educare.co.id, Bandung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) menerapkan pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) berbasis limbah ternak untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Program ini ditujukan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Cikubang RW 05 di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Sumedang.
Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan dasar POC, warga setempat diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, mendukung kemandirian pangan, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Prof. Dr. Ir. Yuli Astuti Hidayati, M.P., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unpad Desa Citali, menekankan pentingnya pemanfaatan limbah ternak dalam mendukung ketahanan pangan.
“Tujuan utama kita adalah ketahanan pangan, dan langkah pertama dimulai dari penggunaan pupuk. Jika kita memiliki ternak, limbahnya bisa diolah menjadi pupuk, yang kemudian digunakan untuk tanaman. Tanaman inilah yang akhirnya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan,” ujar Prof. Yuli, dalam siaran tertulis unpad (26/2).
Desa Citali telah menjalankan program pengolahan limbah ternak menjadi POC selama tiga tahun sebagai bagian dari program binaan tim peneliti Fakultas Peternakan Unpad. Pada tahun ketiga ini, tim peneliti lebih fokus pada RW yang telah menerapkan metode tersebut secara berkelanjutan. Untuk memastikan keberlanjutan penggunaan POC, tim peneliti bersama 20 mahasiswa KKN Unpad kembali menginisiasi program ini guna meningkatkan produktivitas pertanian warga.
Proses pembuatan POC dimulai dengan pengumpulan bahan baku, seperti feses ternak dan jerami, yang kemudian mengalami proses dekomposisi awal selama satu minggu. Setelah itu, bahan-bahan tersebut diangin-anginkan sebelum dilakukan ekstraksi dan filtrasi untuk memperoleh cairan POC. Hasil filtrasi kemudian diinkubasi selama satu bulan sebelum diuji melalui demonstrasi plot (demplot) pada dua jenis tanaman, yakni tanaman di tanah dan hidroponik. Mahasiswa KKN Unpad berperan aktif dalam setiap tahap pembuatan POC ini dengan bimbingan dari tim peneliti Fakultas Peternakan.
Setelah satu bulan, tim akan kembali untuk mengaplikasikan POC dan memantau hasil pengujian. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan serta produktivitas pertanian di desa tersebut.
Dedeh, anggota Kelompok Wanita Tani RW 05, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu masyarakat setempat dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk buatan.
“Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan adanya program KKN ini. Dulu, kami hanya mengandalkan pembelian pupuk kandang atau pupuk buatan, tetapi dengan membuat POC, kami dapat mengurangi beban biaya. Mudah-mudahan, dengan adanya POC ini, masyarakat, khususnya petani, dapat memanfaatkannya dan mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal,” ujarnya.
Dengan adanya penerapan POC berbasis limbah ternak oleh mahasiswa KKN Unpad, diharapkan masyarakat Desa Citali, khususnya Kelompok Wanita Tani RW 05, dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk untuk pertanian mereka. Program ini juga diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi desa.



