EDUCARE.CO.ID – Kemampuan berdebat bukan hanya soal memenangkan adu argumen. Murid juga perlu menguasai cara berpikir kritis, menyusun logika, melakukan riset, dan menyampaikan gagasan secara meyakinkan.
Kemampuan tersebut kembali diasah melalui Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) membuka ajang tersebut pada Selasa (1/9/2026).
LDI 2026 berlangsung secara daring pada 31 Agustus hingga 6 September 2026. Ajang ini mempertemukan murid dari berbagai provinsi di Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Berdasarkan sumber rilis Puspresnas Kemendikdasmen, LDI menjadi salah satu wadah pemerintah untuk mengembangkan talenta murid melalui kompetisi, pembinaan, dan pengalaman berkelanjutan.
Pendaftar LDI Naik 34 Persen
Minat murid terhadap kompetisi debat terus menunjukkan peningkatan. Data Puspresnas mencatat 12.780 peserta mendaftar LDI pada 2025.
Jumlah tersebut naik menjadi 17.115 pendaftar pada 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 34 persen dalam satu tahun.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan LDI memiliki peran lebih luas daripada sekadar kompetisi.
“LDI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari ekosistem manajemen talenta yang mendorong pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Irene dalam acara pembukaan LDI.
Peningkatan pendaftar menunjukkan semakin banyak murid yang tertarik mengembangkan kemampuan debat. Mereka juga mendapat ruang untuk melatih komunikasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan.
Dua Cabang Debat Jadi Ajang Utama
LDI Nasional 2026 melibatkan 38 provinsi. Peserta juga berasal dari SILN di Arab Saudi, Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Puspresnas mempertandingkan dua cabang dalam kompetisi tahun ini. Keduanya yaitu Debat Bahasa Indonesia dan Debat Bahasa Inggris.
Setiap provinsi mengirimkan tiga murid untuk masing-masing cabang. Dengan komposisi tersebut, LDI Nasional 2026 memiliki total 234 finalis.
Para peserta tidak hanya perlu memahami materi debat. Mereka juga harus mampu membaca isu, mengolah informasi, membangun argumen, dan merespons pendapat lawan secara logis.
Peserta Sulawesi Utara Bidik Juara
Salah satu finalis LDI 2026 datang dari Sulawesi Utara. Neil Delen Walandow, murid SMA Negeri 9 Manado, mengikuti cabang Debat Bahasa Indonesia.
Neil bersama tim melakukan persiapan secara intensif. Mereka memperdalam isu terkini, melakukan riset, dan menjalani sesi sparing untuk menguji kemampuan debat.
“Persiapan bersama tim cukup intensif dengan memperdalam isu-isu terkini, riset, dan sparing. Target utama kami juara satu dan tentunya pengalaman dari peserta-peserta terbaik dari seluruh Indonesia lainnya,” ucap Neil.
Persiapan tersebut menjadi bagian penting bagi peserta sebelum menghadapi finalis dari berbagai daerah. Kompetisi juga memberi kesempatan bagi murid untuk bertukar pengalaman dan melihat kemampuan peserta lain.
Peserta DKI Jakarta Anggap LDI sebagai Ruang Belajar
Semangat serupa datang dari Allesia Keiran The dari SMA Bina Bangsa School Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta.
Allesia menilai LDI tidak hanya menawarkan persaingan. Ajang ini juga memberi ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan debat.
“Setiap hari kami latihan dan tim kami terus berkembang. Kami berusaha memberikan performa terbaik pada ajang LDI kali ini. Kami sangat bersyukur dengan terselenggaranya LDI Tingkat Nasional,” ungkap Allesia.
Latihan rutin membantu tim mempersiapkan materi sekaligus meningkatkan kekompakan. Pengalaman bertemu peserta dari berbagai daerah juga menjadi bagian dari proses belajar.
15 Best Speakers Dapat Pelatihan MUN
LDI 2026 juga membuka peluang pengembangan talenta setelah kompetisi berakhir. Puspresnas memberikan kesempatan khusus bagi peserta terbaik dari cabang Debat Bahasa Inggris.
Sebanyak 15 Best Speakers yang menempati peringkat pertama hingga ke-15 akan memperoleh kesempatan mengikuti MUN Academy.
International Global Network akan memfasilitasi program pelatihan dan pembinaan tersebut. Program ini memberi pengalaman tambahan bagi murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan diplomasi.
Tiga Peserta Berpeluang Wakili Indonesia
Dari 15 Best Speakers, penyelenggara akan memilih tiga peserta terbaik. Mereka akan mendapat kesempatan menjadi delegasi Indonesia pada AYIMUN 24 Malaysia.
Agenda tersebut akan berlangsung pada 15–18 Januari 2027. Kesempatan ini menjadi salah satu bentuk kelanjutan pembinaan bagi murid yang menunjukkan kemampuan terbaik dalam LDI.
Dengan skema tersebut, prestasi di LDI tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Murid juga memiliki peluang untuk mengikuti pengalaman dan pembinaan di tingkat internasional.
LDI Jadi Bagian dari Manajemen Talenta Murid
Penyelenggaraan LDI 2026 menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.
Melalui ajang ini, Puspresnas menyediakan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan komunikasi dan debat. Mereka juga mendapat kesempatan membahas berbagai isu aktual dan persoalan global.
Kemendikdasmen mendorong agar talenta murid tidak berhenti pada pencapaian kompetisi. Proses pembinaan perlu terus berjalan agar kemampuan yang mereka miliki berkembang dari waktu ke waktu.
LDI pun menjadi salah satu ruang untuk membentuk murid yang mampu berpikir kritis, menyusun gagasan secara logis, serta memiliki wawasan luas.
Pengalaman berkompetisi juga dapat memperkuat kepercayaan diri murid dalam menghadapi persoalan nasional maupun global. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, talenta debat diharapkan terus berkembang dan memberi kontribusi lebih luas.

