Mahasiswa ITB Raih Juara 1 di Mud Innovation Champion 2025
educare.co.id, Bandung – Tim BukitDuri, yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), sukses meraih Juara 1 dalam ajang Mud Innovation Champion (IMC) pada kompetisi Petroforia 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) STT Migas Balikpapan dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim BukitDuri adalah Yesaya Anju Beckham Napitupulu, Farhan Yoga Widodo, dan Michael Derent Anjar Sanyoto. Mereka menghadirkan inovasi sistem lumpur pengeboran yang dirancang untuk sumur horizontal dengan inklinasi ekstrem hingga 102° dan kedalaman mencapai 11.000 kaki.
Kompetisi tahun ini mengusung tema “Enhanced the Energy Sustainability Along with Advanced Technology in the Era of Energy Transition”, yang menantang peserta untuk menciptakan solusi inovatif dalam pemanfaatan lumpur pengeboran bagi industri energi berkelanjutan. Berangkat dari keinginan untuk mengasah keterampilan di bidang drilling fluids serta memanfaatkan waktu liburan secara produktif, Tim BukitDuri berkomitmen untuk mengembangkan solusi terbaik meski menghadapi perbedaan zona waktu dan lokasi.
Tim ini mengusulkan sistem lumpur pengeboran yang terdiri dari tiga fase utama, yakni Spud Mud, High-Performance Water-Based Mud (HPWBM), dan Recyclable Fluid for Drilling (RFiD). Setiap fase ini dirancang agar sesuai dengan kebutuhan pengeboran berdasarkan kedalaman sumur dan jenis casing yang digunakan.
Salah satu inovasi utama dalam sistem ini adalah penerapan sistem daur ulang lumpur pengeboran (Recyclable Fluid for Drilling), yang memungkinkan pemanfaatan kembali fluida dengan efisiensi tinggi. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional serta menekan limbah industri. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan teknologi pemantauan real-time untuk memastikan kestabilan formasi dan penggunaan Lost Circulation Materials (LCM) yang lebih ramah lingkungan guna mencegah kehilangan fluida ke formasi bawah tanah.
“Dengan kombinasi teknologi ini, sistem lumpur kami tidak hanya mendukung pengeboran yang lebih aman dan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan dampak lingkungan dalam industri migas,” ujar Michael Derent Anjar Sanyoto.
Menurut tim, keberhasilan mereka dalam kompetisi ini juga didukung oleh pemilihan anggota tim yang tepat, pembagian kerja yang efisien, serta komitmen terhadap manajemen waktu. Mereka juga mengapresiasi dukungan dari senior mereka yang turut membantu selama proses perlombaan.
“Kami berterima kasih kepada Bang Ghifari dan Bang Reihan atas bantuannya selama keberjalanan lomba. Tetap semangat untuk semua tim yang sudah berjuang,” ujar salah satu anggota tim.
Prestasi ini semakin menegaskan keunggulan mahasiswa ITB dalam menghadirkan inovasi di industri energi, sekaligus menjadi langkah maju dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
