Dari Tanaman Lokal Jadi Sabun, Mahasiswa UMS Ciptakan TELASIH untuk Buka Peluang Usaha Warga

Must read

EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi sabun cuci piring berbahan tanaman lokal. Mereka mengembangkan produk bernama TELASIH dari bunga telang dan sereh.

Lewat inovasi tersebut, mahasiswa PPG UMS mengajak 35 ibu PKK Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mempelajari pembuatan sabun cuci piring.

Kegiatan ini masuk dalam Proyek Kepemimpinan Kelompok A1. Mahasiswa tidak hanya mengajarkan proses pembuatan sabun. Mereka juga mengenalkan cara memanfaatkan tanaman lokal untuk menghasilkan produk rumah tangga yang punya nilai guna.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menerapkan ilmu melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

TELASIH Kenalkan Potensi Tanaman Lokal

Dosen Pembimbing Proyek Kepemimpinan Kelompok A1, Susiati, S.Pd., M.Ed., mengatakan mahasiswa ingin mengajak masyarakat melihat potensi tanaman yang tumbuh di sekitar mereka.

Menurut Susiati, masyarakat dapat mengolah bahan yang mudah ditemukan menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan itu juga dapat membuka peluang usaha rumahan.

“Melalui pengembangan TELASIH, mahasiswa mengajak ibu-ibu PKK meningkatkan kreativitas, mengenali peluang usaha rumahan, serta membangun kemandirian melalui pemanfaatan bahan yang relatif mudah diperoleh,” ungkap Susiati saat dimintai keterangan pada Senin (5/10/2026).

Mahasiswa juga memberikan pendampingan setelah pelatihan. Mereka ingin peserta mampu mengulang proses pembuatan sabun secara mandiri.

Pendampingan tersebut dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan yang mereka peroleh. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi ibu PKK untuk menjadikan keterampilan tersebut sebagai aktivitas produktif.

35 Ibu PKK Belajar Membuat Sabun

Ketua PKK Desa Karangmojo, Sarbini, menyambut baik program mahasiswa PPG UMS. Menurutnya, pelatihan TELASIH memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK.

“Kami ibu-ibu PKK Desa Karangmojo merasa senang dengan adanya pelatihan pembuatan sabun yang terbuat dari bahan alami ini, yang dibimbing langsung oleh mahasiswa PPG UMS,” ujarnya.

Sarbini juga berharap kegiatan tersebut masuk dalam program kerja PKK Desa Karangmojo. Ia menilai keterampilan membuat sabun dapat menambah wawasan sekaligus mendorong ibu PKK untuk terus berinovasi.

“Semoga ke depan kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dalam program kerja PKK Desa Karangmojo, sehingga dapat menambah wawasan serta inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu PKK,” tuturnya.

Menurut Sarbini, TELASIH juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk bernilai ekonomi. Namun, pengembangan produk membutuhkan perhatian pada kualitas, keamanan bahan, dan konsistensi hasil.

Asal Nama TELASIH

Ketua Kelompok A1 Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila UMS, Dhoni Firnanda, menjelaskan asal nama TELASIH.

Nama tersebut mengambil dua bahan utama produk, yaitu telang dan sereh. Bunga telang memiliki warna biru keunguan dari pigmen alaminya. Sementara itu, sereh memberikan aroma segar yang khas.

“Kedua tanaman tersebut kami pilih sebagai identitas produk sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan secara kreatif,” ungkap Dhoni.

Pemilihan telang dan sereh juga membawa pesan tentang pemanfaatan sumber daya lokal. Mahasiswa ingin menunjukkan bahwa tanaman di sekitar masyarakat dapat menjadi bagian dari inovasi produk rumah tangga.

Sosialisasi Dilanjutkan Praktik Pembuatan

Kelompok A1 memulai program dengan kegiatan sosialisasi pada 12 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan latar belakang program dan tujuan pengembangan TELASIH.

Mereka juga mengenalkan bahan serta peralatan yang peserta perlukan untuk membuat sabun.

Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan sabun pada 18 September 2026. Mahasiswa mendampingi peserta sejak tahap persiapan hingga pengemasan.

Peserta menyiapkan bahan, mengikuti proses pengolahan, mencampurkan bahan, lalu mengemas produk. Mereka juga mencoba setiap tahapan secara langsung.

Praktik langsung membantu peserta memahami proses pembuatan sabun. Dengan bekal tersebut, mereka dapat mencoba kembali prosesnya secara mandiri setelah pelatihan.

Mahasiswa UMS Dorong Keterampilan Produktif

Proyek TELASIH menjadi bagian dari Proyek Kepemimpinan Kelompok A1 mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila UMS. Program ini mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat melalui kegiatan yang berorientasi pada keterampilan praktis.

Tim Kelompok A1 terdiri atas Alma Putri Sabrina, Bagus Prasetyo, Dewi Ayuningtyas, Dhoni Firnanda, Esa Tri Indrawati, Fahri Ramadhan, Farizal Arsyari, Fernanda Dhea Az Zahra, Isma Zhavina Maharani, dan Isrofiah Laela Khasanah.

Dosen pembimbing Susiati, S.Pd., M.Ed., turut mendampingi kegiatan tersebut.

Lewat TELASIH, mahasiswa UMS tidak hanya mengenalkan sabun berbahan tanaman lokal. Mereka juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang aktivitas produktif.

Inovasi ini menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan di perguruan tinggi dapat memberi dampak langsung kepada masyarakat. Pemanfaatan bahan lokal juga dapat membuka peluang bagi pengembangan produk rumah tangga di tingkat desa.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article