbani Kusuma. Mereka mengembangkan gagasan yang menghubungkan teknologi geospasial dengan kebutuhan perencanaan wilayah.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan potensi pemanfaatan WebGIS untuk membantu pemerintah membaca perubahan wilayah. Meski demikian, penerapan hasil prediksi tetap perlu mempertimbangkan kualitas data, validasi lapangan, dan kondisi tata ruang setempat.
FTAB UB Apresiasi Inovasi Mahasiswa
Dekan FTAB Universitas Brawijaya turut mengapresiasi pencapaian tim mahasiswa tersebut. Ia menilai prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FTAB dalam mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan persoalan nyata di masyarakat.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FTAB mampu bersaing di level global dan menghasilkan inovasi yang solutif untuk persoalan nyata di daerah. Ini sejalan dengan semangat FTAB untuk mendorong riset yang berdampak,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menegaskan pentingnya pengembangan riset mahasiswa yang tidak berhenti pada konsep. Inovasi berbasis data seperti LAND-FORECAST juga membuka peluang untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terukur.
Dorong Kota Cerdas yang Lebih Berkelanjutan
Perkembangan kota menghadirkan kebutuhan terhadap permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur. Namun, pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi kawasan terbangun, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sektor pertanian.
LAND-FORECAST menawarkan salah satu pendekatan berbasis teknologi untuk membantu memahami tantangan tersebut. Melalui pemetaan prediktif, pemerintah daerah dapat memperoleh informasi tambahan saat mengevaluasi perubahan penggunaan lahan dan menyusun kebijakan tata ruang.
Keberhasilan mahasiswa FTAB UB di kompetisi internasional ini diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan di Indonesia. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset yang menghubungkan kemajuan teknologi dengan persoalan lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Brawijaya, tim LAND-FORECAST meraih medali emas dan perak dalam kompetisi SMART CITY 2030 di Moskow, Rusia. Inovasi WebGIS tersebut mengusung pemetaan prediktif alih fungsi lahan untuk mendukung perencanaan tata ruang dan pembangunan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

