Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Antropometri Digital, Satu Perangkat Ukur Empat Parameter Balita

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkenalkan alat Antropometri Digital untuk mendukung pelayanan kesehatan balita di Posyandu Matahari, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu. Inovasi ini menggabungkan pengukuran tubuh balita dengan sistem pencatatan digital dalam satu perangkat.

Tim dosen dan mahasiswa Itera menggelar pelatihan penggunaan alat tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi mahasiswa. Dr. Eko Satria, M.Si., mengoordinasikan program tersebut.

Berdasarkan sumber laman resmi Itera, pelatihan ini melibatkan Lurah Pringsewu Selatan, bidan dari puskesmas setempat, serta kader Posyandu Matahari. Sebelum kegiatan berlangsung, tim Itera juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pengelola posyandu untuk mempersiapkan pelaksanaan program.

Satu Alat untuk Empat Jenis Pengukuran

Mahasiswa Itera merancang Antropometri Digital untuk menggabungkan empat jenis pengukuran balita, yaitu berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan suhu tubuh. Perangkat ini juga terhubung dengan dasbor berbasis web untuk menyimpan serta memantau hasil pengukuran.

Integrasi tersebut membantu kader mengelola data pertumbuhan balita secara lebih sistematis. Selain itu, pencatatan digital berpotensi mengurangi kesalahan yang kerap muncul dalam pencatatan manual.

Melalui sistem ini, kader juga dapat mempermudah pemantauan pertumbuhan balita dari waktu ke waktu. Dengan demikian, teknologi tersebut berpeluang meningkatkan efisiensi pelayanan rutin di posyandu.

Meski demikian, tim masih perlu mengevaluasi kinerja perangkat dalam praktik lapangan. Hasil pengujian akan membantu menentukan penyesuaian yang diperlukan agar alat sesuai dengan kebutuhan kader.

Kader Posyandu Ikuti Pelatihan dan Praktik Langsung

Dalam pelatihan tersebut, tim Itera menjelaskan fungsi, manfaat, dan cara mengoperasikan Antropometri Digital. Para kader kemudian menyaksikan demonstrasi penggunaan perangkat sebelum mencoba setiap tahap pengoperasian secara langsung.

Mereka mempelajari persiapan alat, prosedur pengukuran, hingga pengelolaan data melalui sistem digital. Selama praktik, kader juga berdiskusi dengan tim Itera untuk menyampaikan masukan mengenai penggunaan perangkat dalam pelayanan sehari-hari.

Keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi ini. Pengalaman mereka di lapangan dapat membantu tim memahami kebutuhan pengguna sekaligus mengidentifikasi kendala saat mengoperasikan perangkat.

Itera Jadwalkan Uji Coba pada Balita

Setelah pelatihan, tim Itera menjadwalkan uji coba Antropometri Digital pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengikuti jadwal pelayanan rutin Posyandu Matahari.

Pada tahap ini, dosen dan mahasiswa akan mendampingi kader saat menggunakan perangkat untuk mengukur balita. Tim juga akan mengevaluasi kemudahan pengoperasian dan kinerja alat selama pelayanan berlangsung.

Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyempurnakan perangkat. Tim berharap hasilnya dapat membantu menyesuaikan fungsi alat dengan kebutuhan kader dan kondisi pelayanan di lapangan.

Tahap uji coba juga memberi kesempatan bagi tim untuk menilai penerapan teknologi dalam kegiatan posyandu secara langsung. Namun, manfaat dan efektivitas perangkat tetap memerlukan penilaian berdasarkan hasil pengujian.

Integrasikan Riset Mahasiswa dengan Kebutuhan Masyarakat

Melalui kolaborasi PkM dosen dan KKN Rekognisi mahasiswa, Itera mendorong pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis di luar lingkungan kampus.

Pengembangan Antropometri Digital menunjukkan salah satu bentuk penerapan teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Jika hasil evaluasi mendukung penggunaannya, perangkat ini berpotensi membantu kader mengelola pengukuran dan pencatatan pertumbuhan balita secara lebih praktis.

Ke depan, masukan dari kader dan hasil uji coba akan menjadi bahan penting untuk meningkatkan kesesuaian perangkat dengan kebutuhan posyandu.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article