“Doktor Bukan untuk Jadi Kaya”, Prof. Das’ad Latif Ingatkan Tanggung Jawab Moral di Balik Gelar Doktor

Must read

EDUCARE.CO.ID – Pesan tentang moralitas dan tanggung jawab akademisi menjadi sorotan dalam ujian doktor terbuka di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR). Prof. Das’ad Latif hadir sebagai penyanggah dalam ujian tersebut. Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar jalan menuju kekayaan atau jabatan. Gelar itu juga membawa tanggung jawab untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam ujian doktor terbuka Nibrosun Rohid, S.I.Kom., M.I.Kom., pada Kamis (8/10/2026). Acara berlangsung di Ruang Adi Sukadana, FISIP UNAIR. Dalam kesempatan itu, Nibrosun mempresentasikan disertasi tentang wacana hak asasi manusia (HAM) dan aktivisme Generasi Z (Gen Z) di media sosial.

Berdasarkan rilis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR), acara diawali dengan pemukulan gong dan menyanyikan Hymne Airlangga. Sebelum pembahasan disertasi dimulai, Dekan FISIP UNAIR turut menyampaikan pesan akademik. Ia menegaskan bahwa seorang doktor harus memiliki disertasi sebagai bentuk pemikiran dan kontribusi ilmiah.

Disertasi Nibrosun Rohid Bahas Aktivisme Digital Gen Z

Penelitian Nibrosun menyoroti cara Gen Z membahas isu HAM di ruang digital. Temuannya menunjukkan adanya pergeseran ruang diskusi publik. Percakapan yang sebelumnya banyak berlangsung secara langsung kini turut berkembang melalui media sosial.

Gen Z menyampaikan pandangan melalui berbagai format konten. Mereka menggunakan poster digital, utas atau thread, hingga meme untuk menyuarakan pendapat. Selain mengonsumsi informasi, mereka juga memproduksi dan menyebarkan konten kepada audiens yang lebih luas.

Dalam pemaparannya, Nibrosun menempatkan digital activism atau aktivisme digital sebagai salah satu temuan utama. Aktivisme ini dapat menjadi model partisipasi bagi generasi muda. Selain itu, media sosial membuka ruang untuk menyampaikan aspirasi mengenai persoalan sosial dan HAM.

Meski demikian, aktivitas di ruang digital juga menghadirkan tantangan penelitian. Peneliti perlu memastikan kredibilitas akun dan keaslian informasi. Mereka juga harus menjaga kualitas data agar kesimpulan penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Prof. Das’ad Latif Tekankan Makna Gelar Doktor

Pertanyaan Prof. Das’ad Latif menjadi salah satu sorotan dalam ujian tersebut. Ia tidak hanya membahas aspek penelitian, tetapi juga mengangkat tanggung jawab moral seorang akademisi.

Ia menyampaikan pesan mengenai tujuan meraih gelar doktor.

“Gelar doktor bukan untuk menjadi orang kaya maupun pejabat, akan tetapi untuk keberlangsungan hidup yang memberikan pemahaman moral.”

Selain menyoroti tanggung jawab moral, Prof. Das’ad Latif mempertanyakan alasan Nibrosun memilih Gen Z sebagai subjek penelitian. Ia ingin mengetahui mengapa penelitian tersebut tidak berfokus pada generasi milenial atau kelompok usia yang lebih tua.

Nibrosun menjelaskan bahwa Gen Z memiliki karakteristik tersendiri dalam menggunakan media sosial. Ia menyinggung budaya digital, termasuk tren konten di TikTok. Menurutnya, generasi ini juga memiliki peran besar dalam percakapan daring. Ia turut berkonsultasi dengan para ahli untuk mempertimbangkan fokus penelitiannya.

Selanjutnya, Prof. Das’ad Latif menyoroti validitas data penelitian. Ia mempertanyakan cara Nibrosun memastikan bahwa akun yang dianalisis benar-benar mewakili Gen Z. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya akun buzzer atau akun promosi.

Nibrosun menjelaskan bahwa penelitian menggunakan sejumlah indikator untuk membedakan karakter akun. Indikator tersebut mencakup pola pertumbuhan jumlah pengikut dan keseragaman unggahan story antarakun.

Pembahasan ini menegaskan pentingnya verifikasi dalam penelitian aktivisme digital. Peneliti perlu menjelaskan indikator pemilihan akun secara transparan. Dengan begitu, proses pengumpulan data dan penarikan kesimpulan memiliki dasar akademik yang jelas.

Nibrosun Rohid Raih IPK 4,00 dengan Predikat Cumlaude

Ujian doktor terbuka berlanjut hingga pengumuman hasil yudisium. Nibrosun Rohid berhasil meraih IPK 4,00 dengan predikat cumlaude. Pencapaian tersebut menjadi momen penting setelah menjalani perjalanan panjang pendidikan doktoral.

Di balik keberhasilan itu, ada perjuangan keluarga yang turut menguatkan langkahnya. Nibrosun berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya terus berjuang agar pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup keluarga.

Ayahnya merupakan penghafal Al-Qur’an atau hafiz sekaligus tulang punggung keluarga. Ia juga mendirikan yayasan tahfiz Al-Qur’an. Yayasan tersebut kini menaungi ratusan santri.

Sementara itu, sang ibu turut berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Ia berangkat ke pasar sejak pagi, bahkan saat menjalankan ibadah puasa. Pengorbanan tersebut menjadi bagian dari perjalanan keluarga dalam mendukung pendidikan Nibrosun.

Keberhasilan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude pun memiliki makna tersendiri. Pencapaian itu mencerminkan kerja keras Nibrosun sekaligus dukungan dan pengorbanan kedua orang tuanya.

Pesan untuk Terus Berjuang Setelah Meraih Gelar Doktor

Gelar doktor menjadi pencapaian besar dalam perjalanan akademik Nibrosun. Namun, keberhasilan tersebut bukan akhir dari tanggung jawabnya. Ia masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan ilmu dan memberi kontribusi kepada masyarakat.

Sujarwoto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan agar Nibrosun terus melanjutkan perjuangan dan menjaga rasa syukur setelah meraih gelar akademik tersebut.

“Perjuangan anda belum selesai. Lanjutkanlah perjuangan ini dan berterimakasihlah kepada Allah”.

Pesan itu mengingatkan bahwa pendidikan tinggi perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Seorang akademisi tidak cukup hanya mengejar pencapaian pribadi. Ia juga perlu terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ujian doktor terbuka Nibrosun Rohid menghadirkan dua pesan penting. Pertama, penelitian akademik perlu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kedua, pencapaian pendidikan harus diiringi tanggung jawab moral dan komitmen untuk memberi manfaat.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article