Dari Sekolah SLB ke Panggung Fesyen, 6 Busana Karya Devi dan Namira Tampil di DFW 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Panggung fesyen tak hanya menjadi ruang bagi desainer profesional. Dalam gelaran Discovery Fashion Weeks (DFW) 2026 di Kartika Plaza Hotel, Bali, Sabtu (17/10/2026), desainer Lenny Hartono turut memperkenalkan enam busana karya murid dan alumni Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Denpasar.

Enam busana tersebut lahir dari kreativitas Ni Putu Devi Nirmala Putri, yang akrab disapa Devi, bersama Namira, alumni SLBN 2 Denpasar yang lulus pada 2026. Melalui kesempatan ini, keduanya dapat memperlihatkan hasil keterampilan menjahit kepada publik yang lebih luas.

Kehadiran karya mereka juga membawa pesan penting tentang kesempatan berkarya yang terbuka bagi semua orang. Dengan dukungan sekolah dan pelaku industri kreatif, siswa dapat mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menampilkan hasil karyanya di ruang publik.

Berawal dari Kunjungan Lenny Hartono ke Sekolah

Kesempatan tampil di DFW 2026 bermula ketika Lenny Hartono mengunjungi SLBN 2 Denpasar. Saat itu, ia melihat sejumlah busana karya Devi dan Namira di ruang keterampilan menjahit. Rancangan tersebut menarik perhatiannya hingga ia mengajak pihak sekolah untuk berpartisipasi dalam peragaan busana tersebut.

Kepala SLBN 2 Denpasar, Ni Wayan Rapiyanti, menceritakan awal keterlibatan kedua siswi tersebut.

“Bu Lenny berkunjung ke sekolah dan kebetulan di ruang busana ada karya anak kita Namira dan Devi dan Bu Leny ternyata tertarik kemudian mengajak kami untuk ikut acara beliau,” kata Wayan Rapiyanti.

Pihak sekolah langsung menyambut ajakan itu. Bagi mereka, undangan tersebut membuka peluang bagi murid untuk mengenalkan kemampuan menjahit di luar lingkungan sekolah. Terlebih, DFW 2026 menghadirkan desainer dari berbagai daerah sehingga karya Devi dan Namira dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Wayan Rapiyanti pun mengungkapkan kebanggaannya atas kesempatan tersebut. Menurutnya, pengalaman tampil bersama desainer yang telah memiliki nama di industri fesyen dapat memberikan dorongan positif bagi perkembangan murid.

“Tentu kami merasa sangat bangga sekali, nama murid kami bisa bersanding dengan desainer-desainer lain yang sudah punya nama. Murid kami juga diberikan sertifikat yang tentu akan memberikan nilai tambah, kepercayaan diri bagi mereka,” tambah Wayan Rapiyanti.

Selain menjadi bentuk apresiasi, sertifikat partisipasi juga dapat memperkaya pengalaman dan portofolio keduanya. Dengan begitu, mereka memiliki bekal tambahan untuk mengembangkan keterampilan di bidang busana.

Devi Bangga Karyanya Dikenakan Model Profesional

Bagi Devi, kesempatan tampil di panggung DFW 2026 menjadi pengalaman yang membahagiakan. Ia mengaku tidak menyangka hasil rancangannya akan diperagakan oleh model profesional dalam sebuah acara fesyen.

“Saya senang busana karya saya bisa ikut tampil dan dibawakan oleh para model-model profesional. Bisa ikut juga memperlihatkan hasil jahitan saya ke orang-orang hebat,” kata Devi.

Devi memilih gaya kasual untuk busana rancangannya. Ia tidak menetapkan tema khusus karena ingin menghasilkan pakaian santai yang nyaman dikenakan sehari-hari.

“Jadi, tidak ada tema khusus. Hanya baju casual saja untuk santai,” ujarnya.

Berdasarkan sumber berita Vokasi Kemendikdasmen, ketertarikan Lenny Hartono terhadap karya Devi dan Namira saat berkunjung ke sekolah menjadi awal keterlibatan mereka dalam acara tersebut. Dari ruang keterampilan menjahit di sekolah, enam busana karya keduanya akhirnya mendapat kesempatan untuk tampil di panggung fesyen.

Kisah ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap kreativitas siswa dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih luas. Selain memperkenalkan karya kepada publik, pengalaman tersebut memberi ruang bagi siswa untuk melihat potensi keterampilan mereka sebagai bekal masa depan.

Dari Kelas Menjahit, Devi Merajut Mimpi Menjadi Desainer

Ketertarikan Devi terhadap dunia fesyen tumbuh sejak ia duduk di bangku SMPLB di SLBN 2 Denpasar. Saat itu, ia mengikuti kelas keterampilan menjahit bersama teman-temannya.

Melalui kegiatan tersebut, Devi mulai mengenal proses pembuatan pakaian dan mengasah kemampuannya dalam merancang busana. Seiring waktu, ia terus mengembangkan keterampilan itu hingga karyanya mendapat kesempatan tampil di DFW 2026.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu langkah penting bagi Devi untuk mendekati cita-citanya. Ia ingin terus belajar dan suatu hari nanti membangun nama di industri fesyen.

“Saya ingin bisa menjadi desainer terkenal satu hari nanti,” ujar Devi.

Keterlibatan Devi dan Namira dalam DFW 2026 memperlihatkan bahwa bakat dan kreativitas dapat tumbuh melalui kesempatan, latihan, serta dukungan lingkungan. Karena itu, ruang apresiasi seperti peragaan busana dapat membantu siswa mengenali potensi diri dan memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat.

Melalui enam busana yang tampil di panggung DFW 2026, karya murid dan alumni SLBN 2 Denpasar mendapat ruang untuk berbicara. Lebih dari sekadar peragaan busana, pengalaman ini menjadi langkah bagi Devi dan Namira untuk terus berkarya serta mengejar masa depan di bidang fesyen.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article