EDUCARE.CO.ID, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) semakin memperkuat upaya digitalisasi pembelajaran interaktif sebagai tulang punggung pendidikan abad ke-21. Program ini bertujuan agar setiap sekolah di Indonesia mampu menghadirkan kelas yang dinamis, interaktif, dan merata bagi semua anak.
Faktor Perubahan Kelas Tradisional
Lebih dari sekadar tren teknologi, digitalisasi pembelajaran interaktif didorong karena masalah-masalah nyata: capaian literasi yang rendah dan learning loss akibat pandemi. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menyatakan bahwa “Digitalisasi pembelajaran menjadi upaya percepatan agar anak-anak Indonesia bisa mengejar ketertinggalan sekaligus terbiasa dengan keterampilan abad 21.” Penerapan dan Dukungan Regulasi
Sebagai bagian dari kebijakan besar, distribusi Interactive Flat Panel (IFP) dimulai untuk sekolah‐sekolah di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Papan interaktif ini dipakai agar guru dan siswa bisa berkolaborasi secara visual lewat konten teks, video, audio, gamifikasi, bahkan augmented reality. Kemendikdasmen
Harapan dan Dampak dari Digitalisasi Pembelajaran Interaktif
Dengan digitalisasi pembelajaran interaktif, diharapkan anak-anak tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi aktif dalam belajar. Selain membantu mengejar ketertinggalan akibat pandemi, kelas interaktif juga membuka ruang kreatifitas, rasa ingin tahu, dan penggunaan teknologi sebagai sarana belajar yang menarik. setjen.kemdikbud.go.id
( SCP )



