EDUCARE.CO.ID – Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menyampaikan gagasan. Ada yang nyaman menggunakan kata-kata, ada pula yang memilih suara, tulisan, gerak, atau karya visual.
Bagi Jody Edbert Tjoe, mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Prima Indonesia, kamera menjadi salah satu media untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Lewat video dan karya audio-visual, ia menemukan cara untuk menyampaikan pesan sekaligus menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.
Perjalanan Jody juga memiliki cerita yang tidak biasa. Sebagai mahasiswa autistik, ia menghadapi proses komunikasi dan interaksi dengan lingkungan yang berbeda dari sebagian mahasiswa lainnya. Situasi sosial dan dinamika perkuliahan terkadang menuntut proses penyesuaian tersendiri.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkah Jody untuk terus belajar dan menghasilkan karya.
Kamera Menjadi Ruang Ekspresi Jody
Dunia visual memberi Jody ruang untuk menyampaikan gagasan melalui cara yang ia kuasai. Saat berada di balik kamera, ia dapat menerjemahkan ide menjadi gambar, menyusun alur cerita, menentukan sudut pandang, hingga membangun pesan melalui video.
Bagi Jody, video bukan sekadar kumpulan gambar bergerak. Media tersebut menjadi sarana untuk berkomunikasi tanpa harus selalu mengandalkan percakapan secara langsung.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan cara berkomunikasi tidak selalu menjadi penghalang untuk berkreasi. Justru, seseorang dapat menemukan media yang paling sesuai dengan karakter dan kekuatannya.
Dalam lingkungan perkuliahan, Jody mungkin tidak selalu mengekspresikan diri melalui komunikasi verbal secara dominan. Namun, karya visual memberinya ruang untuk menunjukkan apa yang mampu ia lakukan.
Raih Dua Penghargaan di Kompetisi Nasional
Kemampuan Jody kemudian mendapat apresiasi melalui kompetisi tingkat nasional.
Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Jody meraih Juara 2 Nasional sekaligus Juara Favorit dalam lomba pembuatan video #LifeWithManner yang diselenggarakan oleh PT United Tractors Tbk.
Prestasi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kreatifnya. Penghargaan itu bukan sekadar piala atau sertifikat, tetapi juga menjadi ruang pembuktian bahwa karya yang ia hasilkan mampu mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
Kompetisi tersebut juga memberi Jody kesempatan untuk membawa kemampuannya keluar dari lingkungan kampus. Ia dapat menguji kreativitas, mengembangkan ide, sekaligus memperlihatkan hasil belajarnya kepada publik yang lebih luas.
Potensi Tumbuh Ketika Mendapat Kesempatan
Kisah Jody menunjukkan bahwa potensi seseorang dapat berkembang ketika mendapat ruang yang tepat.
Kemampuan membuat video yang awalnya menjadi bagian dari proses belajar dan berkarya di bangku kuliah, kini membawanya meraih penghargaan dalam kompetisi nasional.
Perjalanan itu juga memperlihatkan pentingnya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas. Pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan materi perkuliahan, tetapi juga proses mengenali kekuatan diri dan menemukan cara untuk mengembangkannya.
Bagi mahasiswa dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda, lingkungan pendidikan yang inklusif dapat menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Ruang untuk mencoba, berkarya, dan mendapatkan apresiasi dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan terhadap kemampuan dirinya.
Karya Menjadi Cara untuk Berbicara
Prestasi Jody dalam #LifeWithManner tidak hanya bercerita tentang kemenangan dalam sebuah kompetisi video. Lebih jauh, pencapaian itu menunjukkan bagaimana seseorang dapat menemukan media yang sesuai untuk menyampaikan gagasan.
Dunia visual menjadi bahasa yang dipilih Jody untuk mengekspresikan dirinya. Kamera membantunya menyusun cerita, sementara video menjadi medium untuk menyampaikan pesan dan memperlihatkan kemampuan yang terus ia kembangkan.
Pilihan tersebut membuktikan bahwa setiap orang dapat memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan potensi. Ketika seseorang menemukan medium yang sesuai, kemampuan yang sebelumnya sulit terlihat dapat muncul dalam bentuk karya nyata.
Karena itu, kisah Jody lebih tepat dilihat sebagai cerita tentang potensi yang menemukan ruang, bukan sekadar tentang keterbatasan.
Pendidikan Perlu Membuka Ruang bagi Setiap Potensi
Pendidikan yang berdampak tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Lingkungan belajar juga perlu membantu mahasiswa mengenali kekuatan diri, membangun kepercayaan diri, serta berani membawa kemampuan tersebut ke ruang yang lebih luas.
Kisah Jody menjadi salah satu contoh bahwa karya dapat membuka ruang tersebut.
Prestasi sebagai Juara 2 Nasional dan Juara Favorit #LifeWithManner menjadi bukti dari proses yang ia jalani. Namun, pencapaian tersebut bukan akhir dari perjalanan.
Masih ada ruang bagi Jody untuk mengembangkan kemampuan audio-visual, memperluas pengalaman, dan menghasilkan karya-karya baru.
Pada akhirnya, kamera bagi Jody bukan hanya alat untuk merekam gambar. Kamera menjadi medium untuk berbicara, berekspresi, dan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara sendiri untuk bersinar.
Ketika seseorang menemukan ruang yang sesuai dengan potensinya, perbedaan tidak lagi menjadi batas. Dari sana, kemampuan dapat tumbuh menjadi karya dan karya dapat berkembang menjadi prestasi.


