Jahe hingga Oatmeal, 5 Pilihan Makanan untuk Membantu Redakan Heartburn

Must read

EDUCARE.CO.ID – Rasa panas di dada setelah makan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan ini dikenal sebagai heartburn, yaitu sensasi terbakar ketika isi lambung naik ke kerongkongan. Pemilihan makanan dan pengaturan pola makan dapat membantu sebagian orang mengendalikan gejala tersebut.

Beberapa pilihan yang bisa Anda coba antara lain jahe, makanan tinggi serat, dan protein rendah lemak. Namun, setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Makanan yang cocok bagi seseorang belum tentu memberikan efek serupa pada orang lain.

Sejumlah pilihan makanan dan kebiasaan makan dapat membantu mengelola gejala refluks asam atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Berikut lima pilihan yang bisa Anda pertimbangkan untuk membantu mengurangi keluhan heartburn.

1. Jahe, Rempah yang Mendukung Kenyamanan Pencernaan

Ketahui, Ini 9 Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

Jahe mengandung gingerol dan shogaol, dua senyawa yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Banyak orang juga menggunakan jahe untuk membantu mengatasi keluhan pencernaan, termasuk mual.

Sebagian orang merasa lebih nyaman setelah mengonsumsi jahe dalam jumlah kecil. Anda bisa menambahkan jahe ke dalam masakan atau menyeduhnya menjadi minuman hangat tanpa banyak gula.

Meski demikian, jahe bukan obat untuk GERD. Penelitian mengenai manfaat jahe dalam meredakan heartburn masih terbatas. Bahkan, sebagian orang justru mengalami gejala yang lebih buruk setelah mengonsumsinya.

Karena itu, perhatikan reaksi tubuh saat mencoba jahe. Kurangi konsumsinya atau hentikan jika rempah ini memicu rasa panas di dada.

2. Permen Karet Membantu Membersihkan Asam di Kerongkongan

Ingin Kurangi Ngemil? Coba Permen Karet tanpa Gula - RRI.co.id

Mengunyah permen karet merangsang produksi air liur. Air liur membantu menetralkan asam dan membersihkan sisa asam yang naik ke kerongkongan melalui proses menelan.

Mekanisme tersebut berpotensi memberikan kelegaan sementara bagi sebagian orang yang mengalami heartburn. Namun, permen karet tidak mengatasi penyebab utama refluks dan belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap orang.

Jika ingin mencobanya, pilih permen karet bebas gula. Hindari varian mint apabila rasa tersebut memperburuk keluhan karena mint dapat memicu refluks pada sebagian orang.

3. Makanan Tinggi Serat Menjaga Kesehatan Pencernaan

Pentingnya Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Serat Tinggi

Serat membantu menjaga fungsi pencernaan dan mendukung rasa kenyang lebih lama. Anda juga dapat mengatur porsi makan dengan lebih baik saat memasukkan makanan berserat ke dalam menu harian.

Ada banyak pilihan sumber serat yang mudah ditemukan. Anda bisa mengonsumsi apel, pisang, buah beri, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh.

Sayuran seperti bayam, asparagus, dan brokoli juga dapat melengkapi asupan serat. Selain itu, ubi, beras merah, quinoa, roti gandum utuh, dan oatmeal bisa menjadi pilihan menu sehari-hari.

Tingkatkan asupan serat secara bertahap dan minum air putih yang cukup. Langkah ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Perhatikan pula reaksi tubuh karena beberapa bahan makanan dapat memicu kembung atau ketidaknyamanan pada orang tertentu.

4. Madu Bisa Menjadi Pelengkap, Bukan Obat Asam Lambung

Manfaat Madu Berikut Ini Sungguh Mencengangkan | HonestDocs

Sebagian orang menggunakan madu untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Teksturnya yang kental juga membuat madu kerap dianggap dapat melapisi permukaan kerongkongan.

Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitas madu dalam mengatasi refluks asam masih terbatas. Karena itu, jangan mengandalkan madu sebagai pengobatan utama untuk GERD.

Anda tetap bisa menambahkan sedikit madu ke minuman jika tubuh dapat menerimanya. Meski berasal dari bahan alami, madu mengandung gula. Batasi jumlahnya, terutama jika Anda perlu mengontrol asupan gula harian.

5. Protein Rendah Lemak Membantu Mengurangi Pemicu Heartburn

8 Makanan Tinggi Protein Rendah Lemak yang Efektif untuk Diet - Alodokter

Pemilihan sumber protein juga dapat memengaruhi kenyamanan setelah makan. Makanan tinggi lemak dapat memperburuk refluks pada sebagian orang karena lemak dapat memperlambat pengosongan lambung dan memengaruhi mekanisme yang mencegah isi lambung naik.

Untuk pilihan yang lebih rendah lemak, Anda bisa mengonsumsi ayam tanpa kulit, ikan, atau kalkun. Cara memasaknya juga penting agar kandungan lemak tambahan tetap terkendali.

Cobalah mengukus, merebus, atau memanggang bahan makanan tersebut. Sebaliknya, batasi makanan yang digoreng dengan banyak minyak, daging berlemak, dan hidangan dengan tambahan mentega jika bahan-bahan tersebut memicu gejala.

Selain memilih bahan makanan, perhatikan ukuran porsi. Makan dalam porsi lebih kecil dan tetap tegak setelah makan dapat membantu sebagian orang mengurangi keluhan refluks.

Atur Pola Makan untuk Mengendalikan Gejala Asam Lambung

Pemilihan makanan merupakan salah satu langkah untuk mengelola heartburn. Anda juga perlu mengenali pemicu pribadi dan memperbaiki kebiasaan makan sehari-hari.

Mulailah dengan mengatur porsi makan agar tidak berlebihan. Hindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur dan jangan langsung berbaring setelah makan. Anda juga dapat mencatat makanan yang dikonsumsi beserta gejala yang muncul untuk mengenali pemicu refluks.

Perlu diingat, tidak ada satu jenis makanan yang dapat menyembuhkan GERD. Jika gejala sering muncul, mengganggu tidur, atau tidak membaik setelah perubahan pola makan, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.

Waspadai pula nyeri dada yang berat, terutama jika muncul bersama sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan maupun rahang. Segera cari pertolongan medis karena keluhan tersebut dapat menandakan kondisi serius, bukan sekadar asam lambung.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article