Delegasi Indonesia dalam program ini mencakup Prof. Woro Sumarni dan Prof. Cepi Kurniawan dari UNNES, serta akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDHIKSA) yang turut berpartisipasi secara daring.
Program diawali dengan LUPIC Bi-annual Meeting, dimana perwakilan dari UPI, UNNES, dan UNDIKSHA memaparkan perkembangan proyek, pencapaian, serta rencana strategis ke depan. Diskusi berfokus pada evaluasi hasil proyek tahun kedua, tantangan yang dihadapi, serta penyusunan roadmap untuk tahun ketiga kerja sama.
Selain agenda akademik, delegasi juga melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea. Dalam pertemuan ini, mereka berdiskusi dengan Education Attaché, Mrs. Amaliah, mengenai peluang kerja sama riset dan akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Korea dalam proyek LUPIC.
Para delegasi juga bertemu dengan pimpinan Sogang University, termasuk Presiden Prof. Luke Jong-hyeok Shim dan Wakil Presiden Eksekutif Prof. Tai-kyung Song. Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi dalam pertukaran akademik, riset bersama, serta pengembangan proyek inovatif di bidang sains dan teknologi.
Selama program berlangsung, para peserta menghadiri seminar di Seoul National University (SNU) yang membahas reformasi pendidikan sains, integrasi kecerdasan buatan dalam pengajaran, serta pengembangan kompetensi digital bagi pendidik masa depan. Seminar ini juga disiarkan langsung melalui YouTube dan diikuti secara daring oleh 28 mahasiswa UNNES.
Pada hari berikutnya, delegasi mengunjungi Seoul National University of Science and Technology (SNUST) untuk sesi Introduction to Technopark (Semiconductor Fabrication Lab) yang dipandu oleh Prof. Hyun Woo Cho dan Prof. Seul Ki Hong. Sesi ini membahas teknologi fabrikasi semikonduktor canggih, termasuk teknik manufaktur mikro dan inovasi dalam produksi semikonduktor. Selain itu, delegasi juga mengunjungi 3D Printing Laboratory di SeoulTech untuk melihat demonstrasi pembuatan prototipe menggunakan mesin cetak 3D berpresisi tinggi.
Puncak dari program ini berlangsung di LAB311 Sogang University, di mana peserta mendapatkan pelatihan langsung dalam manufaktur digital, pengembangan prototipe, dan inovasi teknologi. Fokus kegiatan ini mencakup pemanfaatan Arduino dalam riset ilmiah, termasuk pemantauan lingkungan, sensor kimia, serta otomasi laboratorium. Delegasi juga diperkenalkan dengan CNC laser cutting dan teknologi canggih lainnya yang mendukung penelitian dan inovasi.
Studi Minyak Atsiri Indonesia dan Potensi Kolaborasi Masa Depan
Pada hari terakhir, delegasi Indonesia mengunjungi Hanyang University, di mana Prof. Jin Seok Lee memimpin diskusi tentang biokompatibilitas dan sifat anti-penuaan minyak atsiri dari Indonesia. Studi ini mengeksplorasi potensi minyak atsiri dalam industri farmasi, kosmetik, dan biomedis. Sampel minyak atsiri yang dibawa oleh Prof. Asep Kadarohman (UPI) diuji menggunakan teknik penelitian mutakhir untuk mengukur sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi.
Program Short-Term Training di Korea menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi akademik dan riset antara UPI, UNNES, UNDIKSHA, dan institusi di Korea. Program ini tidak hanya memberikan wawasan tentang perkembangan pendidikan sains dan teknologi fabrikasi tetapi juga membuka peluang untuk riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan kurikulum inovatif.
Diharapkan, kerja sama ini terus berkembang dan berkontribusi dalam mendorong inovasi, kemajuan ilmiah, serta keunggulan pendidikan melalui kolaborasi internasional.