Dorong Indonesia Emas, OSN 2025 Tambah Eksibisi Kecerdasan Artifisial (AI)

EduNews

EDUCARE.CO.ID, Malang – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) Tahun 2025 resmi dibuka di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

OSN 2025 mempertemukan 540 siswa terbaik dari 30 provinsi dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Menumbuhkan Semangat Riset dan Inovasi

Dalam sambutannya yang dilakukan secara daring, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa OSN bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penting untuk pengembangan talenta sains unggul.

“Melalui OSN, kita tidak hanya mencari pemenang, tetapi menumbuhkan semangat riset, inovasi, dan kreativitas yang menjadi bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Menteri Mu’ti menambahkan bahwa upaya pengembangan talenta ini sejalan dengan arah pembangunan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Ia optimistis, para peserta OSN adalah calon peneliti, ilmuwan, dan inovator masa depan yang akan membawa bangsa menuju kemandirian dan kejayaan.

Proses seleksi panjang—mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi—juga bertujuan membentuk karakter tangguh, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global pada diri siswa.

Kompetisi 9 Cabang Ajang dan Eksibisi Kecerdasan Artifisial (AI)

OSN 2025 diikuti oleh pelajar terbaik dari SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat yang berkompetisi dalam sembilan cabang ajang:

  • Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi.
Setiap cabang ajang diikuti oleh 60 peserta. Secara keseluruhan, OSN 2025 menarik lebih dari 262.985 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat kegiatan baru, yaitu Eksibisi Kecerdasan Artifisial (AI), yang diikuti oleh 30 peserta dari 14 provinsi. Eksibisi AI ini bertujuan memperluas wawasan pelajar terhadap perkembangan teknologi mutakhir dan memperkuat literasi digital.

Selain kompetisi utama, OSN juga menghadirkan program pendukung seperti kunjungan edukatif ke laboratorium dan pusat riset di UMM, dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kolaboratif bagi peserta.

“Pelaksanaan OSN ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat,” tutup Irene, seraya berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang unggul dalam sains, berintegritas, dan berjiwa nasionalis. (DSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *