Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025 Capai Puncak, Murid Vokasi Unjuk Bakat Terbaik
educare.co.id, Jakarta – Malam Puncak Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025 menjadi panggung spektakuler yang menampilkan kekayaan talenta murid dan alumni pendidikan vokasi dari berbagai latar belakang. Mulai dari SMK, SLB, LKP, hingga satuan pendidikan nonformal, seluruh penampil bersatu menyuguhkan pertunjukan berkelas yang memukau. Digelar di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikdasmen, Kamis (18/12/2025) malam, acara ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan talenta unggul dan berdaya saing.
Penampilan pembuka dari SMK Musik Perguruan Cikini (Percik), Jakarta, langsung mencuri perhatian para tamu undangan. Sebagai salah satu SMK musik terbaik di ibu kota, para murid Percik membawakan lagu-lagu seperti Juwita, Kisah Romantis, dan Gemintang Hatiku dengan penuh penghayatan. Suasana semakin semarak saat grup orkestra SMKN 2 Kasihan Bantul atau Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta tampil membawakan lagu-lagu populer dalam balutan aransemen orkestra, membuat penonton terpukau dan ikut bernyanyi bersama.
Nuansa seni dan refleksi kian terasa saat peserta didik LKP Sanggar Indra Kusuma menampilkan Tari Kreasi Nusantara yang anggun, dilanjutkan penayangan film dokumenter “Menjaga Api Kemajuan” dan monolog dari Kepala SLB Mandiri Putra, Ita Sulistyowati. Tak hanya murid, para alumni vokasi juga turut bersinar. Komika Rahmet Ababil, alumnus SMKN 52 Jakarta, hingga Putri Ariani, alumnus SMM Yogyakarta, tampil membanggakan. Putri menutup malam puncak dengan membawakan lagu-lagu ciptaannya sendiri, termasuk Berdaya Kita, yang sarat pesan optimisme dan pemberdayaan.
Malam puncak semakin berkesan saat Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi bakat luar biasa Muhammad Tegar, murid SLB Mandiri Putra yang melukis menggunakan mulut. Lukisan Tegar yang penuh makna menjadi simbol keberhasilan pendidikan inklusif dan revitalisasi satuan pendidikan. Mengusung tema “Vokasi PKPLK Berkarya, Indonesia Berdaya”, Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025 menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa.
