Inovasi Mahasiswa UNAIR, Projek BUL Demi Kesejahteraan Lansia

EduNews

educare.co.id, Surabaya – Suasana Taman FISIP Universitas Airlangga Kampus B tampak berbeda pada Sabtu (3/5/2025). Mahasiswa Program Studi Antropologi memadati area tersebut dalam rangka pelaksanaan Projek BUL (Bakti Untuk Lansia), sebuah inisiatif kreatif sebagai bagian dari mata kuliah Antropologi Lansia.

Projek ini merupakan buah pemikiran dan arahan dari Rizky Sugianto Putri, S.Ant., M.Si., yang akrab disapa Kiki, selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut. Mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok untuk merancang dan mendemonstrasikan permainan yang ditujukan bagi lansia.

“Kalo kita ngomongin SDGs, lansia menjadi salah satu proyeksi yang harus diperhatikan oleh negara kita. Kalo kita lihat, negara maju lebih fokus ke lansia yang akhirnya meningkatkan angka harapan hidup. Sebaliknya dengan negara kita yang terkesan lebih mengasingkan lansia,” ujar Kiki dalam wawancara.

Permainan yang dirancang tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai terapi. Kiki menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menstimulasi kembali fungsi motorik dan kognitif lansia melalui metode yang menyenangkan.

“Di mata kuliah ini sebagai dosen pengampu, saya ingin memberikan dampak positif kepada lansia. Permainan-permainan ini akan memacu kembali kemampuan motorik dan kognitif lansia sehingga memiliki manfaat positif bagi kesehatan mereka,” jelasnya.

Lebih dari sekadar proyek akademik, Kiki juga berkomitmen membawa hasil karya mahasiswa ke ranah yang lebih luas. Dua dari enam permainan terbaik akan didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sebagai bentuk perlindungan dan apresiasi atas kreativitas mahasiswa.

Sebelum sesi praktik dimulai, Kiki terlebih dahulu memaparkan aturan permainan serta kriteria penilaian. Setiap kelompok kemudian secara bergantian memperagakan permainan hasil rancangan mereka. Enam judul permainan yang ditampilkan antara lain Petualangan Senja Ceria, Laju Pingpong Lansia, Tebak Gaya, Warnesia, Kotak Waktu, dan Laju Kata.

Bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Abigail, salah satu peserta, mengaku kegiatan ini memberikan nuansa baru dalam proses belajar.

“Projek BUL ini menambah variasi pembelajaran di kampus. Terus juga kan kita itungannya outing karna di luar kelas jadi tidak monoton dan memberikan variasi baru. Selain itu, ini juga jadi bentuk apresiasi dan bakti kita kepada lansia. Bakti tersebut kita berikan dalam bentuk dukungan moral yang tertuang dalam kreasi permainan,” ungkap Abigail.

Dengan konsep pembelajaran luar kelas yang menyenangkan serta berdampak sosial, Projek BUL diharapkan dapat menjadi model edukasi yang tak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga empati sosial mahasiswa. Di sisi lain, manfaat dari permainan yang diciptakan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental para lansia di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *