EDUCARE.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan memulai program vaksin Human Papillomavirus (HPV) untuk anak laki-laki pada Agustus 2026. Sasaran program ini adalah siswa laki-laki kelas 5 SD atau anak berusia sekitar 11 tahun.
Kemenkes akan menjalankan program tersebut melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah memilih Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bali sebagai lokasi pelaksanaan pertama.
Berdasarkan rilis resmi Kemenkes, perluasan imunisasi HPV untuk anak laki-laki menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendukung eliminasi kanker leher rahim dan memperluas perlindungan terhadap infeksi HPV.
Tiga Provinsi Jadi Lokasi Perdana
Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa introduksi vaksin HPV untuk anak laki-laki akan dimulai pada pelaksanaan BIAS Agustus 2026.
“Pada BIAS bulan Agustus 2026, kami akan memulai introduksi vaksin HPV untuk anak laki-laki di Yogyakarta, Jakarta, dan Bali,” ujar Indri dalam konferensi pers, Selasa (4/8/2026).
Menurut Indri, pemerintah semula menargetkan program ini langsung berjalan secara nasional. Namun, Kemenkes memilih skema bertahap karena rencana aksi nasional masih dalam proses revisi.
“Saat ini rencana aksi nasional sedang direvisi, sehingga kami memilih pendekatan yang lebih bertahap,” jelasnya.
Perluasan Program hingga 2028
Kemenkes telah menyiapkan tahapan perluasan vaksin HPV untuk anak laki-laki dalam beberapa tahun mendatang.
- 2026: DIY, DKI Jakarta, dan Bali
- 2027: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten
- 2028: Jawa Timur
Dengan jadwal tersebut, tujuh provinsi akan lebih dulu menjalankan program sebelum pemerintah memperluasnya ke seluruh Indonesia.
Indri menegaskan bahwa Kemenkes ingin memastikan pelaksanaan tahap awal berjalan baik sebelum memperluas cakupan program.
Kemenkes Ikuti Rekomendasi KIN dan WHO
Kemenkes menyusun program vaksin HPV untuk anak laki-laki dengan mengacu pada rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional (KIN) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Salah satu pertimbangan penting adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah sasaran sudah mencapai 90 persen. Karena itu, pemerintah belum menerapkan program secara serentak di seluruh Indonesia.
“Pertimbangan cakupan imunisasi anak perempuan menjadi alasan kami menjalankan program ini secara bertahap,” kata Indri.
Selain mengikuti rekomendasi tersebut, Kemenkes juga ingin mengevaluasi pelaksanaan program secara menyeluruh sebelum memperluas vaksinasi ke tingkat nasional.
Langkah Awal Perluasan Perlindungan Anak
Program vaksin HPV untuk anak laki-laki dijadwalkan mulai berjalan di DIY, DKI Jakarta, dan Bali pada Agustus 2026. Selanjutnya, pemerintah akan memperluas pelaksanaannya ke provinsi lain pada 2027 dan 2028.
Melalui langkah bertahap ini, Kemenkes berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh perlindungan terhadap infeksi HPV dan penyakit terkait di masa depan.
Penulis: Andini Namira Saskirana



