EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses peningkatan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA). Program ini memungkinkan guru di seluruh Indonesia mengikuti pelatihan secara fleksibel melalui kanal Ruang GTK pada aplikasi Rumah Pendidikan.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), langkah tersebut bertujuan mengatasi kendala yang selama ini sering dihadapi guru, seperti jarak, waktu, dan biaya perjalanan untuk mengikuti pelatihan tatap muka.
Kini, guru dapat mempelajari materi pembelajaran langsung dari sekolah maupun rumah tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Guru Bisa Belajar Fleksibel Melalui Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen menghadirkan pelatihan digital agar guru lebih mudah meningkatkan kompetensi. Melalui Ruang GTK, peserta memperoleh akses ke modul, video pembelajaran, materi pendukung, dan sesi penguatan bersama fasilitator.
Selain itu, sistem daring membuat guru dari Sabang hingga Merauke memperoleh kesempatan belajar yang sama. Oleh karena itu, kementerian berharap kualitas pembelajaran meningkat secara merata di seluruh Indonesia.
Abdul Mu’ti: Guru Hebat Selalu Mau Belajar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (9/7).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa guru memegang peran penting sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Karena itu, peningkatan kompetensi harus terus berjalan agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Abdul Mu’ti, guru tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik. Sebaliknya, guru juga membentuk karakter peserta didik melalui setiap proses pembelajaran.
Ia menambahkan bahwa guru terbaik bukanlah sosok yang mengetahui semua hal, melainkan guru yang terus belajar. Sementara itu, digitalisasi membuka peluang baru bagi pendidik untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Pelatihan Berbasis Mata Pelajaran dan Kelompok Kerja
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan PM-KKA yang dimulai sejak 2025 kini memasuki tahap penguatan implementasi.
Jika sebelumnya program berfokus pada tahap percontohan, maka pelaksanaan tahun 2026 mengarahkan perhatian pada penerapan pembelajaran berbasis mata pelajaran. Selain itu, kementerian mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai pusat inovasi pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, guru dapat menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan langsung di ruang kelas.
Dua Jalur Pelatihan untuk Guru Indonesia
Kemendikdasmen menyediakan dua jalur pelatihan agar guru dapat memilih metode belajar yang paling sesuai.
Pertama, jalur reguler berlangsung secara luring melalui KKG dan MGMP menggunakan metode Teacher Experimental Training (TET). Dalam skema ini, guru merancang solusi atas persoalan nyata di kelas, mempraktikkannya, lalu mengevaluasi hasilnya bersama rekan sejawat.
Kedua, jalur daring berlangsung melalui Ruang GTK di aplikasi Rumah Pendidikan.
Pada jalur daring, guru dapat mengikuti Pelatihan Mandiri melalui modul digital, video pembelajaran, dan webinar bersama fasilitator. Selain itu, tersedia Diklat Bauran yang memadukan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) dengan pendampingan daring secara terstruktur.
Target Jangkau Lebih dari 300 Ribu Guru
Kemendikdasmen menargetkan pelatihan PM-KKA 2026 mampu menjangkau lebih dari 300 ribu guru dan tenaga kependidikan dari sekitar 140 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Melalui kombinasi pelatihan luring dan daring, kementerian ingin memastikan setiap guru memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi. Pada akhirnya, peningkatan kualitas guru diharapkan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna sekaligus memperkuat mutu pendidikan nasional.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pelatihan bagi guru melalui transformasi digital. Dengan demikian, semakin banyak pendidik dapat menguasai konsep Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial sehingga kualitas pembelajaran di ruang kelas terus meningkat.




