Dari Mimika hingga Rote Ndao: Wajah Baru Pendidikan yang Lebih Adil dan Bermakna

EduNews EduScholar

EDUCARE.CO.ID – Di ufuk timur Indonesia, dari tanah berawa di Mimika hingga pulau paling selatan di Rote Ndao, denyut perubahan pendidikan kian terasa. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi salah satu motor penggerak transformasi tersebut—menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan bermartabat bagi ribuan peserta didik, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Program strategis yang merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya menyentuh satuan pendidikan formal, tetapi juga lembaga nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Sebanyak 21 PKBM dan SKB di kawasan timur Indonesia telah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp15 miliar—sebuah investasi nyata untuk memastikan pendidikan bermutu hadir tanpa sekat geografis.

Harapan yang Tumbuh di Tanah Rawa Mimika

Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, PKBM Kasih Julius menjadi saksi bagaimana revitalisasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan pemulihan harapan. Kepala PKBM Kasih Julius, Yakobus Natalis Fatubun, menuturkan bahwa tantangan geografis wilayah yang berawa dan lembab kerap menggerus ketahanan bangunan.

Struktur kelas yang sebelumnya mengalami keretakan akibat kondisi tanah yang tidak stabil dan guncangan gempa, kini telah diperbaiki secara menyeluruh melalui bantuan lebih dari Rp1 miliar. Tak hanya ruang kelas, pembangunan talud turut dilakukan untuk memperkuat fondasi bangunan agar tidak kembali amblas di tanah rawa.

Perubahan ini berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga belajar. Ruang keterampilan yang direhabilitasi kini kembali aktif digunakan untuk pelatihan pengelasan bagi peserta didik Paket C, sekaligus menjadi ruang pelestarian budaya lokal melalui keterampilan ukiran kayu. Pendidikan vokasional pun tumbuh berdampingan dengan kearifan lokal.

BACA JUGA:  BPJPH: Potensinya Sangat Besar, Mahasiswa Jadi Eksportir Produk Halal?

Tak kalah penting, akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya menjadi persoalan krusial kini telah dibenahi. Pengeboran air hingga kedalaman 60–70 meter serta rehabilitasi empat ruang toilet menghadirkan lingkungan belajar yang lebih sehat dan manusiawi.

“Sekarang fasilitas sanitasi kami jauh lebih layak. Anak-anak belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ungkap Yakobus penuh syukur.

Transformasi 180 Derajat di Rote Ndao

Semangat serupa terasa di SKB Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kepala SKB Rote Ndao, Fadlun Sururiyadi, menggambarkan perubahan yang terjadi sebagai transformasi hampir 180 derajat.

Dengan bantuan revitalisasi senilai Rp2,2 miliar, enam ruang kelas baru lengkap dengan perabotnya kini berdiri kokoh. Untuk pertama kalinya, setiap jenjang pendidikan—dari Paket A, B, hingga C—memiliki ruang belajar tersendiri.

Hasilnya terasa nyata: proses pembelajaran menjadi lebih tertib, fokus, dan inklusif. Warga belajar dari berbagai usia dapat hadir bersamaan tanpa saling mengganggu. Lingkungan belajar pun menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang hangat dan produktif.

Kini, SKB Rote Ndao tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat—ruang tumbuh bagi mimpi-mimpi baru di ujung selatan Nusantara.

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Gedung

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa esensi revitalisasi terletak pada prinsip keadilan.

Keadilan, menurutnya, bukan membagi sama rata, melainkan memberi afirmasi lebih besar kepada yang paling membutuhkan.

“Ketika ruang kelas menjadi aman, ruang keterampilan berfungsi, dan sanitasi tersedia dengan baik, maka kualitas pembelajaran ikut terangkat. Dampaknya bukan hanya pada siswa, tetapi juga pada semangat pendidik, partisipasi masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Manfaat Uji Kompetensi Profesi dan Latihan Soal Online untuk Persiapan

Revitalisasi Satuan Pendidikan membuktikan bahwa pemerataan bukan sekadar slogan. Dari Mimika hingga Rote Ndao, pendidikan yang berkeadilan sedang dibangun—bukan hanya melalui bata dan semen, tetapi melalui keberpihakan, komitmen, dan keyakinan bahwa setiap anak bangsa berhak belajar dalam ruang yang layak dan bermartabat. (isn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *