educare.co.id, Bandung – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Roihan M. Iqbal bersama timnya, Dio Hari Syahputra dan Arya Ibrahim Marzuki, berhasil meraih juara 3 dalam Business Case CALIBER (Chandra Asri Limitless Innovation and Business Strategy Challenge) yang diselenggarakan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan analitis, berpikir strategis, serta pemecahan masalah mahasiswa dalam menciptakan solusi bisnis inovatif dan berkelanjutan.
Tahun ini, CALIBER mengangkat tema “Turning Trash into Treasure: Sustainable Business Solutions for Plastic Waste”, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan dan menangani permasalahan sampah plastik secara global. Kompetisi ini menantang peserta untuk mengembangkan ide-ide inovatif dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai bisnis, sosial, dan lingkungan yang tinggi.
Kompetisi berskala nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap penyelesaian kasus dalam bentuk proposal serta tahap final dengan presentasi solusi di hadapan dewan juri.
Tim ITB menghadirkan solusi inovatif bernama CIRC-M, sebuah strategi holistik untuk mengembangkan bisnis daur ulang plastik CIRCLO® milik Chandra Asri Group. CIRC-M terdiri dari lima elemen utama, yaitu Certification & Licensing, Industry Collaboration, Revenue Sharing & Financial Model, Catalog Integration (E-Katalog), serta Marketing & Awareness. Strategi ini dirancang untuk mendorong adopsi CIRCLO® secara luas, menciptakan pendapatan berkelanjutan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk daur ulang plastik.
“Kami ingin mendorong penggunaan produk daur ulang plastik secara masif dan berkelanjutan melalui strategi yang komprehensif. CIRC-M diharapkan dapat menjadi solusi bisnis yang menguntungkan sekaligus berdampak positif bagi lingkungan,” ungkap Roihan.
Mengikuti kompetisi ini memberikan pengalaman berharga bagi tim. “Seru sekali, karena kami berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang keilmuan. Ini memperkaya wawasan dan keterampilan kami dalam menyusun solusi bisnis yang inovatif,” ujar Roihan.
Tim juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak ragu dalam menjalin kolaborasi lintas jurusan. “Kolaborasi dengan teman dari jurusan lain sangat membantu dalam memperkaya perspektif dan ide-ide inovatif. Selain itu, kolaborasi lintas disiplin juga menjadi nilai tambah di mata juri,” tambah Roihan.



