Kisah Inspiratif Mahasiswa Vokasi UI: Bangun Bisnis Kopi Enam Cabang Sebelum Lulus
educare.co.id, Depok – Universitas Indonesia (UI) kembali membuktikan diri sebagai tempat lahirnya wirausahawan muda yang sukses. Dua mahasiswa Program Studi Bisnis Kreatif Vokasi UI, Firdausi Del Izzat Gazera dan Anas Taufiqurahman Fatah, berhasil mendirikan bisnis kedai kopi dan es krim bernama Tens Coffee sejak masih berkuliah. Kini, bisnis mereka telah memiliki enam cabang dengan total 33 karyawan, sebuah pencapaian luar biasa yang mereka raih sebelum resmi lulus.
Kesuksesan mereka dimulai dari ruang kosong di kantin kampus. Setelah mengikuti Founders Camp UI, sebuah program orientasi kewirausahaan, Gazera dan Anas berani memulai langkah kecil. Mereka fokus membangun branding yang dekat dengan mahasiswa dan menjaga kualitas produk.
“Dari Founders Camp saya banyak belajar teori, tetapi justru praktik langsung yang membuat semuanya terasa nyata. Itu yang mendorong saya berani mulai,” ujar Gazera.
Perjalanan mereka tidak lepas dari dukungan penuh pihak kampus, termasuk Kepala Program Studi Deni Danial Kesa, Ph.D., dan dosen Dr. Fia Fridayanti Adam, M.Si. Selain itu, publikasi melalui laman resmi Vokasi UI dan liputan media eksternal turut membantu Tens Coffee mendapatkan eksposur lebih luas.
Kunci Sukses: Pembagian Peran dan Komitmen Tinggi
Dalam mengelola bisnis, Gazera dan Anas membagi peran dengan sangat jelas. Gazera menangani operasional, sedangkan Anas fokus pada strategi marketing dan branding. Pembagian tugas ini membuat bisnis mereka berjalan stabil dan terstruktur.
Meskipun sibuk berbisnis, keduanya tetap menjadikan kuliah sebagai prioritas utama. Komitmen ini terlihat dari tugas akhir Gazera yang berjudul “Preferensi dan Kualitas Content Marketing sebagai Faktor Pendorong User-Generated Content (UGC): Studi Kasus Strategi Viral Tens Coffee di Media Sosial”. Hasil penelitian ini bahkan langsung mereka terapkan dalam strategi pemasaran bisnisnya.
Setelah meraih gelar S.Tr.Bns., Gazera dan Anas berencana untuk terus mengembangkan Tens Coffee. Mereka ingin membuka lebih banyak cabang dan melayani pelanggan setia mereka yang dijuluki TemanTens. Anas meyakini bahwa berbisnis bukan hanya soal teori, tetapi juga konsistensi. “Yang terpenting adalah bagaimana caranya mulai, lalu konsisten. Dengan cara itu, belajar bisnis dapat menajamkan mental mahasiswa untuk menjadi entrepreneur,” pungkasnya.
Kisah Gazera dan Anas menjadi bukti bahwa dengan inisiatif, kerja keras, dan dukungan yang tepat, mahasiswa dapat mencapai kesuksesan finansial sekaligus akademik. (DSM)
